10 menit terakhir setelah Milan memasukkan Robinho dan Bojan Kirkick sebenarnya 
adalah moment bagus Milan. Andai bisa buat gol dan pertandingan berkesudahan 
3-1, alias agregat 3-3, maka Milan yang melangkah ke perempat final karena 
unggul gol tandang. Sayangnya, Milan sudah kecapekan duluan meladeni permainan 
tiki-taka Barcelona. Welcome back Barca!

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Milan Beruntung di San Siro, Apes di Camp Nou
Doni Wahyudi - detikSport

Barcelona - Kalau saja tiang gawang tidak menggagalkan tembakan M'Baye Niang, 
hasil akhir laga Barcelona vs AC Milan bisa saja berbeda. Rossoneridiklaim sial 
di Camp Nou, meski juga beruntung bisa menang di San Siro.

Dalam posisi tertinggal 0-1, Milan punya peluang menyamakan kedudukan melalui 
Niang. Menusuk sendirian dan tinggal berhadapan dengan Victor Valdes, sepakan 
terarah pemain depan asal Prancis itu dimentahkan tiang gawang.

Momen tersebut jadi satu-satunya peluang terbaik Milan saat dikalahkan 
Barcelona 0-4 di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Padahal jika Niang 
bisa mencetak gol, peruntungan Rossoneri bisa lebih baik. Sebabnya, gol 
tersebut akan memberi tekanan buat The Catalans dan membuat Diavolo Rosso punya 
tabungan agresivitas gol tandang.

Tiang tersebut kemudian menjadi awal nasib buruk Milan karena sekitar dua menit 
berselang Lionel Messi mencetak gol keduanya. Ditambah dua gol lainnya dari 
David Villa dan Jordi Alba, Barca akhirnya menang agregat 4-2 dan lolos ke 
perempatfinal.

"Keberuntungan bersama kami di leg pertama saat bola pantulan mengarah ke 
Boateng (dan berujung gol pertama Milan di San Siro), kali ini keberuntungan 
itu menjauhi kami saat Niang membentur tiang gawang di sisi kanan," sahut 
Massimiliano Allegri di Football Italia.

Menyebut Milan tidak beruntung, Allegri tetap menyanjung tinggi Barcelona yang 
disebutnya sangat sulit untuk diredam. Poros Messi, Andres Iniesta dan Xavi 
Hernandez jadi sumber masalah Milan dalam pertandingan tersebut.

"Setelah 30 menit kami bermain lebih baik dan mereka mulai sedikit kelelahan, 
karena mereka tak mampu menjaga tempo tinggi. Sayangnya, kami nyaris 
melakukannya (bikin gol) dan kami melakukan sebaik yang kami bisa."

"Barcelona adalah tim terkuat di dunia. Messi dan Iniesta terus menggiring bola 
dengan sangat tenang, Xavi juga sangat tajam. Saya harus menyanjung skuat saya 
untuk tidak menyerah hingga akhir, karena mereka bisa saja menyerah," papar 
Allegri.

( din / cas )
detik.com

Kirim email ke