http://nasional.inilah.com/read/detail/932632/mukena-ponimin-sudah-ada-yang-tawar-rp10-juta

 *INILAH.COM, Jakarta - Mukena yang menyelamatkan Ponimin Solihan sekeluarga
sudah ada mau membelinya. Calon pembelinya berasal dari luar negeri.*

"10 juta ditawar sama orang Jerman," ujar istri Ponimin, Yati, saat ditemui
*INILAH.COM* di rumah dr Ana Ratih Wardani, Desa Ngenta, Umbulmartani,
Sleman, Yogyakarta, Sabtu (30/10/2010).

Yati mengaku belum mau menjualnya. "Tuhan yang menyelamatkan saya melalui
mukena dan Al Quran yang saya pegang," ucapnya.

Sebagaimana diberitakan, Ponimin sekeluarga berlindung di bawah mukena yang
dipakai Yati, yang baru selesai menunaikan salat magrib, Selasa
(26/10/2010). Bisa dibilang ajaib, mukena yang hanya dua meter lebarnya dan
terbuat dari kain bisa menahan panasnya wedhus gembel.

Mukena itu mampu menutupi lima anggota keluarga Ponimin dan Yati, yakni
Ilham Galih Habibie, Lia Hafifah, Suryadi, Fikih, dan Lilik Muhlisin.

Selamatnya Ponimin memang berbau mistis. Untuk menuju pos pengungsian
terdekat, Ponimin sekeluarga menggunakan bantal dan sajadah sebagai alas
secara bergantian dari rumahnya di Dusun Kaliadem, Desa Umbulharjo,
Cangkringan, Sleman.

Menurut Ponimin, ia dan keluarganya selamat karena pertolongan sosok gaib
yang datang kepadanya. Sosok gaib itu berwujud kakek mengenakan baju putih
dengan api di bagian belakangnya.

Mahluk gaib itu datang dua hari sebelum letusan dan memberitahukan bahwa
Merapi akan meletus. Ponimin diperintahkan tetap di rumah dan akan selamat
jika ia dan keluarganya memakan jenang merah-putih dan minum air tujuh sumur
yang telah diberi doa. Jenang itu harus dimakan habis oleh keluarganya.

Sosok itu mengatakan jika Ponimin mengungsi, awan panas akan dilemparkan ke
arah Selatan atau ke rumah Ponimin. Namun, jika tetap di rumah, awan panas
itu akan dibuang ke barat sampai ke halaman rumah Mbah Maridjan.

Sehari sebelum letusan, sosok itu datang lagi dan menyuruh membuat kupat
luar janur kuning berisi rajah arab dan uang Rp100 rupiah gambar gunung.
Kemudian digantung di depan rumah.

Sehari setelah itu, Merapi meletus. Ia dan keluarganya selamat. Ponimin
hanya menderita luka bakar di bagian kakinya karena tidak tertutup mukena
saat awan panas datang.

Menurut penuturan Yati, kakek jubah putih itu sempat mengatakan akan
menghabisi Keraton Yogyakarta (dengan muntahan wedhus gembel). Namun, Yati
meminta agar itu tidak dilakukan. Kakek itu sempat heran karena sampai tiga
kali Yati bersikukuh meminta agar Keraton Yogyakarta jangan dihabisi. [nic]

Kirim email ke