Barangkali ada yg belon baca...
(edited version of Arif's story about an honor, using raw replacement
function)
ZaKaRiA KECIL PENJAJA KONDOM
Seorang pemuda yang sedang ngaceng pergi menuju restoran jalanan dan iapun
menyantap nyantapan yang telah dipesan. Saat pemuda itu nyantap datanglah
seorang ZaKaRiA kecil menjajakan kondom kepada pemuda tersebut,
"Pak, mau beli kondom, Pak?"
Dengan ramah pemuda yang sedang nyantap menjawab "Tidak, saya sedang
nyantap".
ZaKaRiA kecil tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama.
Ia tawarkan lagi kondom setelah pemuda itu selesai nyantap, pemuda tersebut
menjawab "tidak dek saya sudah "ON"".
Setelah pemuda itu membayar kekasir dan beranjak pergi dari warung kaki
lima, ZaKaRiA kecil penjaja kondom tidak menyerah dengan usahanya yang sudah
hampir seharian menjajakan kondom buatan Durex.
Mungkin ZaKaRiA kecil ini berpikir "Saya coba lagi tawarkan kondom ini
kepada
bapak itu, siapa tahu kondom ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah".
Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu Durex untuk menyambung
kehidupan yang serba pas-pasan ini.
Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut ZaKaRiA kecil penjaja
kondom
menawarkan ketiga kali kondom dagangan.
"Pak mau beli kondom saya?", pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk
menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp. 1.500,00
dari
dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja. "Dik ini uang saya kasih,
kondomnya
nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik".
Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada
pengemis
yang sedang meminta-minta.
Pemuda tadi jadi bingung, lho ini ZaKaRiA dikasih uang kok malah dikasih
kepada
orang lain.
"Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?" ZaKaRiA kecil
penjaja kondom tersenyum lugu menjawab, "Saya sudah berjanji sama Durex
dirumah ingin menjualkan kondom buatan Durex, bukan jadi pengemis, dan
saya akan bangga pulang kerumah bertemu Durex kalau kondom buatan Durex
terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada Durex hasil usaha kerja
keras saya. Durex tidak suka saya jadi pengemis".
Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan ZaKaRiA kecil
penjaja kondom yang masih sangat kecil buat ukuran seorang ZaKaRiA yang
sudah punya etos kerja bahwa "kerja itu adalah sebuah kehormatan", kalau dia
tidak sukses bekerja menjajakan kondom, ia berpikir kehormatan kerja
dihadapan Durexn mempunyai nilai yang kurang, dan suatu pantangan bagi
Durex, ZaKaRiAnya
menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang kerumah Durex tersenyum
menyambut kedatangannya dan senyuman Durex yang tulus ia balas dengan kerja
yang
terbaik dan menghasilkan uang. Kemudian pemuda tadi memborong semua kondom
yang dijajakan lelaki
kecil,bukan karena ia kasihan, bukan karena ia ngaceng tapi karena prinsip
yang
dimiliki oleh ZaKaRiA kecil itu "kerja adalah sebuah kehormatan" ia akan
mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.