Ass Wr Wb,
Mas Yazid terima kasih banyak ... Insya Allah ini ilmu bermanfaat.

> -----Original Message-----
> From: Yazid Hasan [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 01 Agustus 2000 9:48
> To:   '[EMAIL PROTECTED]'
> Cc:   '[EMAIL PROTECTED]'
> Subject:      Hikmah 
> 
> 
> Assalamu Alaikum
> 
>       Dari semua kejadian ada hikmahnya,
> 
> Saya cuman mengutip cerita seorang guru ngaji (nyambung lidah),
> 
> Versi Suroboyoan,
>       
>       " Dulu pada jamannya Rosullullah saw, ada seorang sahabat yang
> dulunya bekas pemabuk, jagal dsb. Kemudian dia sadar dan akhirnya menikah
> dan dia anggap sebagai karunia dari Allah SWT, dan tidak beberapa lama
> juga dikaruniai seorang anak yang lucu. Beliaunya ini rajin datang ke
> masjid untuk berjamaah dan pada suatu ketika tidak datang dibarisan saf
> yang ada. Kemudian nabi bertanya "Di manakah si Fulan kok tidak biasanya
> ia tidak berjamaah ?", ada sahabat lain yang memberi tahukan bahwa
> beliaunya ini telah kehilangan putranya.
>       
>       Sepulang dari sholat berjamah di masjid nabi berkunjung ke rumah
> beliaunya, dan ditanyakan oleh nabi "kenapa wahai fulan engkau tidak
> datang berjamaah ?", maka jawab si fulan " Allah tidak adil, saya sudah
> beribadah bersungguh-sungguh kemudian saya dikaruniai seorang anak dan
> saya tingkatkan ibadah saya, kok anak saya sedang lucu-lucunya di panggil
> (meninggal) oleh Allahg ", si fulan bercerita dengan menahan emosinya.
> Kemudian nabi berkata " Maukah kamu saya beri kabar gembira ? ", maka nabi
> menceritakan " Nanti pada suatu saat matahari tepat di atas kita (di
> padang mashar), orang-orang pada kehausan mencariair minum, datanglah
> seorang bayi membawa gelas berisi air minum dan orang-orang saling berebut
> untuk menjangkaunya tetapi tidak bisa (krn bukan miliknya) kemudian bayi
> itu menuju ke seseorang dan memberikan minum kepadanya. Kemudian ia
> menunggu di dekat orang tersebut, sampai suatu saat oleh malaikat disuruh
> kembali ketempatnya (surga) tapi si bayi ini tidak mau sambil berucab "
> aku tidak mau kembali ketempatku kalau tidak dengan abaku( bapakaku) ",
> dan oleh malaikat diulang tiga kali dan begitu terus jawab sang bayi.
> Sampai akhirnya dengan perintah Allah SWT " Ya tuntunlah abamu ke surga ".
> Kenudian Rosullullah saw menerangkan siapa bayi tersebut, yaitu bayi
> (anak-anak) yang meninggal waktu kecil dan orang tuanya sabar waktu
> ditinggalkannya.
>       Kalau dilihat dari cerita tersebut maka hikmah yang terkandung
> terlihat sangat-sangat jelas. Bisa jadi si anak kalau sudah besar jadi
> lawan untuk bapaknya atau bikin jengkel, oleh sebab itu bener sekali kata
> mas mahfud tadi kalau semua kejadian itu mesti ada hikmahnya dan untuk
> orang yang patuh kepada Allah SWT hikmahnya pasti lebih besar. 
> 
>       "Dadine, nek weruh ilmune iku kabeh dadi gampang lan enteng di
>        lakoni. Mangkane ayo kabeh podo nambahi ilmu terutama ilmu agomo"
> 
> Untuk mas Prazz dan istri semoga diberi kesabaran dan ketabahan, dan
> semoga cerita ini dapat menambah kesabaran.
> 
> 
>       " Anake uwong iku akeh salahe, aku iki cuman penyambung lidahe "
> 
> Kalau ada kekurangannya mohon dimaafkan.
> 
> Wassalamu Alaikum  
>  

Kirim email ke