Jepang diwaliki oleh kampus saya Toyohashi University of Technology 
sebagai juara 1 dan Kanazawa Univ. sebagai runner up.
Keunggulan robot TUT salah satunya adalah bisa nutup lubang tabung
setelah diisi oleh robot-2nya shg menyebabkan robot lawan tidak
bisa ngutak-2 atau memasukan bola di lubang tsb. Keunggulan yg lain
ada 2 robot anaknya yang tugasnya ngicer posisi-2 strategis yg larinya
super cepat dan lurus. Begitu dia nabrak tabung yang dituju switch
lengannya bergerak otomatis masukin bola kedalam tabung. Begitu bola
masuk lengannya nutupi tabung. Kalau semuanya berjalan normal. Tapi
pas saya lihat rekaman ulangnya, dua anak robot andalannya slip terus
karena cepat sekali larinya. Slipnya itu justru yang jadi penghalang
robot lawan utk bergerak maju ke arah tempat strategis. Jadi fungsi
cadangannya adalah juga sebagai penghalang jalan robot lawan. 
Robot anak-2nya juga cepat sekali bergenak. Dalam hitungan detik bisa
masukin bola ke dalam tabung dengan cepat juga. Jadi walaupun robot
ELLITE dilengkapi dengan magnet penyedot bola, sptnya tidak akan
bisa/kuat nyedot lengan-2 robot CHOKUSEN BANCHO TUT yg nutupi lubang-2
tabung.

Bakalan seru nih agustus nanti. Mudah-2an tim kita bisa mempertahankan
juara. Mudah-2an acaranya pas liburan. Kita lihat bareng-2 ya pak Son.

Wassalam,
Candra
TUT

>Dear All,
>Dalam IRC2002 Sabtu 23 Maret kemarin kembali Politeknik Elektronika 
>Negeri Surabaya (PENS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember berjaya. 
>Robot "ELLITE" yang dibuat oleh Afrisantoziz (koordinator), Shohiful 
>Fikri, Abdullah, Abdullah Makhrus dan Fendi Fauzi ini menyabet juara 
>pertama dan berhak mengikuti International Robot Contest di Tokyo 
>Jepang Agustus mendatang, setelah mengalahkan robot "WIMATEK2000" 
>dari Universitas Widya Mandala Surabaya.

Kirim email ke