http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED]
Stockholm, 15 November 2006 Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu'alaikum wr wbr. TERORIS TARMIZI-ARQAM-SESAT MAU DIRINGKUS ORANG ACHEH DI AUSTRALIA AKHIRNYA MENOLAK UNTUK DATANG PADA JAMUAN MAKAN. Ahmad Sudirman Stockholm - SWEDIA. MASIH MENYOROT TENTANG TERORIS TARMIZI-ARQAM-SESAT MAU DIRINGKUS ORANG ACHEH DI AUSTRALIA AKHIRNYA MENOLAK UNTUK DATANG PADA JAMUAN MAKAN BERSAMA. Sebagai informasi, dua hari yang lepas saya menerima pesanan SMS yang mengajak saya untuk menghadiri Halal Bil Halal masyarakat Aceh di suatu tempat pada hujung minggu yang akan datang. Dengan serta merta saya jawab SMS itu Tolong sampaikan bahawa saya tidak akan datang dalam acara tersebut kalau ada indon, Aceh yang mengaku indon, yang pro indon dan MoU Helsinki, sebab indon itu adalah musuh Bangsa Aceh. Siapa ketua acara tersebut?. Sampai hari ini pertanyaan saya itu belum dibalasnya. (Mustafa Abubakar, [EMAIL PROTECTED] , [202.7.166.170] , 15 Nov 2006 01:46:59 -0000) Rupanya teroris Tarmizi-arqam-sesat bersama anjing Boldok-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani di Denmark masih berdesis-desis seperti bunyi ular sanca dari Yunan, Cina Selatan mau diringkus oleh masyarakat Acheh yang ada di Australia, khususnya yang ada Waterloo Road, North Ryde NSW, Australia, karena telah melakukan tindak pidana terorisme di Australia dan sedang menyebarka ajaran arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad di Australia. Juga telah mempergunakan nama-nama palsu seperti Warwick Aceh, Puteh Sarong, Teungku Awe Geutah, Salamah Maun, Mustafa Abubakar, Dr. Zaini Abdullah dan Malik Mahmud untuk dipakai menentang dan menyerang GAM dibawah Pimpinan Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya. Nah, karena teroris Tarmizi-arqam-sesat bersama anjing Boldok-nya Ria Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani ini sudah tidak bisa lari dari Waterloo Road, North Ryde NSW, Australia karena sudah lumpuh, maka dengan penuh kesadaran memberikan jawaban kepada pihak panitia jamuan makan bersama melalui SMS yang isinya menyatakan bahwa Tolong sampaikan bahawa saya tidak akan datang dalam acara tersebut kalau ada indon, Aceh yang mengaku indon, yang pro indon dan MoU Helsinki, sebab indon itu adalah musuh Bangsa Aceh. Siapa ketua acara tersebut?. Padahal kalau memang teroris Tarmizi-arqam-sesat mau memperjuangkan bangsa, rakyat dan negeri Acheh, maka jika ada undangan dari masyarakat Acheh di Australia ia akan menghadirinya karena mereka adalah bangsa dan rakyat Acheh yang ada di Ausralia untuk diajak secara bersama dibawah garis perjuangan untuk penentuan nasib sendiri di Acheh. Tetapi, ternyata teroris Tarmizi-arqam-sesat ini justru melakukan tindakan politik yang sebaliknya, dengan menolak undangan jamuan makan bersama itu sekaligus mempertanyakan: Siapa ketua acara tersebut?, seolah-seolah teroris Tarmizi-arqam-sesat seperti kepala preman di Medan sana. Nah dari sini saja sudah menunjukkan bahwa sebenarnya teroris Tarmizi-arqam-sesat adalah memang tidak ada pengikut dan tidak ada pemimpinnya kecuali hanya menjadi pengikut kelompok arqam-sesat dan pemimpin arqam-sesat yaitu Ashaari Muhammad yang telah dijebloskan kedalam penjara di Malaysia. Jadi, kalau teroris Tarmizi-arqam-sesat menempelkan tulisannya seperti dibawah ini yang isinya menceritakan akan meneruskan