Sebuah diskusi menarik di milis KRL-Mania tentang "Sejarah" ....

Fakta yang ada, kita sering minder dengan "para bule" yang dianggap lebih dari 
kita !
Alhamdulillah, di kantor hal seperti ini tidak terjadi ...

Hati-hati juga dengan penggiringan opini dan pembentukan stigma tentang 
"terorisme" terkait kehebohan berita belakangan ini !

*************************************************************************************************************************************************


From: "Kendy Aditya" [email protected]


Hehe... Memang tidak ada rumusnya bahwa bule + independen = ilmiah. Kalaupun 
ada yang beriman pada postulat ini, saya berpendapat bahwa ini adalah imbas
inferioritas yang sedikit bercampur dengan rasisme.

Contoh lain lagi adalah penulisan mengenai sejarah demografi penduduk Palestina 
oleh Joan Peters. Bisa dibaca di 
http://en.wikipedia.org/wiki/Norman_Finkelstein pada bagian "On From Time
Immemorial".

Berikut ini kutipan dari perkataan Noam Chomsky:
"I warned him, if you follow this, you're going to get in trouble-because 
you're going to expose the *American intellectual community* as a gang of 
frauds, and they are not going to like it, and they're going to destroy
you."

Saya garis bawahi kalimat "American intellectual community". Bukan lagi orang 
perorang, tapi komunitas. Sebuah jamaah yang bersepakat untuk ngawur dan menipu 
seluruh dunia.

HAMAS mengebom bus, fakta. Israel mengebom pasar, fakta juga. Namun sejarah 
berkata, HAMAS adalah teroris dan Israel sedang membela diri.

Hehe...

2011/5/4 resti vurwarin <[email protected]>


Tidak selalu buku yang ditulis oleh orang bule itu lebih baik. mau bukti?

1. Diponegoro, sejarah kita mengutip keterangan yang ditulis belanda, dengan 
kepentingan politik didalamnya. dalam sejarah belanda, ditulis bahwa alasan 
diponegoro melakukan perang jawa adalah gara2 pematokan tanah di tegalrejo, 
sehingga seolah2 beliau berperang mati2an hanya karena harta bendanya. Padahal 
pematokan tanah di tegalrejo adalah pemicu, sebab musababnya sudah terakumulasi 
sebelumnya, yaitu kesewenang2an belanda yang memakai tangan kaum ningrat untuk 
memeras rakyat jelata. lebih dari itu, untuk dipnegoro sendiri, perang jawa 
adalah perang sabil.

2. snouck hoegronje, tokoh orientalis yang susah payah tinggal bertahun2 di 
mekkah dgn pura2 jadi muallaf. tulisannya sendiri sering dijadikan rujukan 
sejarah, salah satunya bagaimana islam masuk ke indonesia. Kita belajar bahwa 
islam dibawa masuk oleh golongan parsi dan gujarat. padahal di riwayat lain 
ternyata generasi sahabat Rasullullah sudah pernah sampai ke tanah sumatra. knp 
snouck menulis demikian? semata2 karena kepentingan politik hindia belanda, 
bahwa muslim di indonesia harus dilepaskan keterkaitannya dengan arab, bahkan 
secara sejarah sekalipun. Snouck sukses membuat kaum muslim menjadi percaya 
bahwa politik adalah urusan pemerintah belanda, sedangkan agama adalah urusan 
ulama, dan tak perlu ikut campur baur dalam urusan negara. snouck sendiri 
mengemban tugas dari pemerintah belanda agar perlawanan kaum santri bisa 
dihentikan.

3. Kartini. knp kartini? knp bukan rohana kudus, dewi sartika atau christina 
martha tiahahu yang sudah lebih nyata berperan dalam mencerdaskan perempuan 
yang diangkat? siapa yg mengangkat riwayat kartini kalau bukan belanda? Belanda 
cenderugng akan mengangkat orang2 yang punya hubungan dekat dengan mereka.

Kereta, apa hubungannnya sejarah sama kereta? mbuh...saya cuma tergelitik 
dengan statement bahwa sejarah yang ditulis oleh orang asing adalah independen.

Saya sendiri sampe sekarang masih nyimpen buku G 30 S PKI yang diterbitkan 3 
bulan setelah kejadian dan "kejadian sebenarnya dibalik G 30 S/PKI-khusus 
beredar di kalangan perwira" terbitan 1 tahun setelah kejadian. mana yang 
benar? mbuh....tergantung situasi politik dan siapa yang berkuasa. makanya ada 
fakultas sastra jurusan sejarah.

resti

Pada 4 Mei 2011 13:33, anton <[email protected]> menulis:

koreksi :

tidak selamanya tulisan yg dibuat "orang bule (read : orang asing)" adalah 
selalu obyektif . Seringkali juga dipengaruhi oleh kedekatan si penulis sama si 
obyek atau unsur2 politis yg bisa menguntungkan negara dimana si  penulis 
tinggal..:D :D

Jadi sebelum anda baca buku , jgn berasumsi bahwa buku itu adalah "bagus" atau 
"obyektif" krn pengarangnya orang bule..:D :D ...

Ilmiah ? sebenarnya banyak yg bilang bahwa supaya terkesan ilmiah, masukkan 
saja kata2 yg rumit dan berkesan keren, maka sebuah buku akan menjadi 
"terkesan" ilmiah.. Hanya kalau menentukan sesuai dgn panduan akademis 
penulisan dan sesuai apa namanya kaidah2 ilmu pengetahuan , pengumpulan data 
dst.. barulah bisa ditentukan ilmiah atau tidak..:D

salam

anton

<deleted>


-- 
Salam,
Kendy - penggembira milis tinggal di Depok.

Kirim email ke