http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]

Stockholm, 15 November 2006

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.


TERORIS TARMIZI-ARQAM-SESAT MAU DIRINGKUS ORANG ACHEH DI AUSTRALIA AKHIRNYA 
MENOLAK UNTUK DATANG PADA JAMUAN MAKAN.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.


MASIH MENYOROT TENTANG TERORIS TARMIZI-ARQAM-SESAT MAU DIRINGKUS ORANG ACHEH 
DI AUSTRALIA AKHIRNYA MENOLAK UNTUK DATANG PADA JAMUAN MAKAN BERSAMA.

“Sebagai informasi, dua hari yang lepas saya menerima pesanan SMS yang 
mengajak saya untuk menghadiri “Halal Bil Halal” masyarakat Aceh di suatu 
tempat pada hujung minggu yang akan datang. Dengan serta merta saya jawab 
SMS itu “Tolong sampaikan bahawa saya tidak akan datang dalam acara tersebut 
kalau ada indon, Aceh yang mengaku indon, yang pro indon dan MoU Helsinki, 
sebab indon itu adalah musuh Bangsa Aceh. Siapa ketua acara tersebut?”. 
Sampai hari ini pertanyaan saya itu belum dibalasnya.  “ (Mustafa Abubakar, 
[EMAIL PROTECTED] , [202.7.166.170] , 15 Nov 2006 01:46:59 -0000)

Rupanya teroris Tarmizi-arqam-sesat bersama ”anjing Boldok”-nya Ria Ananda 
jelmaan Yusra Habib Abdul Gani di Denmark masih berdesis-desis seperti bunyi 
ular sanca dari Yunan, Cina Selatan mau diringkus oleh masyarakat Acheh yang 
ada di Australia, khususnya yang ada Waterloo Road, North Ryde NSW, 
Australia, karena telah melakukan tindak pidana terorisme di Australia dan 
sedang menyebarka ajaran arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad di Australia. Juga 
telah mempergunakan nama-nama palsu seperti Warwick Aceh, Puteh Sarong, 
Teungku Awe Geutah, Salamah Maun, Mustafa Abubakar, Dr. Zaini Abdullah dan 
Malik Mahmud untuk dipakai menentang dan menyerang GAM dibawah Pimpinan 
Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya.

Nah, karena teroris Tarmizi-arqam-sesat bersama ”anjing Boldok”-nya Ria 
Ananda jelmaan Yusra Habib Abdul Gani ini sudah tidak bisa lari dari 
Waterloo Road, North Ryde NSW, Australia karena sudah lumpuh, maka dengan 
penuh kesadaran memberikan jawaban kepada pihak panitia jamuan makan bersama 
melalui SMS yang isinya menyatakan bahwa  “Tolong sampaikan bahawa saya 
tidak akan datang dalam acara tersebut kalau ada indon, Aceh yang mengaku 
indon, yang pro indon dan MoU Helsinki, sebab indon itu adalah musuh Bangsa 
Aceh. Siapa ketua acara tersebut?”.

Padahal kalau memang teroris Tarmizi-arqam-sesat mau memperjuangkan bangsa, 
rakyat dan negeri Acheh, maka jika ada undangan dari masyarakat Acheh di 
Australia ia akan menghadirinya karena mereka adalah bangsa dan rakyat Acheh 
yang ada di Ausralia untuk diajak secara bersama dibawah garis perjuangan 
untuk penentuan nasib sendiri di Acheh.

Tetapi, ternyata teroris Tarmizi-arqam-sesat ini justru melakukan tindakan 
politik yang sebaliknya, dengan menolak undangan jamuan makan bersama itu 
sekaligus mempertanyakan: ”Siapa ketua acara tersebut?”, seolah-seolah 
teroris Tarmizi-arqam-sesat seperti kepala preman di Medan sana.

Nah dari sini saja sudah menunjukkan bahwa sebenarnya teroris 
Tarmizi-arqam-sesat adalah memang tidak ada pengikut dan tidak ada 
pemimpinnya kecuali hanya menjadi pengikut kelompok arqam-sesat dan pemimpin 
arqam-sesat yaitu Ashaari Muhammad yang telah dijebloskan kedalam penjara di 
Malaysia.

