Semikonduktor organik
Bahan Elektronik Ramah Lingkungan
Berita IPTEK
Rabu, 13 September 2000, 12:35:24 Wib
Dewasa ini bahan semikonduktor organik mendapat perhatian baik dari kalangan
peneliti maupun industri. Hal ini dikarenakan sifatnya yang ramah
lingkungan, dalam arti mudah hancur dalam alam. Sehingga sampahnya tidak
merusak lingkungan.
Semikonduktor organik telah menjadi perhatian dalam dunia penelitian sejak
50 tahun yang lalu. Bahan organik dengan kandungan karbon, hidrogen dan
oksigen, telah menarik perhatian para peniliti, karena ikatan antar molekul
yang lemah dalam keadaan solid , dapat menjadikan bahan organik sebagai
bahan insulator dan semiconductor. Akhir-akhir ini diketahui juga bahwa
bahan organik semiconductor bersifat photoconductive dibawah sinar biasa.
Penemuan ini menarik perhatian industri untuk aplikasi dalam
electrophotography dan tabung sinar dalam LCD (Liquid Crystal Display).
Penelitian organic LED (Ligh Emitting Diode) (OLED) mulai mendapat perhatian
sejak research group dari Eastman Kodak melaporkannya tahun 1987 dengan
molekul kecil sebagai bahannya, kemudian di susul dengan peniliti dari
Cambridge University pada tahun 1990, dengan menggunakan polymer sebagai
bahannya.
Selain aplikasi dalam OLED, aplikasi untuk pembuatan transistor juga
mendapat perhatian. Salah satu devaisnya adalah organic thin film transistor
(OTFT). Walau kecepatan OTFT ini tidaklah dapat menyaingi transistor dalam
silicon, aplikasi dalam smart card yang ramah lingkungan tengah dikembangkan
oleh beberapa perusahaan elektronik raksasa.
Dewasa ini beberapa perusahaan elektronik raksasa seperti Philips, Pioneer,
Eastman Kodak dan Sanyo dan juga beberapa perusahaan kecil seperti Cambridge
Display Technology, tengah mengembangkan teknologi OLED ini, dan telah dapat
dihasilkan OLED yang dapat menampilkan warna alami.
Dengan berkembangnya teknologi semikonduktor organik ini, sampah elektronik
yang relatif tidak ramah lingkungan akan dapat berkurang di masa depan. (dh)
