Innalillahi wa inna ilaihi roji'un
Berita = Informasi , risalah , message
Duka = sedih , susah , nestapa , sad
Cita = rasa , taste
Berita duka cita = Informasi tentang perasaan sedih ,
susah dari seseorang (yang ditinggalkan).
Sayang beritanya hanya menuturkan tentang yang
meninggal.
Padahal orang yang meninggal itu tidak lagi sedih ,
susah bahkan dia terlepas dari kerjaan duniawi.
Seyogjaya berita Duka Cita itu menerangkan tentang
keadaan keluarga yang ditinggalkan.
seperti :
Apakah setelah ditinggal mereka terlunta-lunta...?
Berapa beban tanggungan hutang yang dipikulnya?
Siapakah yang akan membiayahi kelanjutan hidupnya?
Apakah ada pengganti penanggung jawab sepeninggalan si
Mayat?
Apakah pemimpinnya bertanggung jawab? (RT-RW ....dstnya)
Dstnya....
Kalau hanya menerangkan yang meninggal dunia selayaknya
disebut Berita Meninggalnya si Fulan.....bukan berita duka cita
Berita meninggalnya seseorang akan menjadi berita yang
menggembirakan bila si Mayat ternyata tergolong orang yang mati Syahid
dan sebaliknya....
Dan apakah orang yang sudah mati itu masih bisa
dido'akan....? Maksud saya apakah berpengaruh bila si mayat ternyata
ahli neraka kemudian di doakan .. apakah bisa merubah dia masuk surga?
Dan sebaliknya bila ahli surga apakah dengan didoakan
akan bertambah kenyamanannya di surga?
Saya pikir doa itu lebih tepat untuk yang hidup ......
Kalau saya pribadi sih bila ada yang meninggal itu nggak
sedih juga nggak gembira..biasa aja
( Nggak tahu lagi kalau yang mati itu Tommy Suharto
.....seneng kali...)
Lha mati hidup itu sudah ketentuan dan pasti
terjadi....dan biasa adanya...
Justru yang harus diperhatikan itu keluarga atau
lingkungan yang ditinggalkan...
Bukankan kalimat Innalillahi wa inna ilaihi roji'un itu
merupakan pernyataan manusia bahwa
Semua itu milik Allah dan akan kembali kepada Allah jadi
nggak perlu disedihkan dan ditangisi.
Seperti kita pinjam duit ke Fulan kemudian si Fulan
meminta duitnya kita akan mengembalikan duit si Fulan dengan senang
hati. Lha kalau kita mengembalikan duitnya pakai menangis ...apa bukan
kayak anak kecil...
Dan yang penting adalah bagaimana setelah duit diambil
si Fulan kita nggak kelimpungan atau pailit ...
Yang baik adalah - ada yang meninggal atau tidak kondisi
tetap stabil...itu baru namanya Dinul Haq , Dinul Hanif , Aturan yang
selamat......
Sorry yo rek cuma numpahin buah pikir aja......
-----Original Message-----
From: Eko Wahyu
[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, October 30, 2000 5:49 PM
To: '[EMAIL PROTECTED]'
Subject: RE: Berita Duka Cita
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un
Semoga diampuni dosa dan kesalahan2 nya dan
diterima amal ibadahnya...
eko-ea88
-----Original Message-----
From: Avianto [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Monday, October 30, 2000 9:44 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: FW: Berita Duka Cita
>From: Sis Soesetijo
<[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Mon, 30 Oct 2000 09:13:01 +0700
>Subject: [PENS-ITS] Berita Duka Cita
>
>Hari ini pada tgl 30/10/00, saudara kita RUDI
HARIONO alumni PENS angkatan
>TB-91 telah meninggal dunia.
>Beliau sempat dirawat di RSI Cempaka Putih
Jakarta dari tgl 26/10/00 karena
>kondisi tidak sadarkan diri ( koma ) dan
dinyatakan meninggal dunia oleh
>dokter pada pukul 07.00 WIB tgl 30/10/00.
>
>Wassalam
>
>Sis Soesetijo ( TB-91 )