perjuangan kemerdekaan Acheh, tetapi karena niat dan tujuan dari teroris Tarmizi-arqam-sesat adalah sebenarnya bukan untuk memperjuangkan bangsa, rakyat dan negeri Acheh untuk penentuan nasib sendiri, melainkan hanya untuk memperjuangkan negara-nya arqam-sesat Ashaari Muhammad yang dinamakan darul-arqam-sesat, maka tidak ada seorangpun bangsa dan rakyat Acheh yang mau menguikutinya, malahan sebaliknya mau meringkusnya. Seperti melalui undangan jamuan makan bersama. Itu sebenarnya disamping untuk melihat teroris Tarmizi-arqam-sesat yang asa keturunan Yunan, Cina Selatan ini sekaligus akan meringkusnya sambil mulutnya dijahit setelah lidahnya di gungting oleh bininya yang keturunan cina-campuran sedikit-india-Malaysia dengan profesi sebagai pencungkil gigi di Malaysia dan di North Ryde NSW, Australia. Nah, dengan memperjuangkan darul-arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad, itu teroris Tarmizi-arqam-sesat selalu mengkafirkan siapa saja orang yang bukan anggota arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad. Karena itu bagaimana bisa dipercaya teroris Tarmizi-arqam-sesat akan memperjuangkan bangsa, rakyat dan tanah negeri Acheh, kalau memang yang dicita-citakannya oleh teroris Tarmizi-arqam-sesat adalah untuk membangun darul-arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad yang diharamkan oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia. Terakhir, jadi untuk semua bangsa dan rakyatAcheh di Acheh apa yang dituliskan oleh teroris Tarmizi-arqam-sesat adalah hanya merupakan ajaran arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad yang ingin membangun darul arqam-sesatnya Ashaari Muhammad. Kalau jumpa dengan teroris Tarmizi-arqam-sesat laporkan saja ke pihak Kepolisian di Australia atau diringkus saja langsung kakinya karena dalam tubuhnya mengandung racun berbahaya arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad yang diharamkan oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia. Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada [EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP http://www.dataphone.se/~ahmad Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon petunjuk, amin *.* Wassalam. Ahmad Sudirman http://www.dataphone.se/~ahmad [EMAIL PROTECTED] ---------- Received: (qmail 12778 invoked by uid 60001); 15 Nov 2006 01:46:59 -0000 Received: from [202.7.166.170] by web55104.mail.re4.yahoo.com via HTTP; Wed, 15 Nov 2006 08:46:59 ICT From: Mustafa Abubakar [EMAIL PROTECTED] Date: 15 november 2006 02:46:59 To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] MENERUSKAN PERJUANGAN GERAKAN ACEH MERDEKA Ke hadapan Bangsa Aceh semua, Assalamualaikum. Perjuangan Gerakan Aceh Merdeka belum berakhir. Penanda tanganan MoU di Helsinki, bagi kafir penjajah indunesia jawa adalah ibarat pemberian antibiotik kepada pesakit yang sedang infeksi penyakitnya. Antibiotik tidak akan mampu menyembuhkan secara total penyakit yang telah bersarang ditubuhnya. Bagi Bangsa Aceh kehadiran kafir penjajah indunesia jawa untuk menjajah dan memerintah Negeri dan Bangsa Aceh adalah merupakan satu penyakit yang tidak hanya mampu disembuhkan dengan hanya memberi antibiotik, seperti Pilkada, amnesti, membagi-bagi wang dan yang sejenisnya. Penyakit yang telah bersarang di bumi Aceh adalah kehadiran kafir penjajah indunesia jawa itu sendiri. Oleh sebab itu, kafir penjajah indunesia jawa