Agus RasyidiKesehatan
Ayo, Bersepeda Minimal Sekali Sepekan! Kamis, 12 Agustus 2010 - 11:28 wib Fitri Yulianti - Okezone Gerakan ’’50.000 Sepeda untuk Alam’’ yang baru-baru ini diadakan di Plaza Barat, Gelora Bung Karno, Jakarta. (Foto: dok. Teh Kotak Ultrajaya) ABC News pada 2008 menyingkap sebuah laporan WWF yang menyatakan bahwa proses deforestasi (suatu kondisi saat tingkat luas area hutan menunjukkan penurunan kualitas dan kuantitas/Wikipedia) di provinsi Sumatra, Indonesia, sudah cukup memroduksi gas rumah kaca yang mampu menyaingi negara-negara industri besar di dunia. Emisi dari proses deforestasi, khususnya lahan gambut—tersusun dari berbagai lapisan tumbuhan yang setengah membusuk–telah membuat Indonesia menempati posisi ketiga sebagai negara penghasil emisi karbon terbesar di dunia, setelah Amerika Serikat dan China. Lebih lanjut, laporan CNN pada 2009 mengungkap bahwa 85 persen area hutan di Sumatra telah lenyap. Yang tersisa terus berkurang dengan kecepatan menakutkan–area seukuran 50 lapangan sepak bola hilang setiap jam, menurut Greenpeace dan FAO. Dan sebagai ibu kota negara, Jakarta menempati posisi ketiga kota-kota dengan tingkat polusi tertinggi di dunia, seperti dilaporkan LKBN Antara (Oktober 2009). Banyak negara telah berkomitmen dan menggelontorkan investasi milyaran dolar dalam menghadapi tantangan mengurangi dampak polusi terhadap lingkungan. Pertemuan pemimpin negara-negara terbesar dalam sejarah diadakan pada Desember 2009 di Copenhagen Climate Change Summit, dengan lebih dari 120 kepala pemerintahan yang hadir hingga akhirnya menelurkan Copenhagen Accord. Sebagai bagian komitmen terhadap Copenhagen Accord, bahkan Presiden Yudhoyono turut pula menyatakan, “Indonesia menetapkan komitmennya untuk mengurangi emisi hingga 26 persen secara relatif terhadap dunia bisnis hingga tahun 2020. Ini akan kita lakukan secara swadaya yang batasan-batasannya akan segera diumumkan tidak lama lagi.” Sebagai bagian terkecil dari negara, kita bisa memberikan kontribusi dalam menjaga alam, salah satu cara yang sangat mudah dan sederhana adalah mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dalam bepergian menuju tempat yang mudah dijangkau atau tidak terlalu jauh, misal bila hendak pergi ke mini market, ke pasar, atau mengunjungi kerabat. Selain berpartisipasi mengurangi kadar emisi karbon penyebab polusi, kita pun menghemat pemakaian BBM dan mengurangi kemacetan jalan. Dalam siaran persnya, Teh Kotak dari PT Ultrajaya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga lingkungan, mengurangi polusi udara, dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak dengan melakukan hal sederhana tetapi berdampak sangat positif terhadap alam. Gerakan dimaksud adalah bersepeda minimal sekali sepekan, bertajuk “50.000 Sepeda untuk Alam”. Bersepeda digunakan sebagai bentuk latihan dan bahkan olahraga kompetitif Olimpiade. Meskipun kaki Anda adalah kekuatan pendorong di belakang bersepeda, ada banyak manfaat kesehatan lain yang dapat dituai meski hanya bersepeda santai di sekitar komplek rumah, seperti dikutip Ehow. Sehatkan jantung Jantung Anda akan mendapatkan manfaat dari kekuatan pedal Anda. Peningkatan dan penurunan kecepatan secara bertahap dapat memperkuat kapasitas jantung Anda dalam memompa. Asupan vitamin D Banyak orang sangat kekurangan vitamin D akibat paparan sinar matahari yang terlalu sedikit. Bersepeda di luar rumah selama minimal 15 menit sehari dapat memberikan paparan sinar matahari yang baik untuk kesehatan kulit. Peningkatan koordinasi Bersepeda memerlukan sejumlah koordinasi antara kaki, tangan, dan keseimbangan tubuh secara keseluruhan. Koordinasi yang lebih baik meningkatkan reaksi di aspek lainnya, seperti mengemudi. Pembentukan otot terarah Anda dapat mengembangkan kelompok otot lain dengan menyesuaikan gaya bersepeda. Bersepeda sampai kaki bukit memperkuat otot tubuh bagian atas, sedangkan bersepeda lamban bisa memperkuat lengan. Latihan low impact Bersepeda adalah cara untuk membangun kembali tulang rawan dan kekuatan otot akibat cedera lutut tanpa terlalu banyak meletakkan beban di atasnya. Mulailah bersepeda pada kecepatan rendah, secara bertahap membangun lutut Anda sampai kekuatan penuh. Gerakan “50.000 Sepeda untuk Alam” diharapkan bisa mengumpulkan 50.000 pendukung dari seluruh Indonesia lewat kegiatan bersepeda di lima kota, di antaranya Bandung, Medan, Surabaya, Balikpapan, dan Jakarta. Untuk turut menghijaukan dan membirukan kota, Anda bisa bergabung lewat situs internet www.persembahan-untuk-alam.com, atau ikut berinteraksi melalui jejaring sosial Facebook “persembahan untuk alam” dan Twitter “untukalam”. Sejauh ini, anggota yang terkumpul telah mencapai lebih dari 65.000 orang dari seluruh Indonesia.(ftr)
