Home Halaman Muka
Sajian
Khusus
Komputer
Energi
Elektronika
|
|
 |
|
PendahuluanKemajuan teknologi komunikasi pada saat ini terasa
begitu cepat. Hal ini tampak dari terus berkembangnya berbagai macam jenis
telepon, dari jenis telepon kabel yang konvensional sampai dengan jenis
telepon nir kabel seperti handy talky atau "ht", telepon seluler atau
sering disingkat "ponsel" dan jenis terakhir yang sedang dikembangkan
adalah telepon yang dilengkapi dengan layar monitor untuk melihat lawan
bicara yang dinamakan juga "tvphone". Telepon nir kabel, khususnya telepon
seluler yang sudah banyak dipasarkan pada saat ini mempunyai frequensi 450
MHZ dan 900 MHz. Ponsel dengan frequensi 1800 MHz dalam waktu dekat ini
akan mulai memasuki pasaran dan sudah barang tentu akan ditawarkan dengan
berbagai macam kelebihan dibandingkan dengan ponsel yang sudah ada. Bila
dilihat dari frequensi yang digunakan, maka panjang gelombang
elektromagnetik yang dipancarkan dari ponsel akan berkisar antara 1 meter
sampai dengan 0,01 meter. Oleh karena komunikasi menggunakan ponsel akan
megeluarkan gelombang elektromagnetik, maka radiasi elektromagnetik yang
keluar dari emiter ponsel secara teoritis akan berdampak pada tubuh
manusia, khususnya bagian kepala sekitar telinga. Tulisan ini akan
menjelaskan secara garis besar energi radiasi yang keluar dari emiter
ponsel dan pengaruhnya terhadap jaringan tubuh.
Latar BelakangKemajuan teknologi dan industri selalu dimanfaatkan
oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah terbukti bahwa
teknologi dan industri yang maju identik dengan tingkat kehidupan yang
lebih baik. Tingkat kehidupan yang baik selalu mengusahakan
kemudahan-kemudahan dalam berkomunikasi, antara lain dengan diciptakannya
telepon seluler yang disingkat ponsel suatu jenis telepon nir kabel yang
mudah dibawa kemana-mana dan praktis karena ukurannya yang kecil sehingga
mudah dimasukkan ke dalam saku. Perkembangan kecanggihan ponsel saat ini
menggelitik para ahli radiasi untuk melihat seberapa jauh kemungkinan
pengaruh adanya radiasi gelombang elektromagnetik yang dipancarkan oleh
emiter ponsel terhadap tubuh manusia.
Suatu penelitian yang pada saat ini sedang dilakukan di
Universitas Lund (Swedia) menunjukkan bahwa radiasi yang dipancarkan oleh
ponsel dapat mempengaruhi fungsi enzim dan protein. Penelitian yang
dilakukan terhadap tikus percobaan menunjukkan adanya perubahan biokimia
dalam darah tikus, yaitu terjadinya perubahan protein albumin yang
berfungsi dalam memasok aliran darah ke otak. Professor Leif Salford
seorang peneliti masalah dampak pemakaian ponsel terhadap kesehatan,
mengatakan bahwa gelombang mikro yang keluar dari ponsel dapat memicu
timbulnya penyakit "alzheimer" atau kepikunan lebih awal dari usia
semestinya. Alzheimer adalah salah satu penyakit yang menyebabkan
menurunnya kemampuan berfikir serta kemampuan mengingat-ingat atau memori,
sehingga gejala penyakit alzheimer mirip dengan orang tua yang pikun.
Walaupun belum terbukti secara langsung bahwa penggunaan ponsel adalah
penyebab utama timbulnya penyakit alzheimer, namun menurut Prof. Leif
Salford akibat yang mungkin ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik dari
ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja, tapi harus secara cermat
diteliti segala kemungkinan yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian ponsel.
Hal ini sebenarnya disebabkan karena kekhawatiran manusia berdasarkan
pengalaman 80 tahun yang lalu, yaitu pada saat para dokter waktu itu
senang menggunakan pesawat sinar-x (pesawat Roentgent) untuk berbagai
keperluan diagnosis. Oleh karena pada waktu itu belum diketahui dampak
pemakaian sinar-x, maka dokter menggunakannya tanpa memakai pakaian
proteksi radiasi atau jas apron, sehingga setelah berselang beberapa tahun
ternyata banyak dokter yang menderita kanker kulit. Nah, atas dasar
pengalaman ini maka para ahli saat ini sedang berusaha untuk meneliti
kemungkinan adanya dampak dari pemakaian ponsel terhadap kesehatan
manusia.
Dasar TeoriTelepon seluler atau ponsel yang banyak digunakan oleh
masyarakat saat ini, memang sangat membantu dalam hal kemudahan
berkomunikasi. Ukuran ponsel makin lama makin kecil agar lebih praktis
mudah dimasukkan ke dalam saku dan kelebihannya makin lama makin canggih.
