INI BARU BERITA !!! Copy paste dari milis KRL-Mania ... Di Kompas ada juga beritanya di halaman 25 : "Kenaikan Tarif Ditunda".
Alhamdulillah, model-model "budeg dan tuli" bisa dieliminir oleh pemangku kepentingan yang masih waras ... +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++ Sodara-sodara, berikut ini laporan dari Komnas HAM tadi sore. Yang hadir: 1. Syafrudin Ngulma, Komisioner Komnas HAM, beserta beberapa rekan (maaf lupa catat nama dan jabatannya) 2. Hanggoro, Direktur Lalu Lintas, Ditjen Perkeretaapian Kemenhub 3. Handy Purnama, KAI (kalo ga salah staff ahli direksi) 4. Agus, YLKI 5. Ariyo, KRL Mania 6. Fathur, KRL Mania KCJ batal hadir, karena mendapat undangan mendadak dari Kemenhub. Wartawan ada beberapa, tidak seramai di Stasiun Sudirman kemarin. Poin-poin pertemuan: 1 Pak Syafrudin membuka pertemuan dengan mengungkapkan bahwa rencana kenaikan tarif CL berpotensi akan menimbulkan kerawanan sosial, bahkan mungkin kekerasan. Komnas HAM merasa perlu memanggil, karena pencegahan itu lebih baik. Kalau kerusuhan sudah terjadi, biaya kerugian lebih mahal. Jadi pertanyaan utama dari Komnas HAM adalah: apa antisipasi KAI/KCJ terhadap potensi kerawanan tersebut. Katanya dulu rencana nggak naik, malah ada rencana semua dibuat AC Ekonomi, tapi harga turun. Tp pertanyaan yg penting, entah harga jadi naik atau tidak, antisipasinya bagaimana? 2. Pak Handy, karena dari KAI, menyatakan bahwa dia tidak pada kapasitasnya untuk menjawab itu. Karena pelaksananya adalah KCJ. Jadi tidak bisa jawab, tapi dia membuka diri kalau diskusi. Dia menanyakan, kenapa tidak setuju tarif naik? Poin SPM mana yang tidak dipenuhi? Kan SPM juga tidak mungkin bisa dipenuhi 100%, terlalu ideal. Kenapa hanya SPM yang disorot, padahal banyak peraturan diatasnya yg tidak dipenuhi (oleh Ditjen KA). 3. KRL Mania, kenapa penumpang menolak naik, karena banyak SPM yang belum dipenuhi, kita punya datanya. Tapi yg hadir tidak lengkap, percuma kita bahas detail. Kita diundang ke Komnas HAM karena khawatir ada kerawanan sosial itu. Kenapa? Gagalnya pemenuhan SPM adalah satu hal. Tapi hal lainnya adalah apa tindak lanjut dari gagal itu? KCJ bukannya berbenah dengan mendengarkan penumpang, tapi malah sering menyakiti hati penumpang. Misalnya uji coba loopline langsung terus dilanjutkan jalan, tanpa mendengarkan feedback penumpang. Kemudian komentar soal "7000 kok minta nyaman". Jadi wajar penumpang marah ketika ada rencana tiket naik. 4. Pak Hanggoro, Ditjen KA menerima surat resmi dari KAI ttg rencana kenaikan ini terlalu mepet, baru tanggal 24 Sept kemarin. Dan itu pun tidak lengkap. Setelah diprotes, baru dilengkapi tanggal 25 Sept, itupun hanya lewat email. Jadi Pak Hanggoro secara pribadi tidak setuju tarif naik. Beliau sudah menyampaikan ke Ditjen KA. Keputusannya baru di meeting Kemenhub sore tadi (itulah kenapa KCJ ga hadir). 5. Agus, YLKI minta apa jaminannya pelayanan naik setelah tarif naik? (tidak terjawab). Jadi tadi tidak ada hasil yang mengerucut kepada keputusan apapun. Lebih banyak ke curhat, karena dari Komnas HAM pun ternyata banyak yang pengguna KRL. Bonus: Setelah dari Komnas HAM, kita telp-telpan dengan Usman Hamid, direktur Change.org, yang websitenya kita pakai untuk membuat petisi. Menurut dia petisi kita termasuk yang aktif. Dari Change.org tidak perlu membantu apapun, sudah mendapat pendukung yang banyak. Semoga perjuangan KRL Mania ada hasilnya. Jadi kita tunggu hasil rapat di Kemenhub tadi sore. Akankah ada berita baik buat kita? -- Salam, Ariyo http://www.change.org/BatalkanKenaikanTiketKRL
