Kilometer 90-an Tol Cipularang Memang Banyak Gangguan Geopati
Posted on September 8, 2011 by akuindonesiana| Leave a comment
Sejumlah sopir bus yang setiap hari melintasi Jalan Tol Cipularang sudah maklum 
kalau ada orang yang berpendapat bahwa di jalur tersebut ada bagian yang 
angker, yakni dari Km 100 sampai Km 90 dari arah Bandung.

Di tempat itulah Saipul Jamil mengalami kecelakaan yang mengakibatkan istrinya, 
Virginia Anggraeni, meninggal, Sabtu (3/7) lalu. Lalu, Rabu (7/9) kemarin 
giliran sebuah mobil travel yang mengalami kecelakaan sehingga enam 
penumpangnya tewas.

"Km 90-an atau dekat tempat mobil Avanza yang dikemudikan Saipul Jamil 
mengalami kecelakaan itu masuk wilayah tempat pemujaan. Dari arah Bandung ke 
Jakarta, di sebelah kiri itu Gunung Hejo (Gunung Hijau-Red), tempat pemujaan, 
sedangkan sebelah kanan jalan adalah tempat kuncen," kata Wahyu (58), sopir bus 
MGI yang melayani rute Bandung-Depok.

Menurut Wahyu, Gunung Hejo yang sebenarnya berupa sebuah bukit itu tempat 
orang-orang memuja kepada makhluk halus. Mereka memuja dengan beragam tujuan. 
Jangan heran kalau pada waktu-waktu tertentu banyak mobil yang parkir di 
pinggir sebuah bukit bertangga. Di atas bukit itu ada sebuah makam yang 
dirimbuni pepohonan berusia puluhan tahun.

Di pinggir jalan tol itu tidak ada rumah kecuali rumah kuncen yang letaknya di 
pinggir jalan arah Jakarta - Bandung (di seberang bukit-Red). Warung itu kerap 
ramai dikunjungi orang, terutama pada hari-hari tertentu.

Gelombang geopati
Agus Budi Wibowo, ahli radiestesi dari Jakarta, pernah mengupas soal Jalan Tol 
Cipularang di Majalah Intisari. Menurut dia, di sepanjang jalur tol yang 
membentang mulai dari Pintu Tol Dawuan (di jalan tol Jakarta - Cikampek) hingga 
Padalarang terdapat sejumlah potensi gangguan dari gelombang geopati. Asalnya 
dari tanah dan aliran air. "Bisa saja (gelombang geopati itu) berpengaruh 
kepada mereka yang melintas," katanya.

Berdasarkan 'penglihatan' Agus melalui peta kawasan itu, setidaknya terdapat 
dua gangguan yang berasal dari tanah dan sembilan berasal dari air. Soal 
gangguan dari tanah, lokasinya antara Km 60 - 70 dan Km 86 - 90. Sedangkan 
gangguan dari aliran air umumnya membentang dari timur laut ke barat daya yang 
terbentang di jalan sepanjang 59 km itu.
"Gangguan terbanyak berasal dari tanah, air, atau `lainnya', ada di antara 
Kilometer 83 dan 93 seperti yang ada di peta. Untuk tahu persisnya, saya harus 
ada di lokasi," jelas murid Romo Lukman, ahli radiestesi dari Purworejo, ini.
Radiestesi adalah ilmu yang mempelajari lokasi sumber medan magnet dari Bumi. 
Gelombang medan magnetik yang umumnya berasal dari tanah, aliran air, atau 
bahkan supranatural, diyakini dapat mengganggu manusia. Ilmu ini dapat juga 
dipakai mencari gangguan di rumah, atau pada tubuh, dalam pengobatan.

http://akuindonesiana.wordpress.com/2011/09/08/kilometer-90-an-tol-cipularang-memang-banyak-gangguan-geopati/


Kirim email ke