Kecanggihan dan kelebihan ponsel tidak lain adalah waktu selalu ditemukan
hal yang baru. Akan tetapi satu hal yang perlu diingat bahwa pancaran
sinyal dari emiter ponsel selalu mengikuti kaidah pancaran radiasi
gelombang elektromagnetik.
Spektrum gelombang elektromagnetik dikelompokkan berdasarkan
panjang gelombangnya atau bisa juga dikelompokkan berdasarkan
frequensinya. Mengenai spektrum gelombang elektromagnetik berdasarkan
panjang gelombangnya atau frequensinya dapat dilihat pada Tabel 1.
| No. Jenis gelombang elektromagnetik: |
Panjang gelombang (m) |
Frequensi, (Hertz) |
|
1. Gelombang radio: a. Radio gelombang panjang b. Radio
gelombang pendek c. Komunikasi bands. d. Televisi
2. Gelombang Mikro: a. Radar 3. Infra merah 4. Cahaya
tampak 5. Ultra ungu 6. Sinar - X 7. Sinar gamma
|
109 - 10-3 109
- 103 103 - 10 105 -
10-3 10 - 10-1 10 - 10-5
10 - 10-3 10-3 - 10-6
10-6 - 10-7 10-7 -
10-10 10-8 - 10-12
10-10 - 10-16 |
1 - 1011 1 - 105
105 - 107 103 -
1011 107 - 109
107 - 1013 108 -
1011 1011 - 1014
1014 - 1015 1015 -
1019 1016 - 1021
1018 - 1025 |
|
|
|
|
|
Berdasarkan tabel tersebut di atas , tampak bahwa pancaran gelombang
elektromagnetik dari ponsel dengan frequensi antara 450 - 1800 MHz telah
memasuki daerah gelombang mikro seperti halnya radar. Bila dilihat
energinya, maka pancaran gelombang elektromagnetik dari ponsel akan
menghasilkan energi yang mengikuti persamaan berikut ini: E = h
u = h c/l
dimana: E = energi yang dihasilkan, erg. h =
konstanta planck, 6,62 x 10-27 erg detik c =
kecepatan cahaya, 300.000 km/detik = 3.1010 cm /
detik l = panjang gelombang. Kalau panjang gelombang
elektromagnetik yang dipancarkan oleh ponsel diambil 10-2
meter, maka energi elektromagnetik yang akan dihasilkan dapat dihitung
sebagai berikut; E = 6,62.10-27 x 3.1010 /
(10-2.10-2 ) =
19,86.10-17 erg Karena ; 1 eV =
1,6.10-12 erg Maka : E
=(19,86.10-17)/(1,6. 10-12)eV. = 12,41 .
10-5 eV = 1,241 . 10-6 eV
Dampak Radiasi PonselHasil perhitungan tersebut di atas
menunjukkan bahwa quantum energi yang ditimbulkan oleh radiasi
elektromagnetik ponsel, secara kuantitas relatif masih kecil karena hanya
berkisar seper sejuta elektron Volts. Namun kalau jarak sumber radiasi
dengan materi, yaitu jarak antara pesawat ponsel dengan kepala (khususnya
telinga) diperhitungkan, maka dampak radiasi elektromagnetik yang
dipancarkan oleh ponsel tidak boleh diabaikan begitu saja. Alasannya
adalah karena intensitas radiasi elektromagnetik yang diterima oleh materi
(kepala khusus bagian telinga), akan berbanding terbalik dengan kuadrat
jarak, artinya makin dekat dengan sumber radiasi (ponsel) akan makin besar
radiasi yang diterima. Persoalan akan lebih menarik lagi, kalau waktu
kontak atau waktu berbicara melalui ponsel diperhitungkan, maka akumulasi
dampak radiasi akibat pemakaian ponsel perlu dicermati lebih jauh lagi.
Hal-hal inilah yang pada saat ini sedang diteliti oleh Prof. Leid Salford,
yaitu dampak radiasi elektromagnetik ponsel terhadap tubuh manusia.
Pengamatan lebih jauh mengenai dampak radiasi elektromagnetik ponsel
terhadap tubuh manusia, ternyata mempunyai kemiripan dengan dampak radiasi
elektromagnetik yang ditimbulkan oleh radar. Pesawat radar sejauh ini
telah diduga mempunyai dampak terhadap manusia yang berada pada sekitar
instalasi radar. Dampak tersebut adalah kemampuan radar mengagitasi
molekul air yang ada dalam tubuh manusia. Perlu diingat bahwa sel-sel yang
terdapat dalam tubuh manusia sebagian besar mengandung air, maka dampak
agitasi terhadap molekul air perlu mendapat perhatian yang seksama.
