Alhamdulillah poltek kita masih bisa berpartisipasi, walaupun
krismon....
Saya do'akan semoga berhsil dan sukses selalu
On Wed, 1 Nov 2000, Son
Kuswadi wrote:
> Dear All,
> Indonesian Robot Contest Kamis besok akan dimulai.
> Tim-tim sudah saling 'sombong' memamerkan kekuatan
> 'bualan'-nya (wong belum bertanding...)
>
> Mulut besar? No problem... Asal sebanding dg
> prestasinya. Pemenangnya, akan di'angkut' ke Jepang,
> bertanding di World Championship.
>
> Kali ini, rumah saya di Tokyo akan jadi jujugan mereka
> (itu kalau yg menang dari PENS, kalau sekolah lain yg
> menang...mbuh...)
>
> Teman-teman alumni seluruh dunia, doakan ya....
>
> Wass.,
> Son Kuswadi
> --------------------------------
>
> SUPLEMEN
> Rabu, 01 November 2000
> Surabaya Post
>
> Mengintip Kesiapan Peserta Kontes Robot (4)
> Poltek Bandung Siapkan Dua Tim, Boyong 15 Mahasiswa
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
>
> TIDAK mau kalah dengan tuan rumah, Politeknik
> Elektronika ITS, tim dari Politeknik Negeri Bandung,
> agaknya juga sudah benar-benar siap untuk terjun dan
> memasang target untuk keluar sebagai juara pada kontes
> robot yang akan digelar Kamis, 2 November besok.
> Bukti kesungguhannya mengikuti kontes ini terlihat
> dari jumlah mahasiswa yang dibawanya. Sebanyak 15
> orang mahasiswa dikerahkan bersama tiga orang dosen
> pembimbing. "Kalau pada kontes tahun lalu kami masuk
> lima besar, maka tahun ini kami menargetkan keluar
> sebagai pemenang," kata Ir Ambar Susanto MT, dosen
> Politeknik Negeri Bandung yang mendampingi 15
> mahasiswanya.
> Dia yakin dari dua robot yang disiapkan, masing-masing
> diberi nama Matrix dan Bathosay, akan mampu menyaingi
> robot-robot yang lain. "Kami memang baru menyiapkannya
> tiga minggu lalu, tapi karena mahasiswa yang ikut
> adalah mereka yang tergabung dalam Unit Kegiatan
> Mahasiswa Robotika, yang tidak lagi asing dalam
> mendesain dan merangkai robot, maka kami optimistis
> akan menang," katanya.
> Terget itu sendiri diakui Susanto tak berlebihan,
> alasannya, dalam latihan di Bandung, dua robot yang
> sudah disiapkan bakal terjun itu telah mampu
> menyelesaikan soal yang bakal diberikan dalam waktu
> relatif singkat. Berapa? "Hasil latihan itu masih kami
> rahasiakan. Kami kini sedang memperbaiki rangkaian
> agar ketika robot itu turun di lapangan tidak menemui
> kendala," katanya.
> Dikatakannya, kalaupun kini terlihat dua tim robotnya
> sibuk di ruang karantina, itu bukan berarti kami baru
> mengerjakannya samasekali. "Ini kami lakukan karena
> memang untuk mengangkut robot yang telah kami rangkai
> di Bandung perlu dipisah-pisah agar lebih mudah. Kami
> di sini kembali merangkai ulang," katanya.
> Berapa biaya yang dibutuhkan untuk menyiapkan dua
> robot itu? "Kami menganggarkan satu tim robot
> menghabiskan dana Rp 5 juta. Sehingga total dana untuk
> dua tim yang kami siapkan menghabiskan Rp 10 juta,"
> katanya menjelaskan.
> Tim robot dari Bandung ternyata tak hanya diwakili
> dari Politeknik Negeri Bandung. Politeknik Manufaktur
> Bandung juga menyiapkan satu tim robotnya. Hanya
> sayang hingga Selasa sore kemarin, baru separo dari
> rangkaian dan tim robot itu tiba di lokasi. "Tim
> Politeknik Manufaktur Bandung harus menerima kenyataan
> keterlambatan itu akibat adanya jalur kereta api
> Surabaya-Bandung yang mengalami longsor dan menimbun
> rel," kata Ir Joke Pratilastiarso, ketua panitia.
> Joke mengharapkan Rabu sore ini semua tim akan
> berkumpul dan melaksanakan latihan menjelang
> pertandingan besok. "Kami akan memberi kesempatan
> kepada masing-masing tim untuk mencoba lapangan,"
> katanya.
> Andalkan Kekuatan
> Sementara satu tim robot lagi dari Politeknik
> Perkapalan, selain Robot Gedhek Milenium III adalah
> Tim Robot KBU 2000. Menurut ketua timnya, Edi
> Kurniawan, meski bentuk robotnya relatif sederhana,
> dia yakin bakal memenangkan kontes kali ini.
> "Kami mencoba untuk mengandalkan kekuatan bukan
> tampilan. Karena itu kami hanya membentuk robot yang
> mirip dengan kamar bicara umum (KBU), dan itulah
> kenapa kami memberi nama robot ini dengan KBU 2000,
> karena memang mirip KBU di telepon umum," katanya.
> Meski demikian, Kurniawan menambahkan, bukan berarti
> kami bisa disepelekan begitu saja. "Di lihat dari
> tampilannya robot kami memang yang paling besar, tapi
> dalam soal bergerak mereka juga bisa lincah. Inilah
> andalan kami, barang kali saja ada robot lawan yang
> tidak sengaja menabrak KBU, dan kami yakin lawan akan
> terjungkal, lalu didiskualifikasi," kata Edi
> berseloroh.
> Dilihat dari sosok penampilannya, robot KBU 2000
> adalah satu-satunya robot yang paling besar pada
> kontes robot kali ini. Bentuknya seperti kamar bicara
> umum (KBU). Tapi dalam soal kecepatan tak bisa
> diremehkan. Dalam latihan sebelumnya seperti diungkap
> Kurniawan, mampu menyelesaikan soal rata-rata 2,5
> menit dari 3 menit waktu yang bakal disediakan
> panitia. "Kami berharap saat turun nanti tidak menemui
> kendala," katanya. (kem)
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> >From homework help to love advice, Yahoo! Experts has your answer.
> http://experts.yahoo.com/
>