Jadi, kalau teroris Tarmizi-arqam-sesat menempelkan tulisannya seperti 
dibawah ini yang isinya menceritakan akan meneruskan perjuangan kemerdekaan 
Acheh, tetapi karena niat dan tujuan dari teroris Tarmizi-arqam-sesat adalah 
sebenarnya bukan untuk memperjuangkan bangsa, rakyat dan negeri Acheh untuk 
penentuan nasib sendiri, melainkan hanya untuk memperjuangkan negara-nya 
arqam-sesat Ashaari Muhammad yang dinamakan darul-arqam-sesat, maka tidak 
ada seorangpun bangsa dan rakyat Acheh yang mau menguikutinya, malahan 
sebaliknya mau meringkusnya. Seperti melalui undangan jamuan makan bersama. 
Itu sebenarnya disamping untuk melihat teroris Tarmizi-arqam-sesat yang asa 
keturunan Yunan, Cina Selatan ini sekaligus akan meringkusnya sambil 
mulutnya dijahit setelah lidahnya di gungting oleh bininya yang keturunan 
cina-campuran sedikit-india-Malaysia dengan profesi sebagai pencungkil gigi 
di Malaysia dan di North Ryde NSW, Australia.

Nah, dengan memperjuangkan darul-arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad, itu 
teroris Tarmizi-arqam-sesat selalu mengkafirkan siapa saja orang yang bukan 
anggota arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad.

Karena itu bagaimana bisa dipercaya teroris Tarmizi-arqam-sesat akan 
memperjuangkan bangsa, rakyat dan tanah negeri Acheh, kalau memang yang 
dicita-citakannya oleh teroris Tarmizi-arqam-sesat adalah untuk membangun 
darul-arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad yang diharamkan oleh Pemerintah 
Kerajaan Malaysia.

Terakhir, jadi untuk semua bangsa dan rakyatAcheh di Acheh apa yang 
dituliskan oleh teroris Tarmizi-arqam-sesat adalah hanya merupakan ajaran 
arqam-sesat-nya Ashaari Muhammad yang ingin membangun darul arqam-sesatnya 
Ashaari Muhammad. Kalau jumpa dengan teroris Tarmizi-arqam-sesat laporkan 
saja ke pihak Kepolisian di Australia atau diringkus saja langsung kakinya 
karena dalam tubuhnya mengandung racun berbahaya arqam-sesat-nya Ashaari 
Muhammad yang diharamkan oleh Pemerintah Kerajaan Malaysia.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu 
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang 
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel 
di HP http://www.dataphone.se/~ahmad

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED]
----------

Received: (qmail 12778 invoked by uid 60001); 15 Nov 2006 01:46:59 -0000
Received: from [202.7.166.170] by web55104.mail.re4.yahoo.com via HTTP; Wed, 
15 Nov 2006 08:46:59 ICT
From: Mustafa Abubakar [EMAIL PROTECTED]
Date: 15 november 2006 02:46:59
To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], 
[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]

MENERUSKAN PERJUANGAN GERAKAN ACEH MERDEKA

Ke hadapan Bangsa Aceh semua,

Assalamualaikum.

Perjuangan Gerakan Aceh Merdeka belum berakhir. Penanda tanganan MoU di 
Helsinki, bagi kafir penjajah indunesia jawa adalah ibarat pemberian 
antibiotik kepada pesakit yang sedang infeksi penyakitnya. Antibiotik tidak 
akan mampu menyembuhkan secara total penyakit yang telah bersarang 
ditubuhnya. Bagi Bangsa Aceh kehadiran kafir penjajah indunesia jawa untuk 
menjajah dan memerintah Negeri dan Bangsa Aceh adalah merupakan satu 
penyakit yang tidak hanya mampu disembuhkan dengan hanya memberi antibiotik, 
seperti Pilkada, amnesti, membagi-bagi wang dan yang sejenisnya. Penyakit 
yang telah bersarang di bumi Aceh adalah kehadiran kafir penjajah indunesia 
jawa itu sendiri. Oleh sebab itu, kafir penjajah indunesia jawa itu wajib 
diusir, diperangi, dihalau atau keluar sendiri dari Bumi Aceh.

