Senin, 06/06/2011 08:22 WIB 

Emosi Negatif Picu Stroke di Usia Muda
AN Uyung Pramudiarja - detikHealth





  
foto: Thinkstock
Chicago, Stroke bukan melulu penyakitnya orang tua, sebab orang muda juga bisa 
mengalaminya jika tidak menjaga kesehatan. Pada orang muda yang sudah memiliki 
faktor risiko, berbagai macam emosi negatif bisa memicu serangan stroke yang 
mematikan.

Menurut sebuah penelitian, 1 dari 4 orang pasien stroke di Amerika Serikat 
sudah mengalami serangan pada usia kurang dari 65 tahun karena terlambat 
menyadari faktor risikonya. Bahkan 1 dari 14 pasien stroke mengalaminya pada 
usia di bawah 45 tahun.

Dr Shyam Prabhakaran, MD, pakar kesehatan jantung dari Rush University 
mengatakan bahwa emosi negatif merupakan pemicu utama stroke di usia muda. 
Gumpalan plak yang menyumbat aliran darah ke otak sering terjadi ketika 
seseorang mengalami stres.

"Sekitar 50 tahun lalu orang tidak menganggap gangguan emosi sebagai penyakit. 
Namun sekarang kami menyadari betul adanya hubungan erat antara emosi dengan 
patologi," ungkap Dr Prabhakaran seperti dikutip dari MSN Health, Senin 
(6/6/2011).

Seperti disampaikan Dr Prabhakaran, berikut ini adalah beberapa pemicu emosi 
negatif yang juga bisa menyebabkan serangan stroke.

1. Stres
Jika bertanya pada dokter faktor apa yang memicu stroke, dokter akan menjawab 
tekanan darah tinggi, diabetes dan penyakit jantung. Namun jika pertanyaan yang 
sama diajukan ke pasien, sebagian pasti akan menjawab pengaruh stres juga 
sangat besar.

Stres yang tidak terkontrol bisa memicu terjadinya penggumpalan darah di otak. 
Gumpalan tersebut bisa menyumbat pembuluh darah, sehingga terjadilah serangan 
stroke yang disebut stroke iskemik.

2. Suka marah-marah
Penelitian terbaru dari National Institute of Aging menunjukkan, orang-orang 
yang pemarah dan tidak sabaran cenderung memiliki dinding pembuluh darah yang 
lebih tebal dibandingkan orang yang pembawaannya lebih tenang. Dinding yang 
tebal lebih berisiko menyumbat aliran darah.

Bahkan sekalipun tidak tersumbat, dinding yang tebal akan menghambat aliran 
darah di otak sehingga pasokan oksigen berkurang. Matinya sel-sel otak karena 
kekurangan oksigen juga bisa memicu stroke.

3. Kesepian
Dalam sebuah penelitian selama 4 tahun, para ahli dari University of Chicago 
mengungkap bahwa orang yang selalu merasa kesepian memiliki tekanan darah yang 
lebih tinggi. Dibandingkan orang yang banyak kawan, tekanan sistoliknya lebih 
tinggi 3,6 mmHg.

Tekanan darah yang tinggi adalah faktor risiko yang bisa memicu stroke. Jika 
pembuluh darah terlalu tipis atau rapuh, tekanan yang terlalu besar bisa 
membuatnya pecah dan terjadilah perdarahan di otak yang memicu stroke hemoragik.

4. Cek-cok rumah tangga
Jika kesepian dapat meningkatkan tekanan darah, pernikahan juga punya efek yang 
sama jika seseorang menjalaninya dengan tidak bahagia. Menurut penelitian 
American Stroke Association pada tahun 2010, keretakan rumah tangga bisa 
meningkatkan risiko stroke hingga 64 persen.

"Jika Anda menikah tapi tidak bahagia, Anda akan tetap merasa kesepian meski 
secara sosial tidak terisolasi. Efeknya sama saja dengan kesepian atau tidak 
punya teman," pungkas Dr Prabhakaran.


(up/ir) 

http://health.detik.com/read/2011/06/06/082259/1653673/766/emosi-negatif-picu-stroke-di-usia-muda

<<sinis-ts-dalam.jpg>>

Kirim email ke