Pak Al emang ada rencana mudik ke Pk Baru lagi yaa tahun ini 
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Fri, 3 Sep 2010 06:23:01 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [porsenipar] Kemacetan Terlama Sepanjang Sejarah ...
Mudahan Allah memberikam kelancaran mudik X ini
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: "jaerony" <[email protected]>
Date: Fri, 3 Sep 2010 11:45:38 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [porsenipar] Kemacetan Terlama Sepanjang Sejarah ...
Yang mo mudik pasang mental jaga-jaga barangkali kena macet, apalagi kalau 
macetnya lebih dari 1 hari ...

******************************************************8


Kemacetan Terlama Sepanjang Sejarah, Sepanjang 100 km, Selama 9 hari
Di antara Beijing Huai’an di Propinsi Heibei, Cina, terjadi kemacetan terlama 
dalam sejarah. Sejak 14 Agustus lalu, Sepanjang 100 km (60 mil) di jalan tol 
yang menghubungkan kedua kota tersebut. Kemacetan ini sudah berlangsung selama 
9 hari.

Sejak 14 Agustus, ribuan truk menuju Beijing terjebak kemacetan di Expressway 
Beijing-Tibet. Sialnya, tak ada jalan “tikus” di jalan yang membentang seluas 
lebih dari 100 km ini.

Pemeliharaan konstruksi di jalan raya yang terpisah adalah penyebab utama 
kemacetan. Kemacetan ini diperkirakan berlangsung selama hampir satu bulan 
sampai konstruksi pada Expressway 110 Nasional dijadwalkan selesai pada 
September 13.

Namun, adegan ini bukanlah sesuatu yang baru bagi banyak sopir. Kondisi yang 
sama pernah dialami pada bulan Juli ini. Namun saat itu, lalu lintas berjalan  
merangkak selama hampir satu bulan.

Para sopir yang  terjebak di jalan raya membunuh waktu dengan bermain kartu 
atau hanya menunggu sambil berdiam diri saja.

Para warga di sepanjang jalan yang dilalui bersimpati dengan membawakan makanan 
bagi para sopir. Sekitar 400 petugas polisi lalu lintas telah dikirim untuk 
menjaga ketertiban dan mencegah kecelakaan lebih lanjut di jalan raya.



-- 
Aldo Desatura ® & ©
================

Kirim email ke