Rek,
Setelah terjadi debat kusir antara arek nabel and garuda + indovision yg
berakhir dgn kesadaran msg2, mungkin bagi diluar angkatan '89, menganggap
itu sgt2 keterlaluan, tapi begitu lah adanya.....si 'zakar', oglex, klopo,
emang dari sononya begitu....mau dirubah...uaangel rek.....wong Modesta
(angk piro glex) angkat tangan kok ambik oglex (embuh bojo-ne oglex saiki),
opo maneh kene sing notabene mek konco.....tapi iya begitu lah........:-)
btw, mungkin milis kita lama (yg alumni-poltek, bukan yg alumni-pens) itu
saja dijadikan wadah kanggo arek2 iki, mben ngga' ngerusui sing
liane.....setuju ngga' glex.....yu sbg moderator..........

aku rodo tergelitik nanggapin topik kita dibawah ini.....
Pada dasarnya HP (khususnya GSM) itu menggunakan daya yg sgt kecil (embuh
piro, kiro2  < 50 mwt), itu pun berfluktuasi sesuai dgn kekuatan sinyal yg
dia terima, karena pada GSM ada yg namanya power control, jadi kalau HP
menerima sinyal kecil, maka HP akan memancarkan daya yg lebih besar and vice
versa.
Sampai sekarang belum ada hasil penelitian yg menyatakan bahwa pancaran
gelombang mikro dari HP menyebabkan kanker otak, cuma teorinya bilang
begitu, berdasarkan analisa dimana gelombang elektromagnetik itu bisa
menyebabkan kerusakan pada sel tubuh, kalau intensitas sinyal itu sgt besar
dan terjadi terus menerus, (coba kita bandingkan dgn teman2 yg kerja di
stasiun bumi) yg kekuatan sinyalnya bisa sampai 1000 Watt. Kenyataannya
mereka sehat2 dan tetap mendapatkan keturunan. :-)

Kalo utk antena directional, Saya pikir sulit utk diterapkan. Seperti kita
tahu teknologi seluler itu terdiri dari sel2 (sbg pemancar) yg membentuk
suatu rantai jaringan. Kita berada pada posisi X, dimana hanya menerima
sinyal dari satu sisi, (misal dari selatan kita). Padawaktu  mau bikin call,
kita tidak tidak tahu sinyal itu berasal dari mana (bagi operator selular
hal itu bisa di cek, dgn HP S4 Siemens misalnya, tapi bagi org awam sulit
khan). Ternyata pada waktu itu antena HP-nya yg directional menghadap ke
utara (yg notabene tidak ada sinyal). Maka bikin call-nya akan gagal, kalo
ternyata hal ini terjadi during make call, so call drop will be happened.

Saran Saya :
*       Kalo udah bener2 diangkat oleh lawan bicara, HP baru di tempelin di
kuping. Ini utk menghindari radiasi yg besar pada waktu start make call.
*       Kalo tdk penting banget, hindari bikin call pada daerah yg sinyalnya
kecil, disamping bikin senewen karena bad voice quality, juga GSM (geser
sedikit mampus), juga pd saat itu HP akan memporsir dayanya agar mendapatkan
sinyal yg baik.

Ok, tanggapan dari teman yg lain, agar diskusi ini lebih gayeng,

note: sorry rek suwih ora muncul maklum rodo sibuk.....

Gathmir
TB'89


> ----------
> From:         Arif Avianto[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To:     [EMAIL PROTECTED]
> Sent:         Jumat, 11 Agustus 2000 09:22 
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      RE: trend teknologi celluler
> 
> teknologi celluler yg save ???
> ono ....
> 
> nggawe kalen ambek benang wae .... di-ulur rodo kenceng ....
> dijamin gak ono otak panggang (roasted brain)
> trus yo dijamin gak ono kuping bakar (well-done ear)
> 
> :0 klopo
> 
> 
> At 10:57 11/08/00 +0900, rudi wrote:
> >adakah technologi celluler yang save ?
> 

Kirim email ke