itu wajib diusir, diperangi, dihalau atau keluar sendiri dari Bumi Aceh. Sementara bagi sekelompok pengkhianat perjuangan yang diketui oleh Malek Mahmud dan Zaini Abdullah, penanda tanganan MoU di Helsinki sarat dengan kepentingan pribadi mereka. Apalagi pihak kafir penjajah indunesia jawa menjanjikan kepada mereka janji angin syurga yang tidak pernah dibayangkan dalam hidup para pengkhianat ini selama ini. Mereka dulu hidupnya tidak mempunyai kuasa, harta, dan berbagai kemewahan lain, telah membayangkan bahawa satu ketiuka mereka akan mendapat segalanya. Syaratnya adalah asalkan sahaja mereka mengikut apa yang dikehendaki oleh kafir penjajah indunesia jawa. Sudah tentu itu adalah satu perkara yang sangat tidak diinginkan oleh segenap lapisan masyarakat Bangsa Aceh, iaitu menggadaikan maruah Bangsa dan Negara Aceh dengan tidak lagi memperjuangkan kemerdekaan Bumi dan Bangsa dari penjajahan dan penindasan kafir penjajah indunesia jawa. Akan tetapi apa yang diimpi-impikan oleh semua pengkhianat ini hanyalah satu ilusi dan fatamorgana. Bahkan diantara sesama pengkhianat itu sendiri sejak awal-awal lagi sudah muncul perbalahan dan permusuhan. Ini semua terjadi sebab iktikad perjuangan merdeka sebenarnya bukan untuk membebaskan Bumi dan Bangsa Aceh dari penjajahan dan pendudukan oleh kafir penjajah indunesia jawa. Mereka mengejar pangkat dan kemewahan pribadi, dan bukannya memikirkan nasib dan martabat Negeri dan Bangsa Aceh. Maka sekarang kita lihat muncullah kelompok yang kita kenal H2O dan IRNA yang melibatkan pengkhianat perjuangan Hasbi Abdullah dengan berganding bahu dengan pengkhianat yang selama hidupnya tidak pernah terlibat dalam perjuangan menentang kafir penjajah indunesia jawa iaitu Ahmad (baca Mamat) Human Hamid dengan satu lagi pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar. Masing-masing kelompok tersebut mempunyai pendukung masing-masing. Masing-masing pendukung tersebut adalah juga termasuk pengkhianat perjuangan yang tidak memahami maruah dan makna sejati perjuangan. Mereka hanya mampu berfikir setakat untuk meraih pangkat demi kesenangan pribadi mereka sendiri dengan tetap tunduk di bawah kuasa dan bingkai penjajahna kafir penjajah indunesia jawa. Mereka ini tidak mahu lagi berjuang menjaga maruah Bangsa dan Negeri Aceh seperti yang telah dilakukan oleh sederet para Asy-Syahid termasuk Tgk. Ilyas Leubei, Tgk. Abdullah Syafie, Tgk, Ishak Daud, Tgk. Dr. Zubir Mahmud, Tgk. Raman Paloh, Tgk. Said Hanan, Tgk. Sofyan Ibrahim Tiba, Ibunda kita Cut Nurasikin, dan segenap mereka yang telah syahid dalam proses perjuangan suci tersebut. Mereka para pengkhianat tersebut sudah tidak mahu lagi mengikut jejak para syuhada yang telah syahid tersebut. Bahkan pengkhianat ini turut menghina sikap memilih syahid yang telah ditunjukkan oleh para syuhada ini. Para pengkhianat tersebut secara implisit sanggup menyebutkan bahawa mereka para pengkhianat ini tidak lagi mahu memilih cara yang telah ditempuh oleh mereka yang telah syahid tersebut. Maka para pengkhianat ini dengan menjual nama Bangsa dan Negeri Aceh dan darah serta nyawa para pejuang yang telah terkorban syahid, memilih jalan untuk berganding bahu dengan kafir penjajah indunesia jawa sehingga terwujudnya perjanjian pengkhianatan perjuangan iaitu MoU Helsinki. Malah para pengkhianat ini merasakan dirinya sebagai hero atau pahlawan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka