Assalamu'laikum wr. wb..
Hendaklah guyonan-guyonan macam ini, tidak disandarkan kepada suatu yang ghaib,
karena sangat berbahaya bagi aqidah ke- Islaman kita. Coba bagaimana orang
berani bergurau dengan suatu yang besar yaitu kematian itu, yang niscaya hanya
sedikit orang yang selamat dari adzab kubur. Sebuah kisah yang menarik  dari
sebuah hadist yang shahih yang pernah saya dengar dari seorang ustadz, sayang
saya lupa dari kitab apa kisah itu diambil . Seorang sahabat Rasulullah Sa'ad
bin Muaz meninggal,  seorang sahabat yang luar biasa jasanya terhadap Islam
ketika perang melawan orang-orang  Yahudi, sahabat Rasulullah saw ini memenggal
ratusan kepala orang Yahudi, maka rasulullah bersabda " Dia diiringi  oleh
70.000 malaikat ke quburnya, akan tetapi dia tidak akan lepas dari himpitan
qubur".
Bagaimana dengan kita apa jasa kita terhadap Islam, apakah kita membayangkan
berapa malaikat yang akan mengiringi kita ke qubur?
Saya menasehatkan kepada teman-teman untuk tidak bergurau dengan suatu hal yang
ghaib, yang tidak ada sedikitpun kita ilmu tentangnya. Seperti kisah teman kita
ini, dapat  menjadikan orang menganggap ringan sebuah peristiwa dahsyat setelah
kematian, yaitu alam qubur, yang ujung-ujungnya akan melemahkan iman kita
tentang adanya adzab kubur. Hadzanallahu wa iyyakum.

Rudy Swardani wrote:

> > Ada 3 orang cowo ditanya malaikat di alam kubur.
> > Malaikat : Kamu, coba ceritakan kenapa kamu sampai ada disini?
> >
> > Orang I :
> > Oh, begini... Waktu saya pulang dari kantor, saya melihat seorang
> > laki-laki di kamar tidur saya. Saya jadi curiga. Pasti Istri saya lagi
> > serong.
> > Langsung saja saya dobrak pintu kamar saya. Saya lihat istri saya cuma
> > pakai handuk saja. Saya tambah yakin dan mencari laki2 tadi. Saya
> > cari ke mana2 tidak ada. Tanpa sengaja saya melihat ke  balkon kamar saya
> > ada bayangan seseorang yang sedang bergelantungan. Langsung saja saya
> > injak tangannya.
> > Sampai dia terjatuh. Tapi sayangnya dia masih sempat selamat
> > bergelantungan di lantai 7 (karena saya berada di lantai 12). Karena saya
> > emosi langsung aja saya angkat KULKAS yang ada di kamar saya dan saya
> > lempar tepat dikepalanya. Dia terjatuh dan mengeluarkan darah yang banyak
> > sampai Mati.
> > Nah... karena saya ini punya penyakit jantung, ketika melihat darah
> > mengalir, jantung saya kumat dan saya mati...
> >
> > Malaikat : Oh... gitu. Kalo kamu, gimana ?
> >
> > Orang II :
> > Waktu itu saya habis mandi. Saya tinggal di sebuah apartemen di lantai 16.
> > Selesai mandi saya melihat ada bayangan di balkon kamar saya.
> > Saya curiga, kemudian melihatnya. Eh, saya terpeleset dan jatuh. Untung
> > saya bisa pegangan di lantai 12.Tiba-tiba ada orang keluar dari kamar
> > itu sambil menginjak-injak tangan saya. Saya bingung, kok bukan
> > ditolongin,
> > malah marah-marah. Karena kesakitan, tangan saya terlepas dan saya jatuh
> > lagi.
> > Untungnya saya masih sempat pegangan di lantai 7. Orang yang
> > menginjak tangan saya tadi semakin marah. Kemudian dia lempar KULKAS
> > ke kepala
> >
> > Malaikat : Kalo kamu ?
> >
> > Orang III :
> > Waktu itu saya lagi kencan dengan seorang wanita. Tiba-tiba
> > suaminya datang dan saya langsung ngumpet di dalam KULKAS. Entah kenapa
> > tau-tau saya sudah berada disini...
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
begin:vcard 
n:;mulyono
x-mozilla-html:FALSE
adr:;;;;;;
version:2.1
fn:mulyono
end:vcard

Kirim email ke