Huaaaa haaa haaa haaaa

Gue nggak bisa nahan ketawa ngebaca tulisan eloe Zak. Eloe bukannya tobat
malah makin jadi. Kayaknya eloe sering ngikutin seminarnya Naek Tobing
atau.... eloe tetanggaan kali.
 
Ngomong-ngomong bini ama anak eloe berapa sekarang Zak ?

        -----Original Message-----
        From:   ZaKaRiA [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
        Sent:   Wednesday, September 13, 2000 4:08 PM
        To:     [EMAIL PROTECTED]
        Subject:        BOM
        Importance:     High

        http://www.satulelaki.com  yang paling up-date
        Bom guncang Bursa Efek Jakarta
        satulelaki.com - Sebuah ledakan berkekuatan besar mengguncang lantai
parkir
        bawah tanah Tower I Bursa Efek Jakarta di Jl Sudirman, Rabu sekitar
pukul
        15:30 WIB.
        Laporan-laporan yang dihimpun wartawan-wartawan satunet.com
menyatakan,
        sejauh ini sudah delapan orang cedera yang diangkut ke rumah sakit
        terdekat. [mgh]


        Mengapa IKAPENS enggan bicara tentang seks?
        satulelaki.com - Mengapa ada orang yang begitu sulit atau enggan
bicara
        tentang seks? Alasan pertama adalah karena mereka dibesarkan dalam
        lingkungan keluarga yang menganggap seks sebagai sesuatu yang buruk,
        sesuatu yang tak boleh dibahas, dan sesuatu yang seharusnya tidak
boleh
        menarik perhatian orang.

        Alasan kedua adalah bahwa berbicara tentang seks menuntut kita untuk
        mengakui bahwa kita memang memikirkan dan melakukannya. Dia juga
meminta
        kita untuk berterus terang bahwa kita melakukannya karena kita
menikmatinya
        - bahwa kita lebih suka bercinta ketimbang melakukan sesuatu yang
lebih
        produktif, seperti mencari uang, membersihkan rumah atau kegiatan
lainnya
        yang bermanfaat. 

        Memang ada cara lain untuk mengkomunikasikan seks selain dengan
        membicarakannya. Beberapa orang berpendapat bahwa sentuhan bisa
        mencerminkan kelembutan, gairah, rasa malu, ketenangan, atau
kebutuhan
        mendesak. Dan begitu banyak rempat yang bisa disentuh seperti
rambut,
        wajah, puting susu, pusar, dan jari kaki. Selain itu, Anda bisa
memegang
        tangan pasangan atau dia memegang tangan Anda dan mengusapnya dengan
lembut. 

        Kemudian ada juga bentuk komunikasi seksual lainnya, seperti pakaian
yang
        Anda kenakan ketika pasangan Anda pulang ke rumah, atau ajakan mandi
        bersama atau upaya Anda untuk membantu membersihkan tempat tidur
tanpa
        alasan yang jelas. 

        Sentuhan dan komunikasi simbolik akan berhasil jika kedua pasangan
dapat
        memahami kode yang sama. Kata-kata dapat dianggap sebagai upaya
terakhir -
        idealnya, sebagai usaha yang dapat diharapkan - kalau bahasa lain
tidak
        berhasil. Jika ini terjadi, jangan saling menyalahkan. Kemudian,
selidiki
        salah pengertian ini dan coba tetapkan standar kode rahasia Anda
yang
        khusus sekali lagi. 

        Bukankah seks seharusnya berlangsung secara alami, spontan, sehingga
semua
        cara 'komunikasi' tidak diperlukan lagi? Jika memang pernah ada,
seks
        khususnya di Amerika, sudah tidak berlangsung secara alami dan
spontan lagi
        sejak bertahun-tahun lalu hingga kini. 

        Dewasa ini, kita dibombardir dengan citra yang berulang-ulang
tentang
        bentuk seks yang seharusnya. Karena kita bekerja begitu keras untuk
        menciptakan pengalaman yang sesuai dengan citra itu, maka sulit
sekali bagi
        kita untuk tetap bertahan dan menciptakan seks yang spontan, dari
waktu ke
        waktu. 

        Kegiatan yang alami hanya memperoleh anak saja. Dia tidak
membutuhkan
        pemikiran atau pengertian. Seks bersama sasaran lain yang spesifik
dan
        modern seperti keintiman atau kenikmatan memerlukan lebih dari
sekadar
        pemakaian aurat. 

        Dia membutuhkan dua pikiran yang saling terkait dengan cara yang
bermakna.
        Kita tidak dapat mengkiritk kenyataan bahwa ini membutuhkan
komunikasi atau
        memperlakukannya sebagai suatu kesempatan dan menikmati
tantangannya. 
        

Kirim email ke