melebihi mereka yang telah mati dan terkorban syahid dalam perjuangan. Malah lebih keji lagi perbuatan para pengkhianat ini, dimana sebahagian mereka ada yang sanggup menginjakkan kaki di atas kuburan para syuhada ini untuk mengumumkan pencalonan mereka untuk meraih pangkat di bawah kekuasan kafir penjajah indunesia jawa, misalnya seperti yang dilakukan oleh Nasruddin Abubakar untuk mengumumkan dirinya dalam pencalonan pemilihan sebagai bupati jawa di Aceh Timur. Sudah tentu seandainya Asy-Syahid Tgk. Ishak daud dapat bangkit dari kuburnya, maka Nasruddin Abubakar akan ditebas dan dicincang halus karena menghina kesucian perjuangan yang telah dilakukan oleh Asy-Syahid Tgk. Ishak Daud sehingga menyerahkan nyawanya dalam perjuangan menentang kafir penjajah indunesia jawa dan bukan hanya beliau mahu hidup dan mengharap pangkat di bawah kekuasaan kafir penjajah indunesia jawa. Perbalahan diantara para pengkhianat ini juga wujud dalam bentuk perebutan kuasa dengan jalan timbulnya propaganda, pemecatan dan pergeseran. Diantaranya adalah tersisihnya Bakhtiar Abdullah, ditempatkan Zakaria Saman, tersingkirnya Irwandi Yusuf, putar belit Muzakir Manaf dan Sofyan Daud. Semua ini mengapa terjadi? Jawabnya adalah sangat ringkas, kerana mereka bukan lagi bercita-cita untuk mengusir dan menghalau kafir penjajah indunesia jawa dari Bumi Aceh. Mereka sibuk dan masing-masing bermimpi untuk mendapat pangkat dan kuasa terhadap Negeri dan Bangsa Aceh. Semua itu sebab mereka nampak bahawa mendapat kuasa pangkat di atas Negeri dan Bangsa Aceh walaupun masih di bawah kekuasaan kafir penjajah indunesia jawa adalah ibarat menunggu durian runtuh di dalam hutan yang penuh dengan sarang nyamuk dan pacat. Walaupun digigit nyamuk dan diisap darahnya oleh pacat, penunggu durian itu akan tetap mengharap durian runtuh dari pohonnya. Begitu juga para pengkhianat ini, tidak pernah memikirkan dan terus berusaha untuk membersihkan ladang durian itu sehingga tiada lagi nyamuk dan paacat menetap di sana Lebih ironis lagi, kelompok pengikut Malik Mahmud dan Zaini Abdullah telah sanggup menggunakan seekor anjing boldok (julukan yang diberikan oleh Saudara Ria Ananda dan sudah sangat popular dikalangan pengguna mailing list dan internet berkenaan dengan Aceh) tua jawa Ahmad (baca Mamat) Sudirman yang menetap di Sweden untuk menyalak dan menggonggong ke atas setiap Bangsa Aceh yang cuba menentang dan terus menentang kedua pengkhianat ini dan pengikutnya. Cuba kita bayangkan, sebelum lagi para pengkhianat ini diberikan kuasa oleh kafir penjajah indunesia jawa untuk menjadi kakitangan kafir penjajah indunesia jawa ke atas Negeri dan Bangsa Aceh, para pengkhianat ini sudah bersekutu dengan seekor anjing boldok liar jaw atua Mamat Sudirman itu. Yang menjadi lebih aneh kita baca, wujud pula tulisan yang disampaikan oleh Husaini Daud @ Ali Al-Asytar @ Muhammad Al-Qubra penyebar ajaran syiah di kalangan Bangsa Aceh, telah memuji kehadiran anjing boldok tua Mamat Sudirman dengan tulisannya yang memikat konon ikut serta dalam membatu perjuangan Bangsa Aceh melalui pemeliharanya Malek Mahmud dan Zaini Abdullah. Anjing boldok Mamat Sudirman itu sudah dipandang sebagai umpama permata di antara kaca-kaca yang tajam di antara keturunan kafir penjajah jawa indunesia yang lain. Husaini Daud sudah lupa dengan sejarah perjuangan endatu Bangsa Aceh dahulunya ketika menentang dan