Mudah-mudahan artikel ini bisa menjadikan bahan renungan dan sekaligus menjadi pencerahan bagi kita semua...........
> From: [email protected] > To: [email protected] > Date: Wed, 1 Jun 2011 15:15:08 +0700 > Subject: [porsenipar] Driver Taxi Itu Trainerku > > Thanks Pak Yahya, artikel yang menyentuh ... > > Saya ingin memberi sedikit catatan -- menurut pendapat saya -- untuk para > isteri bahwa dalam berbakti kepada ibu posisi seorang isteri tetap dalam > keizinan suami khususnya yang mempunyai seorang ibu yang "dominan". > > Artinya, keizinan suami menjadi prioritas "satu titik di atas" sebelum > melakukan sesuatu untuk kepentingan dan dalam rangka berbakti kepada ibu. > Bukan dengan dalih berbakti, menafikan keizinan seorang suami. > > Jika ada yang keliru, silakan diluruskan. > > Wass / Jaerony.- > > > ----- Original Message ----- > From: <[email protected]> > To: <[email protected]> > Sent: Wednesday, June 01, 2011 1:48 PM > Subject: [porsenipar] Driver Taxi Itu Trainerku > > > > Driver Taxi Itu Trainerku > > BY JAMILAZZAINI ⋅ MAY 31, 2011 ⋅ POST A COMMENT > > > > Senin kemarin saya Sengaja “mengistirahatkan” driver yang selama ini > > setia menemani saya. Setelah jadwal training yang begitu padat saya > > khawatir ia jatuh sakit. Untuk memulihkan stamina, ia saya bebaskan > > mengantar saya. Hari itu, saya menggunakan jasa taxi, Blue Bird. > > > > Begitu saya naik taxi sang driver menyapa dengan kata-kata yang > > lembut dan bahasa tubuh yang mengesankan. Semakin saya ajak ngobrol, > > saya semakin “jatuh cinta” dengan driver itu. Dalam hati saya > > bergumam, “Pasti ada sesuatu di dalam diri driver ini sehingga > > pribadinya begitu mempesona. Saya ingin banyak belajar dengan driver > > ini.” > > > > Agar punya kesempatan yang lebih luas untuk ngobrol, driver ini saya > > ajak makan siang di salah satu restoran kesukaan saya di Bogor. > > Awalnya dia menolak, tetapi setelah saya “paksa” akhirnya ia > > bersedia menemani saya. Ketika saya tanya mau pesan apa, dia > > menjawab, “Terserah bapak.” Driver itu saya pesankan menu sama > > persis dengan pesanan saya: Sate kambing tanpa lemak dan sop > > kambing, masing-masing satu mangkok. > > > > Sebelum makan saya bertanya, “Tinggal dimana?” Dia menjawab, > > “Balaraja Tangerang.” “Berapa jam perjalanan ke pool?” sambung saya. > > Diapun menjawab, “Empat jam.” Saya terkejut, “Hah! Empat jam? Pergi > > pulang delapan jam. Kenapa gak nginep saja di pool?” Dia segera > > menjawab, “Saya harus menjaga ibu saya.” > > > > “Menjaga ibu?” batinku. Bagaimana mungkin menjaga ibu, sampai rumah > > jam 23.30 berangkat kerja jam 03.30 dini hari? Untuk mengurangi rasa > > penasaran, kemudian saya bertanya lagi, “Bukannya sampai rumah ibu > > sudah tidur, berangkat ibu belum bangun?” > > > > Dengan agak terbata dia menjawab, “Setiap saya berangkat ibu sudah > > bangun. Saya hanya ingin mencium tangan ibu setiap pagi sebelum > > berangkat kerja, sambil berdoa semoga saya bisa membahagiakan ibu.” > > Jawaban itu menusuk sanubariku, hanya sekedar mencium tangan ibu dan > > mendoakannya ia rela menempuh perjalanan delapan jam setiap hari. > > Sayapun ke belakang sejenak menghapus air mata yang mengalir di pipi. > > > > Kemudian saya bertanya lagi, “Apa yang kamu lakukan untuk > > membahagiakan ibu?” Dengan lembut ia menjawab, “Saya sudah daftarkan > > umroh di kantor.” > > > > “Maksudnya?” seru saya. Ia menjawab, “Kalau saya berprestasi dan > > tidak pernah mangkir kerja, saya berpeluang mendapat hadiah umroh > > dari kantor. Bila saya menang, hadiah umroh itu akan saya berikan > > kepada ibu tercinta.” > > > > Mendengar jawaban itu saya menarik napas panjang. Dengan nada agak > > bergetar ia melanjutkan, “Setiap hari saya pulang agar bisa mencium > > tangan ibu dan mendoakannya agar ia bisa pergi umroh. Saya > > benar-benar ingin membahagiakan ibu saya.” Mendengar jawaban itu, > > haru dan malu bercampur menjadi satu. Air matapun mengalir deras di > > pipiku. Malu karena pengorbananku untuk ibuku kalah jauh dengan > > driver taxi ini. > > > > Bila selama ini saya yang membuat peserta training berkaca-kaca. > > Hari ini Asep Setiawan, driver taxi itu, yang membuatku menangis > > tersedu. Dia telah menjadi trainer dalam kehidupanku. Ya, Asep > > Setiawan telah menjadi trainerku… bukan melalui kata-katanya tetapi > > melalui tindakannya. > > > > Salam SuksesMulia! > > > > > > -------------------------------------------------- > > Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 > > -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- > > -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- > > > > | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | > > ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 ------- > > > > > -------------------------------------------------- > Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 > -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===- > -= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =- > > | Official Website: http://www.porsenipar.web.id | > ------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 ------- >
