NJAN LAM PUNGGONG MA DJIH DJILOP LOM SI ASEI BOLDOK DJAWA MAMAT SUDIRMAN NJAN, KATJAWAK U LUA LOM KEULAI. TROH LAM UMPUNG GLANG DJILOP KASEUTOT DJIH ASEI BOLDOK NJAN, NJAK TABRI PEULADJARAN BATJUT KEUDJIH DJOH GOHLOM MATE DJIH ASEI DJAWA TUHA NJAN.
Paya Bujok <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kabéreh.!! tungku muda <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ahmad Sudirman +46708509422 Allmogev. 14 177 57 Järfälla Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> skrev: Stockholm, 14 November 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. Aha, disuruh menjelaskan tentang IDIOLOGI ACEH MERDEKA, eh malah masuk lagi kedalam lobang dilereng gunong halimon di Pidie. Apa pasal ini orang yang memakai nama gunong halimon (Abdurrahman Ismail kah atau Yahya Taleb kah atau Syamaun Gayo kah atau Anwar kah) tidak bisa menjawabnya, malahan masuk kedalam lobangnya lagi. Itu gunung halimon telah dipakai sebagai nama oleh salah seorang orang Acheh di Stockholm ini. Itu teman akrabnya saudara Yusuf Daud kepala sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors ini. Apa pula nama gunong dijadikan sebagai nama, ikut-ikutan orang penganut kejawen dan aliran kepercayaan orang-orang Golkar saja atau ikut-ikutan orang-orang Swedia yang memakai nama berg seperti Berglund yang artinya gunong lund atau gunong yang ada di Lund, Swedia. Tetapi di Lund tidak ada gunong yang ada hanya bukit saja. Lain kali kalau tidak mengerti dan tidak paham apa itu yang dinamakan dengan IDIOLOGI ACEH MERDEKA yang mengacu kepada dasar perjuangan GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro, jangan sok berlagak berteriak-teriak inilah IDIOLOGI ACEH MERDEKA. Tetapi, ketika ditanya apa itu IDIOLOGI ACEH MERDEKA, eh malah masuk kedalam lobang dilereng gunong halimon di Pidie. Dasar otak sempit kegencet gunong halimon. Eh, Ahmad Sudirman cukup hidup dan cukup mewah hidup di Swedia, tidak memerlukan bayaran dari orang lain. Tetapi kalau angggota sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] yang ada Hallefors ini berapa dikasih uang tiap bulan oleh Kommun Hallefors?, punya kerja atau nganggur? sekolah atau tidak? Itu Yahya Taleb sekolah atau tidak? Atau Abdurrahman Ismail sudah tamat belajar bahasa Swedianya atau belum, jangan hanya memakai bahasa Acheh saja biar tidak budek, sedikit-sedikit pakai bahasa Swedia? Cukup tidak uang untuk sewa rumah dan makan? Kalau tidak cukup kasih tahu saja di mimbar bebas ini, biar kita kumpul-kumpul uang. Terakhir, jadi lain kali sebelum memberikan tanggapan di mimbar bebas, itu para anggota sindikat Paya Bujok Telianet [195.252.42.4] Fittja & Hallefors terlebih dahulu harus mengerti dan memahami tentang IDIOLOGI ACEH MERDEKA yang diacukan pada perjuangan GAM yang dipimpin oleh Teungku Hasan Muhammad di Tiro, bukan hanya mengarang sendiri yang sumber ceritanya diambil dari koran Dagens Nyheter yang dibuang didekat tong sampah ICA dan KONSUM di Hallefors. Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- Received: (qmail 11205 invoked by uid 60001); 14 Nov 2006 16:19:28 0000 Received: from [81.235.175.35] by web34001.mail.mud.yahoo.com via HTTP; Tue, 14 Nov 2006 08:19:28 PST From: Gunong halimon [EMAIL PROTECTED] Date: 14 november 2006 17:19:28 To: Ahmad Sudirman [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: "Idiologi Aceh Merdeka" diambil dari bungkus kacang di samping ICA atau KONSUM Sekarang tak payah lah menulis kata2 yang manis pada mulutnya saja, kamu adalah MUNAFIK dan tak tau me nawu tentang aceh. Sekarang tinggal kau lah mamat jawa sunda yang masih menjilat pantat malik malik dan Zaini, berapa kronor mamat dibayar sekali menjilat pantat malik........................................................................? ---------- __________________________________________________________ Dags att flytta till större? http://sokbostad.msn.se --------------------------------- Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get things done faster. --------------------------------- Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