mengusir kafir penjajah belanda dari Bumi Aceh. Seorang kafir arbi laknatullah Snouck Horgronje telah dihantar ke Bumi Aceh untuk mematahkan taktik dan semangat perjuangan endatu kita menentang kafir penjajah belanda. Antara cara yang ditempuh adalah dengan mengaku dirinya sebagai orang yang telah menganut agama Islam dan alim dalam berbagai perkara agama Islam. Maka ada segelintir Bangsa Aceh pada masa itu yang telah terpengaruh dan tertipu dengan muslihat si Snouck Horgronje laknatullah itu. Begitu juga pada hari ini dengan wujudnya seekor anjing boldok jawa tua Mamat Sudirman itu. Anjing boldok tua ini telah berhasil merasuk ke dalam tubuh pengkhianat Malik Mahmaud dan Zaini Abdullah serta pengikutnya. Sementara si anjing boldok tua Mamat Sudirman itu sebenarnya seekor anjing boldok yang sengaja dikirim oleh pihak kafir penjajah indunesia jawa melalu jarak jauh dan atas dasar kerelaannya sebagai keturunan anjing boldok dari pulau jawa berusaha melakukan berbagai tindakan yang dapat menghancurkan dan melemahkan perjuangan Bangsa Aceh menentang kafir penjajah indunesia jawa. Anjing boldok Mamat Sudirman ini merupakan anjing boldok yang cuba menciptakan kondisi kontra intelijen untuk mencari informasi dan rahasia-rahasia di kalangan Bangsa Aceh yang terus menentang kafir penjajah indunesia jawa. Malah Irwandi Yusuf sendiri sebelum menjadi pengkhianat perjuangan pernah terpedaya dengan pembawaan dan muslihat anjing boldok Mamat Sudirman itu, sehingga ia menganggap anjing boldok itu sangat istimewa dalam perjuangan Bangsa Aceh dan sanggup menyentuh tangannya di rumah Zaini Abdullah pada hari acara perkawinan anak Zaini Abdullah. Lain lagi ceritanya tentang para pengkhianat lain yang juga mencalonkan dirinya untuk mendapat kuasa ke atas Negeri dan Bangsa Aceh sebagai wakil kafir penjajah indunesia jawa seperti Malik Raden-Sayed Fuad Zakaria, Humam-Hasbi, Tamlicha Ali-Harmen Nuriqman, Djali Yusuf-Syuqas Rahmatillah, Azwar Abubakar-Nasir Djamil, Iskandar Hoesin-Saleh Manaf, dan Ghazali Abbas-Shalahuddin Alfata, dll.. Para pengkhianat ini memang sudah seumur hidupnya menjadi pengkhianat kepada perjuangan Bangsa Aceh dalam mengusir kafir penjajah indunesia jawa. Para pengkhianat ini memang tidak pernah tertarik dan malah membenci perjuangan Bangsa Aceh dalam mengusir dan memerangi kafir penjajah indunesia jawa. Para pengkhianat ini terus menjadi sekutu sejati kafir penjajah indunesia jawa dan menggantungkan hidupnya dan keluarganya dari menjadi sekutu dan pengemis kepada kafir penjajah indunesia jawa. Para pengkhianat ini memang sudah tidak ada ubatnya lagi untuk menyembuhkan mereka supaya tidak terus menjadi pengemis atau abdi dalem kepada kafir penjajah indunesia jawa. Darah daging dan keturunan mereka sudah sangat berhutang budi menjadi abdi dalem kepada kafir penjajah indunesia jawa. Mereka tidak menyedari bahawa kafir penjajah indunesia jawa sebenarnya hidup di atas kekayaan dan limpahan rahmat Allah Taala di atas dan di dalam perut Bumi Aceh. Maka saya serukan kepada generasi baru Bangsa Aceh, marilah kita teruskan perjuangan Gerakan Aceh Merdeka untuk mengusir kafir penjajah indunesia jawa dari Bumi Aceh dengan pandangan yang positif dan mempunyai keyakinan diri. Jangan sekali-kali kita merasa diri kita milik kafir penjajah indunesia jawa itu. Jangan sekali-kali kita merasa terikat dan tergantung hidup kita kepada kafir penjajah indunesia