Babi tidak kompatible dengan tubuh manusia
Percobaan 'pabrik' organ manusia dengan menggunakan babi dihentikan

Berita IPTEK
Selasa, 15 Agustus 2000, 14:29:27 Wib

LONDON (Reuters)--Keberhasilan kloning mamalia dewasa, domba si Dolly, telah membawa harapan baru bagi dunia kedokteran khususnya, untuk melakukan 'mass production' organ tubuh manusia untuk kepentingan tranplantasi.

Para peneliti di Edinburgh Roslin Institute, tempat
domba si Dolly lahir, memulai penelitian terhadap babi sejak 2 tahun yang lalu dengan tujuan 'menciptakan' babi melalui rekayasa genetika sehingga mempunyai organ-organ yang bisa diterima oleh tubuh manusia
pada saat dicangkokkan. Proses transplantasi dari babi ke tubuh manusia ini disebut xenotransplantation.

Akan tetapi harapan itu kandas setelah para peneliti itu mengumumkan akan menghentikan penelitian mereka terhadap babi seperti yang dimuat dalam koran the Scotland on Sunday edisi 13 Agustus yang lalu. "Kami sedang dalam proses untuk mengurangi penelitian terhadap babi," kata Professor Ian Wilmut, pengklon Dolly dan yang memimpin penelitian itu. "Bukan berarti sekarang sudah selesai, tetapi akan dihentikan sebelum terlalu jauh," katanya.

Alasan utama penghentian itu adalah karena kekhawatiran akan tersebarnya sejenis virus ganas yang bisa membunuh manusia. Dikatakan dalam koran tersebut bahwa Geron Bio-Med Ltd yang berpusat di California, sebagai penyandang utama dana penelitian di Roslin Institute mengemukakan akan resiko tinggi akan tertularnya penyakit ganas pada proses transplantasi binatang ke manusia.

Sebelumnya para ilmuwan mengarahkan penelitiannya kepada babun karena dianggap lebih dekat dengan manusia. Tetapi dari hasil percobaan menunjukkan bahwa organ babun lebih banyak ditolak oleh tubuh manusia. Penelitian kemudian beralih ke babi karena secara fisiologis babi adalah binatang mamalia yang paling dekat dengan manusia.

Dengan teknologi rekayasa genetika maka babi bisa 'dibuat' mempunyai organ yang mirip dengan organ yang dimiliki oleh manusia. Kemudian dengan teknologi kloning babi yang demikian bisa 'diproduksi' secara besar-besaran. Pada bulan Maret yang lalu perusahaan Scotlandia PPL Therapeutics telah berhasil melakukan klon 5 ekor babi yang mempunyai organ yang bisa diharapkan mirip dengan organ manusia. Dengan demikian apabila tekonologi ini berhasil, kelangkaan organ yang merupakan masalah utama proses tranplantasi organ selama ini bisa diatasi.

Akan tetapi kekhawatiran kekhawatiran akan kemungkinan tersebarnya virus babi yang ganas ke tubuh manusia kemudian muncul yang akibatnya bisa fatal bagi tubuh penerimanya. Virus adalah sejenis 'makhluk' yang tidak dikategorikan sebagai binatang maupun tumbuhan, yang biasanya mempunyai ketahanan yang besar terhadap
suhu yang sangat tinggi sekalipun pada saat meng-host kepada induknya. Beberapa tahun yang lalu juga dilaporkan akan adanya virus babi yang mampu menembus inti sel hingga mempengaruhi DNA host-nya hingga diwariskan ke DNA keturunannya. Virus HIV yang sampai sekarang belum diketemukan obat yang efektif untuk melawannya adalah salah satu jenis virus yang dalam fase pertumbuhannya walaupun hanya sementara masuk dalam DNA induknya.

Kalau ada sejenis virus yang bisa mempengaruhi DNA manusia hingga diwariskan ke keturunannya, maka bukanlah mustahil virus itu bisa juga mempengaruhi fungsi fisiologis yang membangun karakter fisik manusia seperti nafsu. Adakah hal ini merupakan salah satu hikmah diharamkannya babi secara dzatnya? Wallaahu'alam.

Kirim email ke