Jumat, 29 September 2000, 19:27 WIB
Zakaria
Belajar Mengingat Sejak Dalam Kandungan
Paris, Jumat
Hasil penelitian yang dimuat dalam
edisi terbaru jurnal kesehatan The Lancet mengungkapkan, bayi mulai mempelajari
ingatan jangka pendek dan jangka panjang semasa dalam kandungan.
Dengan
menggunakan stimulator getar yang tidak membahayakan, para ahli yang dipimpin
Cathelijne van Heteran dari University Hospital Maastricht di Belanda melakukan
penelitian untuk menguji respon 25 bayi yang masih berada di dalam kandungan -
berusia antara usia 37-40 minggu.
Alat penguji itu ditempelkan pada perut
ibu selama satu detik dan diulang setiap 30 detik, maksimal hingga 24 kali.
Pengujian ini diulang-ulang setiap 10 menit kemudian, dan setelah 24 jam
sesudahnya.
Reaksi janin dipantau menggunakan scanner ultrasonik. Jika tubuh bayi
bergerak dalam waktu satu detik karena merasakan getaran, maka hal itu dianggap
sebagai respon positif.
Namun jika tidak ada respon hingga empat kali
stimuli secara berturut-turut, maka hal itu merupakan pertanda bahwa bayi sudah
menjadi biasa atau terbiasa dengan fenomena tersebut.
Enam dari 25 bayi
memperlihatkan gerakan yang tidak menentu dalam merespon stimulus. Sedangkan
pada 19 lainnya, para peneliti melihat bayi menjadi lebih cepat terbiasa dengan
getaran ketika diuji 10 menit setelah penelitan pertama. Kecepatan dari bayi
yang terbiasa juga sama dalam 24 jam kemudian.
"Kami menyimpulkan bahwa janin memiliki daya ingat jangka pendek setidaknya
10 menit dan untuk jangka panjang sekitar 24 jam," kata penulis penelitian
tersebut.
"Janin dapat mengingat rangsangan atau stimuli, meskipun mungkin memerlukan
lebih banyak stimuli untuk tetap mengenalinya."
Para peneliti menekankan
bahwa pengamanan telah dilakukan sepanjang penelitian untuk mencegah cedera pada
bayi, termasuk pemantauan irama jantung dan kesalahan oleh komite
etik.(AFP/ac)
|