jawa itu. Jangan sekali-kali kita mengaku bahawa kita sebangsa dan setanah air dengan kafir penjajah indunesia jawa itu. Kafir penjajah indunesia jawa itu adalah pendatang haram ke Negeri kita Aceh. Kafir penjajah indunesia jawa itu adalah musuh kita Bangsa Aceh. Sebagai informasi, dua hari yang lepas saya menerima pesanan SMS yang mengajak saya untuk menghadiri Halal Bil Halal masyarakat Aceh di suatu tempat pada hujung minggu yang akan datang. Dengan serta merta saya jawab SMS itu Tolong sampaikan bahawa saya tidak akan datang dalam acara tersebut kalau ada indon, Aceh yang mengaku indon, yang pro indon dan MoU Helsinki, sebab indon itu adalah musuh Bangsa Aceh. Siapa ketua acara tersebut?. Sampai hari ini pertanyaan saya itu belum dibalasnya. Pertanyaan dan pernyataan tersebut saya kemukakan kerana saya sangat membenci kafir penjajah indunesia jawa dan membenci istilah Halal Bil Halal yang digunakan oleh keturunan kafir penjajah indunesia jawa atau yang mengaku dirinya indon. Dalam setiap acara mereka itu selalunya penuh dengan maksiat dan sama sekali tidak mendidik kepada kebaikan. Saya tanyakan siapa ketua acara tersebut, sebab pernah satu ketika acara yang seperti itu pernah diadakan di tempat yang sama dan ketua pelaksana itu adalah juga seorang pengkhianat yang cuba mencari kehidupan pribadinya di luar negeri dengan jalan mengemis dan mengadakan acara yang seperti ini dan mengundang wakil atau konsul kafir penjajah indunesia jawa dalam acara tersebut. Harapan pengkhianat ini adalah sudah tentu ada udang di balik peyek. Balasan SMS itu juga saya sampaikan dengan cara tersebut, sebab orang yang mengundang saya itu dengan menggunakan istilah Halal Bil Halal, masih saya lihat belum memahami apa-apa mengenai halal dan haram dan tidak mempunyai semangat perjuangan dan kekeluargaan Bangsa Aceh yang sebenarnya dan isterinya masih sangat bangga dengan menyebut dirinya indon dan gaya hidupnya, pakaiannya juga sama tarafnya dengan gaya hidup kafir penjajah indunesia jawa. Saya harap balasan SMS itu menjadikan rakan tersebut berfikir dan memahami apa sebab saya memberi balasan SMS seperti itu. Bagi saya pribadi dan keluarga, saya tidak mengharapkan persahabatan yang kental dengan mereka yang mengaku dirinya Aceh tetapi cara dan gaya hidupnya sama dengan kafir penjajah indunesia jawa dan apalagi jika mereka ini tidak menerima nasihat yang kita berikan. Saya dan keluarga saya tidak mempunyai kepentingan apa-apa dengan contoh-contoh barang yang seperti itu. Lon harap bak Bansa Atjeh mandum, bek galak that djeut keu lamiet djawa. Pumardeka keudeh fikiran droe teuh geutanjoe Bansa Atjeh dan bek sabe ek djipeungeut lek kaphe djawa indunesia njan. Bek gadoh djak meungaku droe njang kaphe djawa indunesia njan tuan geutanjoe. Njan meunjoe lagei njan makna djih geutanjoe LAMIET DJAWA. Koh keudeh hubungan geutanjoe ngon kaphe peundjadjah indunesia djawa njan. Djak tameusaho rame-rame talet bui uteun njan lam nanggroe geutanjoe. Meunjoe hana mardeka fikeran, pajah bak tausaha untok tapumardeka nanggroe geutanjoe. Bek sjhit bangga djak meurakan ngon eungkong puteh njang teuka u nanggroe geutanjoe. Njan eungkong puteh njan mandum na keupeuntengan pribadi djih dan agenda teuseulubong di likot djih. Sekian dan wassalam. ---------- _________________________________________________________________ Dags att flytta till större? http://sokbostad.msn.se
