Para peneliti di Tokyo Institute of Technology (Tokodai), Tokyo untuk pertama kalinya di dunia mampu menggerakkan cairan dengan cahaya.
Menggerakkan Cairan Dengan Cahaya

Berita IPTEK
Para peneliti tersebut memindahkan cairan ini dengan cahaya dari sebuah lampu mercury. Cairan itu berpindah 3 milimeter permenit. Para peneliti itu juga berhasil menggerakkan cairan yang ditempatkan di dalam tabung gelas, yang berukuran garis tengah 2 milimeter, dengan kecepatan yang sama.

Berbagai percobaan telah dilaksanakan untuk mencoba menggerakkan cairan dengan cahaya. Para ahli telah mencoba untuk mengubah-ubah/mengatur struktur molekul pada permukaan cairan untuk membuatnya bergerak. Tetapi percobaan-percobaan tersebut belum begitu berhasil.

para peneliti Tokodai ini terletak pada suatu film transparan khusus yang dipasangkan pada wadah gelas dan tabung-tabung dimana cairan itu diletakkan. Film ini terbuat dari azobenzena, sebuah senyawa yang tersusun atas nitrogen dan benzen. Senyawa ini umumnya digunakan dalam cat-cat pewarna merah dan kuning. Struktur molekulnya berubah saat terkena cahaya dengan berbagai panjang gelombang.

Jika film azobenzena itu terkena sinar ultraviolet, yang memiliki gelombang pendek, maka molekul azobenzena yang panjang dan kurus itu akan melengkung di tengah. Hal ini akan memperbesar luas permukaan dan menarik cairan. Jika senyawa itu terkena cahaya yang bisa terlihat, yang memiliki gelombang panjang, molekul yang melengkung itu kembali lagi ke bentuknya semula dan berjejer dalam satu baris. Luas permukaan menyusut dan menolak cairan tersebut.

Wadah gelas eksperimen tersebut dilapisi dengan azobenzena, dan kemudian dikenai sinar ultraviolet untuk menarik cairan. Cairan itu kemudian dimasukkan ke dalam wadah tersebut, sedangkan cahaya tampak kemudian dikenakan pada salah satu unjung wadah tersebut. Ini akan menolak cairan. Jadi cairannya akan bergerak ke arah yang berlawanan dari tempat dimana cahaya dikenakan.
Azobenzena adalah bahan yang sangat tahan. Molekul-molekulnya dapat tahan dikenai secara tetap cahaya dengan panjang gelombang berganti-ganti. Cairan dapat dipindahkan ratusan kali.

Memang penerapan teknologi ini masih cukup jauh. Tetapi sinar laser yang tipis dapat digunakan untuk menggerakkan cairan dengan gerakan yang dapat dikendalikan. Teknologi ini dapat digunakan untuk saklar, atau mesin-mesin kecil, dimana cairan digunakan untuk menggerakkan mekanismenya. Film logam ringan, dan material-material lainnya dapat ditempatkan di atas cairan tersebut, dan kemudian cairan itu dapat dipindahkan untuk menghubungkan film logam itu dengan komponen metal lainnya atau memisahkannya sehingga berfungsi sebagai saklar.

Teknologi ini juga bisa digunakan pada serat optik untuk mengarahkan obat-obatan ke dalam bagian tertentu tubuh. Dan juga bisa digunakan untuk mencampurkan zat-zat berbahaya di sebuah laboratorium.

Lalu bisakah cahaya ini menggerakkan cairan lain, seperti air misalnya?

Tidak. Para akhli sejauh ini tidak dapat menggerakkan air. Air sendiri akan menempel pada azobenzena, dan tidak ditolak bahkan meskipun azobenzena tersebut dikenakan cahaya tampak.

Para peneliti itu telah mengetahui kenapa mereka tidak dapat menggerakkan air, dan sekarang sedang mencoba untuk memecahkan masalah itu.

Hasil penelitian di Institut Teknologi Tokyo itu akan diumumkan dalam sebuah konfrensi American Chemistry Society bulan Agustus mendatang. Hal ini pasti akan menarik perhatian internasional.
 (mbs)

Kirim email ke