Saya kok termasuk yang tidak percaya Masinis yang bersalah .... (bukannya soka 
tau yeee ...)

Yang saya perhatikan :

1. Setiap akan terjadi silangan dengan KA Argo Anggrek (atau yang sekelas 
Argo), penahanan KA lain bisa 15 s/d 20 menit, mungkin kalau simpangannya di 
Sta Cikampek, sejak KA di Bekasi atau Cikarang tuh jalur udah steril dari 
Bekasi/Cikarang sampe Cikampek. Apa mungkin KS tidak bisa mindah wesel secara 
sempurna dalam waktu 10 menit (dari waktu 15 menit)?

2. 2 atau 3 tahun yang lalu, yang saya tau, stasiun simpangan adanya di Tegal 
dan Pekalongan, kedua-duanya adalah stasiun besar. Sekarang, setiap stasiun 
(yang kecil-kecil termasuk Petarukan, Brebes dsb.) diberlakukan simpangan KA 
Express Executive. Apa ya para Kepala Stasiunnya sudah ditraining dan 
ditingkatkan kompetensinya untuk "aware" dengan kereta cepat? Sebagai analogi, 
akan beda kiranya orang yang pake motor cuma lingkungan kompleks dengan yang 
tiap hari pake motor Bojong - Jakarta !

3. Rilis pembuatan double-track Cirebon - Tegal - Pekalongan sudah sekian tahun 
digembar-gemborkan, tapi realisasinya sangat lambat. Yang ada baru pembuatan 3 
jalur di setiap stasiun untuk tujuan simpangan/penyusulan. Lha yang ketiga ini 
menyangkut komitmen dan realisasi terhadap komitmen dari Para Boz. Apa komitmen 
itu harus dibuktikan dulu dengan korban baru dapat direalisasikan? Kalau 
budayanya seperti itu, kita harus hati-hati nich sama yang "lamis-lamis" itu.

Just sharing, siapa tau ada malaikat lewat yang membisikkan ke para pejabat 
sehingga "Yang benar itu benar, yang salah itu salah ...". Wallaahu a'lam ...


Wass / Jaerony.-
~ "Pelanggan" Argo Anggrek dan Bima"~~

================================================================


Tabrakan KA
KNKT: Jangan Buru-buru Salahkan Masinis
Senin, 4 Oktober 2010 | 18:26 WIB
 

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) 
Tatang Kurniadi menolak membeberkan temuan sementara mengenai investigasi 
terhadap kecelakaan kereta api di Pemalang dan Solo, Jawa Tengah. Sesuai 
prosedur, KNKT akan mengungkapkannya paling cepat dalam 3 bulan ke depan. Hal 
tersebut disampaikan Tatang Kurniadi saat mendapat kesempatan berbicara dalam 
rapat kerja antara Komisi V DPR RI dan Menteri Perhubungan Freddy Numberi di 
gedung DPR RI, Senin (4/10/2010).

Kami tidak boleh dengan serta merta ikut arus menentukan kehendak masyarakat 
banyak. -- Tatang Kurniadi

Dalam raker tersebut, Tatang diminta melaporkan hasil temuannya selama dua hari 
melakukan investigasi terhadap dua kecelakaan yang menewaskan 35 orang tersebut.
Dalam paparannya, Tatang menegaskan bahwa KNKT bertugas menyelidiki 
permasalahan secara rinci dan tidak akan menyalahkan pihak mana pun dalam hasil 
akhirnya nanti. Ia juga menyesalkan bahwa saat ini sudah ada isu yang 
menguatkan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh kesalahan masinis, 
terutama masinis KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KA Senja Utama Semarang di 
Stasiun Petarukan.

"Dalam hal ini ada suatu hal yang akan merugikan KNKT bahwa massa, publik, 
sudah teropinikan bahwa yang salah adalah masinis. Kami tidak boleh dengan 
serta merta ikut arus menentukan kehendak masyarakat banyak," tegas Tatang.

Tatang menambahkan, dalam penyusunan laporan akhir penyelidikan, pihaknya akan 
menyampaikan rekomendasi tentang perbaikan kepada Kementerian Perhubungan, 
dalam hal ini Direktorat Perkeretaapian.

Rekomendasi itu, katanya, baru akan diserahkan dalam waktu enam bulan sesuai 
prosedur internasional. Namun, ia berjanji akan mempercepat proses tersebut 
menjadi tiga bulan.



http://finance.groups.yahoo.com/group/keretapi/message/82924

Kirim email ke