Atas nama pribadi dan keluarga saya mengucapkan simpati dan rasa prihatin atas musibah yang terjadi khususnya yang terakhir: Pak Ribut dan Pak Dadan.
Di RT 2/14, yang saya ingat, ini kasus yang kedua (yang pertama menimpa Pak Nusirwan). Bedanya, yang pertama malingnya tidak diketahui sama sekali. Beberapa saat yang lalu, isteri saya juga bilang ada orang yang celingak-celinguk di depan rumah. Juga, yang mengaku-ngaku sebagai petugas PLN, di rumah depan. Waktunya antara jam 11:00 sampai jam 14:30. Karena terjadi di lintas RT (dan mungkin jadi fenomena se BDB-2), ada baiknya dari Pihak RW (atau koordinasi lintas-RW) sama-sama waspada dan lakukan gerakan serempak untuk - dalam jangka pendek - menghilangkan kerawanan apalagi menjelang puasa dan lebaran, dengan cara, misalnya : 1. 3 bulan ke depan (Ruwah, Puasa, Syawal) menugaskan seluruh Petugas Keamanan RT-RT untuk berjaga di siang hari pada jam-jam rawan tersebut, termasuk di hari Jum'at. 2. Memberi arahan teknis kepada "orang rumah" (pembantu, saudara, anak dsb.) untuk "tidak dengan mudah" menerima tamu dengan atas nama siapapun. 3. Mengunci gembok di pagar luar rumah, sehingga tamu tidak nyelonong masuk pekarangan. 4. Serentak (satu BDB-2) membuat spanduk dengan tulisan misalnya: "Awas Garong, Jangan ijinkan tamu memasuki pekarangan rumah, kecuali ada pesan dari Kepala Keluarga". Menempatkan beberapa spanduk tersebut di tempat yang strategis. 5. Menginventarisir dan melaporkan kejadian-kejadian tersebut (per satu semester terakhir misalnya) kepada Babinsa untuk dijadikan data statistic, syukur-syukur ada tindak lanjut. 6. Tiap rumah tangga tetap menjaga silaturahmi dengan tetangga terdekat dengan melakukan komunikasi dan tegur sapa untuk saling menjaga lingkungan. Demikian sedikit urun-rembug, semoga kejadian yang sama tidak terjadi BERULANG-ULANG. Kata orang bijak, "hanya keledailah yang nyemplung ke dalam lobang yang sama". Dan untuk kita semua, semoga kewaspadaan, melakukan tindakan aman/selamat dan menjaga lingkungan aman/selamat -- kapanpun dan di manapun -- menjadi bagian dari budaya kita, sekarang dan yang akan datang .. Wassallam / Jaerony.- _____ From: [email protected] [mailto:[email protected]] Sent: Friday, July 01, 2011 10:25 AM To: [email protected]; Jamaah Arroyyan Subject: Re: [rw14-2893] Turut Perihatin Assalamualaikum wr wb, Kami sampaikan rasa simpati kepada pa H Dadan dan pa Ribut atas musibah yang dialami semoga allah swt mengganti rejekinya berlipat ganda. Sebagai informasi, tadi pagi saya cerita ke orang di rumah untuk waspada yaitu mbak yg jaga anak anak saya dirumah. Ternyata komplotan ini sudah sering mondar mandir di sekitar kita dengan mengincar rumah yg ditinggal kerja, terutama yg bapak dan ibunya kerja. Kejadian minggu lalu dan bbrp mgg yg lalu juga, rumah pa Budi sebelah kiri sy sering kedatangan tamu tak diundang yang mengatasnamakan petugas PLN, PDAM maupun tkg service AC yg katanya dipanggil sama bapaknya utk ngecheck dlm rmh, tp sejauh ini bibi yg jaga rmh sdh waspada dan tdk mengijinkan masuk. Ini cerita dari bibi yg jaga rmh pa Budi karena bapak dan ibunya kerja. Kebetulan isteri sy dirumah jadi tdk dtg ke rmh sy, walaupun begitu kita harus tetap waspada dan sepertinya komplotan ini sdh tahu kondisi lingkungan kita dan hafal rumah mana yg ditinggal kerja bapak dan ibunya. Wassalam. Setia Dini Prasaja DV-12A Powered by "sdp" Telkomsel BlackBerryR _____ From: Rib Sant <[email protected]> Date: Thu, 30 Jun 2011 23:49:22 +0800 (SGT) To: <[email protected]>; Jamaah Arroyyan<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: RE: [rw14-2893] Turut Perihatin Kejadian serupa juga menimpa ke saya dulu minggu yang lalu, pas saat itu hari jum'at menjelang sholat jum'at ....mohon kordinasi antar RT .... mungkin juga perlu petugas keamanan siang hari ... --- Pada Rab, 29/6/11, jauhari mustofa <[email protected]> menulis: Dari: jauhari mustofa <[email protected]> Judul: RE: [rw14-2893] Turut Perihatin Kepada: [email protected], "Jamaah Arroyyan" <[email protected]> Tanggal: Rabu, 29 Juni, 2011, 12:52 PM Kami turut prihatin dan menyampaikan rasa simpati kami atas kejadian yang telah menimpa keluarga bapak Dadan. Dan sepertinya kejadian seperti ini sudah cukup sering terjadi baik di lingkungan kita maupun diluar lingkungan kita. Dan kadang-kadang si maling berhasil menggasak barang-barang berharga dan kadang-kadang gagal. Dan apesnya kali ini si penjahat berhasil menjalankan aksinya, dan pak Dadan-lah yang justru jadi korbannya. Dengan kejadian ini, kita semua kembali diingatkan untuk lebih waspada, dan kami berharap agar hal ini adalah kejadian terahir di lingkungan kita. Kepada pak Dadan kami doakan semoga Allah akan segera mengganti semua barang yang telah hilang......... Wassalam, Ary JM. _____ Date: Wed, 29 Jun 2011 10:12:27 +0800 From: [email protected] To: [email protected]; [email protected] Subject: [rw14-2893] Turut Perihatin Menurut Info pak Dadan, Kemarin sekitar jam 10:00 ada tiga (3) orang mengatasnamakan pegawai PLN akan mengecheck kondisi installasi listrik dirumahnya. Saat itu semua putra putri nya sedang di rumah semua dan ada pembantunya. Pembantunya mempersilahkan masuk karena penjelasan mereka yang meyakinkan, awalnya mereka diawasi oleh pembantunya tapi saat putra bungsu pak Dadan meminta susu maka mereka tanpa pengawalan dan tanpa diawasi, ketiganya mencoba melihat-lihat kondisi listrik di rumah, namun saat orang rumah lengah mereka memasukan barang berharga yang mereka lihat ke dalam tas mereka. Petugas PLN gadungan tersebut berhasil membawa laptop dan 2 buah HP di lantai 2 rumah pak Dadan. Kami turut perihatin atas kejadian tersebut semoga menjadi pelajaran bagi kita semua dan Allah akan mengganti dengan Rizki yang lebih baik dan lebih berlipat, Amin.. Mungkin pak Dadan atau umi Imas yang akan Share lebih lengkap kejadian... Mochamad Furqon BDB 2 - DK 3
