Menurutku Bangsa Indonesia ini mengalami kemunduran selama ini karena :
1. Dana Pendidikan di potong terus untuk subsidi Rekapitalisasi perusahaan
bandit-bandit
ekonomi (konglomerat). Setelah menjadi Milyader para konglomerat tidak
ada timbal
balik untuk membangun sekolah-sekolah atau universitas. Para konglomerat
suka bangsa
Indonesia bodoh sebab dengan demikian mudah mendapatkan tenaga kerja dgn
harga murah.
2. Negara dikuasai para tukang pijit,preman-preman jalanan, dan koruptor.
Hal ini terjadi
sebab ilmuwan-ilmuwan yang jujur tidak mau tampil dipolitik yang
alasannya politik itu
kotor dan kejam sehingga dijauhi politik sejauh-jauhnya sampai keluar
negeri. sehingga
yang tinggal di gedung MPR/DPR ya orang-orang jujur tapi goblok , pinter
tapi korupt,
dan Wis Goblok terus maling.
3. Hal yang kelihatannya sepele yang cukup mendukung pembodohan bangsa
Indonesia yaitu
acara-acara TV yang cenderung ke angan-angan saja seperti Telenovela,
Sinetron dll
secara perlahan tapi pasti akan merusak pola pikir bangsa indonesia.
sedang Acara
tentang ilmu science jarang ada, walaupun ada itu masih dibawah 5 persen.
4. Kurangnya ilmuwan-ilmuwan indonesia menulis ataupun menterjemahkan
buku-buku asing.
Hal ini bisa kita buktikan kalau kita mencari buku tentang IT atau
Electronics yang
bagus di Toko-toko Buku terbesar seperti Gramedia atau Gunung agung. Coba
cari hasil
karya karangan orang indonesia yang bagus dan uptodate maka akan susah,
yang ada
paling setingkat pengenalan sampai beginner dan yang tingkat advance
nothing.
Kalau kita bandinkan dengan India maka dia banyak bajak buku-buku asing
yang bagus
untuk diterjemahkan ke bahasa India. Hasilnya sekarang Universitas IT
yang terbaik
di Dunia ada di India.
5. Kurangnya Pengusaan Bahasa Asing seperti English, Franc, Dutch, Japanese,
dan Germany.
TOPIK-E CAK IRWIN:
|Buat Mas Rahmadi, Cak wachid , chandra D. lan lia liane, piye tanggapan
| sampian kok ketoane SDM indonesia mengalami "BRAIN DRAIN" (nyilih istilahe
| wong wong). Kok podo mlayu kabeh kerjo nang luar negri ???
Pertama.
win, aku dhurung kerjo. dhurung bar-2 sekolah-e. insyaallah tahun depan
(april)
aku ngelanjutno maneh nang S2. alhamdulillah wes lulus ujian pas musim panas
yang baru lalu (sak iki musim gugur mau masuk ke dingin). mumpung masih
enerjik... engko lek wes gak enerjik baru golek-2 gawean...
Kedua.
pada dasarnya, siapa pun dari kita, tidak masalah untuk bekerja di LN untuk
mencari pengalaman yang sebanyak-2nya yang kelak nantinya (entah kapan)
insyaallah akan bermanfaat buat negeri kita. ini kalau setiap dari kita
punya
K E M A U A N untuk memikirkan nasib negerinya yang sekarang jauh
tertinggal dengan jiran-2nya. padahal dulu untuk kawasan AsTeng kita unggul
dan banyak meng-ekspor dosen-2 ke negara tetangga. dan sekarang terbalik.
banyak faktor yang menjadi penyebabnya. salah satunya sistem pendidikan itu
sendiri. (kalau sekarang lebih kompleks lagi...)
kita bisa bandingkan dengan malaysia sekarang... malaysia itu termasuk yang
paling mengirim mahasiswa-2nya ke luar negeri. apa lagi yang dikirim ke
jepang.
hampir setiap tahun ratusan mahasiswa dari malaysia datang ke jepun ini.
mulai program D3,S1 dan S2. mereka semua dibiayai oleh Kerajaan (Pemerintah
untuk istilah kita. semacam program STAID, BPPT dll). Hebatnya... setelah
tamat mereka diijinkan oleh DR. Mahatir untuk bekerja di LN. tidak ada
istilah
ikatan dinas. Mahatir berpkiri ke depan. karena dia tahu, akhirnya pasti
mereka
akan kembali ke negeri nya sendiri lagi. Mahatir yakin sekali. dan memang
begitu kenyataannya. Mahatir punya program alih teknologi jepang sampai
2020 (saat era globalisasi dijalankan).
bagaimana dengan kita, Indonesia... diikat sebisa mungkin supaya balik...
tapi yang balik malah sedikit... dan aku yakin, mereka pasti akan kembali
ke indonesia.
ditambah... kesadaran orang-2 indonesia thd pengembangan iptek sangat
minim sekali. hampir semua lebih memikirkan masalah ekonomi (bisnis).
kompleks memang... padahal jati diri bangsa itu bukan melulu didapat
dari sektor ekonomi saja, melainkan juga dalam sektor iptek itu sendiri.
kalau iptek suatu bangasa maju, otomatis akan menaikan perekonomian
negara tsb (bila kondisinya normal. orang-2nya jujur tidak korup dsb).
pak habibie sudah susah-2 ingin menjadikan indonesia menjadi negara yang
maju dalam hal tekonologi. tapi apa boleh buat... kita yang seharusnya
bangga purnya nurtanio, malah sebaliknya. orang-2 yang cuman mikir bisnis
atau orang-2 yang tidak setuju dengan nurtanio akan merasa bangga bila
pt tersebut bangkrut. sementara orang-2 di luar indonesia amat sangat
menyangkannya. itu cuman suatu contoh saja.
akhirnya... iptek kita nggak maju-2 dan tertinggal... kita cuman bisa
sebagai
operator (pengguna) iptek saja. tidak mampu menjadi pembuatnya. susah
memang... tapi harus dimulai... hasilnya memang tidak sesegara bisa kita
didapat, tapi harus dicoba. inilah yang dikerjakan oleh jepun dalam
pengembangan
ipteknya setelah negaranya dibom (hiroshima dan nagasaki). dalam waktu
singkat
mereka bisa menjadi negara maju. padahal saat itu perekonomian mereka
sedang parah. tapi mereka berhasil. faktor utamanya adalah mereka punya
K E M A U A N untuk maju dan tidak mau tergantung dengan orang lain.
(sementara kita tanpa rasa malu sedikitpun jilat sana jilat sini cari
utangan...
kalau bisa maunya tergantung terus...)
wes, kepanjangan... laporanku dhurung mari rek...
regards,
cd