Mana nich Warrior-warrior Hacker Muslim...., Mari Kita serang Situs-situs
Yahudi...

Perang Hizbullah-Israel di Ruang Maya
http://www.sabili.ku.org
Eskalasi kebrutalan Israel menindas perlawanan umat Islam kini tidak lagi
sebatas roket dan peluru kendali. Pertempuran sudah merambah medan baru.
Mereka menyerang pusat-pusat perlawanan cyberspace-ruang maya-milik pejuang
Hizbullah. 
Sejak gerakan intifadhah kembali bergolak di seluruh tanah Palestina: Jalur
Gaza dan Tepi Barat, khu-susnya di Jerusalem, website Hizbullah menjadi
salah satu sumber informasi aktual mengenai perkembangan terakhir di Timur
Tengah. Keberadaannya, tentu saja membuat Israel sangat gerah. 
Ini terbukti dari serangan dahsyat mereka terhadap internet milik para
pejuang Hizbullah, www.hizbollah.org. Situs tersebut memperoleh
hits-kunjungan-30 kali lipat dari biasanya. Padahal, me-nurut pengelolanya,
Ali Ayoub, normalnya setiap hari situs Hizbullah memperoleh kun-jungan
antara 100.000 sam-pai 300.000 hits. "Tergantung pada perkembangan situasi
yang terjadi di Timur Tengah," kata Ayoub kepada Daily Star, sebuah website
di Libanon. 
Puncak hits terjadi sewaktu para gerilyawan Hizbullah berhasil menangkap
tiga serdadu Israel di Libanon Selatan, 7 Oktober 2000. " Sejak hari itu
selama 12 hari, www.hizbollah.org, dikunjungi tidak kurang dari 9 juta
peng-unjung. Sekitar 40% kun-jungan, berasal dari Israel," kata Ali Ayoub. 
Dengan kunjungan yang demikian tinggi dan dalam waktu bersamaan, server
situs Hizbullah itu langsung jebol. Kejadian tersebut, menurut Ali Ayoub,
jelas me-rupakan sabotase Israel untuk melumpuhkan salah satu alat
perjuangan Hizbullah. Indi-kasinya, 40% hits datang dari Israel. Ia yakin
serangan ini dilakukan pula oleh agen-agen Israel di AS yang tersebar di
berbagai perguruan tinggi. 
Sebelumnya, meningkatnya hits memang sudah sering terjadi. Terutama, kalau
para pejuang Hizbullah di lapangan melakukan aksi-aksi per-lawanan terhadap
tentara Israel di Libanon Selatan. Na-mun, frekuensi sampai 9 juta hits
dalam dalam 12 hari adalah yang pertama kali. 
Untuk menjamin agar situs Hizbullah tetap hadir, maka dibangunlah situs
cadangan-backup : www.hizbullah.org. Bahkan, sampai 10 Oktober 2000,
Hizbullah membangun sekaligus tujuh situs baru lainnya. Ketujuh website itu:
http://www.geocities.com/hizbollah 2000lb; http: //noor2000.webjump.com ;
http//www.hizbollah.4t.com; http: //imamah.webjump.com;
http//members.tripod.com/hizbollah200lb ; http:
//www.geocities.com/hizbforce dan http://www.hizbollah. webjump.com.
Meski telah membangun website backup, Ali Ayoub juga mengirim e-mail ke para
netter dan simpatisan perjuangan Hizbullah bahwa situs mereka ada
kemungkinan mengalami grounded, kandas, tak berfungsi seperti semula.
Karena, serangan yang bertubi-tubi tidak hanya datang dari Israel, tapi juga
dari AS dan Kanada. 
Tidak hanya itu. Menurut e-mail ter-sebut, ada kemungkinan Israel menyerang
dengan modus lain seperti 'mempararelkan' situs-situs Yahudi dengan website
Hizbullah untuk memanipulasi informasi. Kekhawatiran Ayoub, akhirnya
terjadi. Kamis, 26 Oktober, ketujuh situs baru itu pun rontok akibat
serangan membabi buta dari agen-agen zionis Yahudi. 
Serangan tersebut mem-buktikan, Israel tidak akan pernah tinggal diam untuk
menghancurkan setiap ben-tuk perjuangan umat Islam melawan kesewenangan
me-reka. Israel merasa kecolong-an karena gerakan perla-wanan Islam telah
memiliki senjata lain, yakni kekuatan multi media. Sejak perang Arab-Israel
meletus pada ta-hun 1967, negara Yahudi itu paling banyak memiliki akses ke
media internasional. Hampir semua kantor berita dan media terkemuka di dunia
dimiliki Yahudi. Sehingga praktis Israel dapat membentuk opini dunia untuk
ke-untungan mereka.
Namun, dengan kelahiran internet yang semula me-mang untuk memenuhi
keperluan komunikasi militer AS, kini seakan senjata makan tuannya sendiri.
Keterbatasan dunia Islam dalam penguasaan media, sedikit teratasi dengan
adanya internet. Para pejuang Hizbullah sangat menyadari bahwa how to win
the media war harus pula menjadi perhatian mereka. Sebab itu, gerakan yang
berpusat di Libanon Selatan ini mengendalikan pula siaran radio Hizbullah,
An-Nur dan stasiun televisi Al-Manar. 
Bisa jadi, dunia tidak akan segera tahu ihwal penangkapan tiga serdadu
Israel kalau Hizbullah tidak memiliki multi media . Begitu pula ketika para
gerilyawan berhasil menangkap Letkol Elhanan Tannenbaum, dunia langsung
tahu. Meski semula, penangkapan ini dibantah militer Israel, tapi kemudian
pihak keluarga mengakui Tannenbaum tidak pulang ke rumahnya. Menurut
pimpinan Hizbullah, Sayed Hassan Nasrallah yang dikutip sebuah harian
Kuwait, Al-Rai Al-Aam, Tannenbaum adalah seorang agen dinas rahasia Israel
yang statusnya sebagai perwira cadangan.
Majalah terkemuka, The Economist edisi 14-20 Okto-ber dan 21-27 Oktober 2000
menilai, penangkapan tiga serdadu Israel merupakan kemenangan besar para
gerilyawan Hizbullah. Karena, PM Ehud Barak yang juga merangkap sebagai
menteri perta-hanan sangat bertanggung jawab atas hilangnya setiap prajurit
Israel. Mingguan eko-nomi yang berbasis di London, Inggris, itu menulis,
pihak Hizbullah sedang menunggu kemungkinan menukarkan ketiga serdadu dengan
gerilyawan yang sampai kini ditahan Israel. Daftar tawanan yang
dipertukarkan dari pihak Hizbullah terdapat nama Mustafa Dirani, gerilyawan
yang diculik Israel pada 1994. 
Kalau pertukaran diterima, maka peristiwa ini tercatat sebagai kemenangan
ter-besar untuk kedua kalinya bagi Hizbullah. Pada 1985, para pejuang
Hizbullah berhasil menekan Israel untuk mem-bebaskan 1.150 gerilyawan
Palestina. Imbalannya, pihak Hizbullah membebaskan tiga serdadu Israel yang
mereka tangkap. Pertukaran tawanan 3 berbanding 1.150 itu dalam sejarah kaum
Yahudi, dikenang sebagai peristiwa yang memalukan. Kini Barak menghadapi hal
serupa, ditambah lagi dengan tuntutan di dalam negerinya agar mempercepat
pemilu untuk menggantikan pemerintahannya.n 


Rudy Swardani
[EMAIL PROTECTED]
TP ASSEMBLY CONTROL
PT.INDONESIA EPSON INDUSTRY

Kirim email ke