Agitasi yang ditimbulkan oleh radiasi elektromagnetik. Kalau intensitas
radiasi elektromagnetiknya cukup kuat, maka molekul-molekul air
terionisasi, dampak yang ditimbulkan mirip dengan akibat yang ditimbulkan
oleh radiasi nuklir. Peristiwa agitasi oleh gelombang mikro yang perlu
diperhatikan adalah yang berdaya antara : 4 mW/cm2 ~ 30
mW/cm2. Agitasi bisa menaikkan suhu molekul air yang ada di
dalam sel-sel tubuh manusia dan ini dapat berpengaruh terhadap kerja
susunan syaraf, kerja kelenjar dan hormon serta berpengaruh terhadap
psikologis manusia. Menurut para ahli, untuk waktu kontak yang cukup lama,
ada kemungkinan terjadi sterilisasi terhadap organ reproduksi. Hal-hal
inilah yang kemungkinan diduga sebagai penyebab timbulnya penyakit
"alzheimer" yang pada saat ini tengah diteliti oleh Prof. Leid Salford.
Alzheimer atau timbulnya kepikunan yang terlalu dini, sudah barang tentu
sangat merugikan manusia karena jelas akan menurunkan produktivitas kerja
seseorang.
Hal penelitian mengenai pengaruh gelombang mikro terhadap tubuh manusia
menyatakan bahwa untuk daya sampai dengan 10 mW/cm2 masih
termasuk dalam nilai ambang batas aman. Nilai ambang batas aman sebesar 10
mW/cm2 ini berlaku di Amerika, sedangkan untuk negara-negara
lain belum dicapai kata sepakat berapa sebenarnya nilai ambang batas aman
tersebut. Sebagai contoh, Rusia menetapkan nilai ambang batas aman adalah
0,01 mW/cm2, jauh lebih kecil (1/1000 nya) nilai ambang batas
aman yang ditetapkan oleh Amerika. Jadi mengenai penetapan nilai ambang
batas aman masih perlu diteliti lebih jauh lagi, demi keselamatan pemakai
gelombang mikro termasuk pula terhadap pemakaian ponsel. Kekhawatiran
terhadap adanya radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh ponsel,
ternyata telah dimanfaatkan secara psikologis oleh produsen peralatan
proteksi radiasi yang ditimbulakan oleh ponsel. Pada saat ini memang telah
diperdagangkan suatu alat yang dikatakan dapat memproteksi radiasi yang
ditimbulkan oleh pontel, terutama yang katanya dapat menembus dan
mempengaruhi jaringan otak manusia. Seberapa jauh efektifitas alat
proteksi radiasi yang ditimbulkan oleh pemakaian ponsel, sejauh ini masih
perlu diteliti kebenarannya. Namun yang jelas, dampak psikologis terhadap
kemungkinan adanya pengaruh radiasi elektromagnetik yang dikeluarkan oleh
ponsel, telah dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menjual peralatan
proteksi tersebut. Peralatan proteksi radiasi tersebut ada yang berlabel
buatan Amerika dan berbentuk cincin yang menurut "petunjukknya" harus
ditempelkan pada bagian telinga agar radiasi elektromagnetik dari ponsel
tidak sampai ke jaringan otak. Harga yang ditawarkan untuk peralatan
proteksi radiasi tersebut berkisar Rp 25.000,- per buah. Ada juga
peralatan lain yang dikatakan sebagai reduktor radiasi elektromagnetik
ponsel berupa loudspeaker telinga yang dilengkapi dengan extension kabel
atau lebih populer dengan sebutan alat "hands free". Dengan alat hands
free ini orang dapat berkomunikasi via ponsel tanpa memegang ponsel. Harga
peralatan jenis terakhir ini ditawarkan dengan harga bervariasi antara Rp.
50.000 � Rp. 80.000,- tergantung dari jenis / merk ponselnya. Alat ini
agaknya masih dekat denga tubuh karena pada umumnya dimasukkan ke dalam
saku baju. Namun sekali lagi, seberapa jauh efektifitas peralatan proteksi
radiasi elektromagnetik tersebut, kiranya masih perlu diteliti lebih
lanjut. Satu hal yang pasti dan perlu diperhatikan adalah berkomunikasilah
dengan ponsel seperlunya saja, agar waktu kontaknya singkat sehingga dosis
yang diterima kecil dan waktu kontak yang singkat juga berpengaruh
terhadap kantong Anda, karena menghemat pemakaian pulsa ponsel.
Daftar Acuan
- Wisnu Arya Wardhana: "ENERGI VIA SATELIT SEBUAH GAGASAN UNTUK ABAB
21", Majalah Energi Edisi No. 7 Tahun 2000, Yogyakarta, 2000.
- Wisnu Arya Wardhana: "RADIOEKOLOGI", Penrbit Andi Offset,
Yogyakarta, 1996.
- Ioc-o.: "PONSEL PENGARUH KEMAMPUAN BERFIKRI", harian Kedaulatan
rakyat Yogyakarta, Edisi 9 April 2000.
- Sarbacher R.I.: "ENCYCLOPEDIC AND DICTIONARY OF ELECTRONICS AND
NUCLUER ENGINEERING", Prentice Hall, Englewood Clifffs, New Jersey.
- James Stokley : "ELECTROMAGNETIK RADIATION", The New Book of
Populair Science, Grolier Incorporated, 1984.
Wisnu Arya
Wardhana, Widyaiswara BATAN PATN-BATAN, Jl. Babarsari, Kotak Pos 1008,
Yogyakarta |