Sementara bagi sekelompok pengkhianat perjuangan yang diketui oleh Malek 
Mahmud dan Zaini Abdullah, penanda tanganan MoU di Helsinki sarat dengan 
kepentingan pribadi mereka. Apalagi pihak kafir penjajah indunesia jawa 
menjanjikan kepada mereka janji angin syurga yang tidak pernah dibayangkan 
dalam hidup para pengkhianat ini selama ini. Mereka dulu hidupnya tidak 
mempunyai kuasa, harta, dan berbagai kemewahan lain, telah membayangkan 
bahawa satu ketiuka mereka akan mendapat segalanya. Syaratnya adalah asalkan 
sahaja mereka mengikut apa yang dikehendaki oleh kafir penjajah indunesia 
jawa. Sudah tentu itu adalah satu perkara yang sangat tidak diinginkan oleh 
segenap lapisan masyarakat Bangsa Aceh, iaitu menggadaikan maruah Bangsa dan 
Negara Aceh dengan tidak lagi memperjuangkan kemerdekaan Bumi dan Bangsa  
dari penjajahan dan penindasan kafir penjajah indunesia jawa.

Akan tetapi apa yang diimpi-impikan oleh semua pengkhianat ini hanyalah satu 
ilusi dan fatamorgana. Bahkan diantara sesama pengkhianat itu sendiri sejak 
awal-awal lagi sudah muncul perbalahan dan permusuhan. Ini semua terjadi 
sebab iktikad perjuangan merdeka sebenarnya bukan untuk membebaskan Bumi dan 
Bangsa Aceh dari penjajahan dan pendudukan oleh kafir penjajah indunesia 
jawa. Mereka mengejar pangkat dan kemewahan pribadi, dan bukannya memikirkan 
nasib dan martabat Negeri dan Bangsa Aceh.

Maka sekarang kita lihat muncullah kelompok yang kita kenal H2O dan IRNA 
yang melibatkan pengkhianat perjuangan Hasbi Abdullah dengan berganding bahu 
dengan pengkhianat yang selama hidupnya tidak pernah terlibat dalam 
perjuangan menentang kafir penjajah indunesia jawa iaitu Ahmad (baca Mamat) 
Human Hamid dengan satu lagi pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar. 
Masing-masing kelompok tersebut mempunyai pendukung masing-masing. 
Masing-masing pendukung tersebut adalah juga termasuk pengkhianat perjuangan 
yang tidak memahami maruah dan makna sejati perjuangan. Mereka hanya mampu 
berfikir setakat untuk meraih pangkat demi kesenangan pribadi mereka sendiri 
dengan tetap tunduk di bawah kuasa dan bingkai penjajahna kafir penjajah 
indunesia jawa. Mereka ini tidak mahu lagi berjuang menjaga maruah Bangsa 
dan Negeri Aceh seperti yang telah dilakukan oleh sederet para Asy-Syahid 
termasuk Tgk. Ilyas Leubei, Tgk. Abdullah Syafie, Tgk, Ishak Daud, Tgk. Dr. 
Zubir Mahmud, Tgk. Raman Paloh, Tgk. Said Hanan, Tgk. Sofyan Ibrahim Tiba, 
Ibunda kita Cut Nurasikin, dan segenap mereka yang telah syahid dalam proses 
perjuangan suci tersebut.

Mereka para pengkhianat tersebut sudah tidak mahu lagi mengikut jejak para 
syuhada yang telah syahid tersebut. Bahkan pengkhianat ini turut menghina 
sikap memilih syahid yang telah ditunjukkan oleh para syuhada ini. Para 
pengkhianat tersebut secara implisit sanggup menyebutkan bahawa mereka para 
pengkhianat ini tidak lagi mahu memilih cara yang telah ditempuh oleh mereka 
yang telah syahid tersebut. Maka para pengkhianat ini dengan menjual nama 
Bangsa dan Negeri Aceh dan darah serta nyawa para pejuang yang telah 
terkorban syahid, memilih jalan untuk berganding bahu dengan kafir penjajah 
indunesia jawa sehingga terwujudnya perjanjian pengkhianatan perjuangan 
iaitu MoU Helsinki.

Malah para pengkhianat ini merasakan dirinya sebagai hero atau pahlawan 
perjuangan Gerakan Aceh Merdeka melebihi mereka yang telah mati dan 
terkorban syahid dalam perjuangan. Malah lebih keji lagi perbuatan para 
pengkhianat ini, dimana sebahagian mereka ada yang sanggup menginjakkan kaki 
di atas kuburan para syuhada ini untuk mengumumkan pencalonan mereka untuk 
meraih pangkat di bawah kekuasan kafir penjajah indunesia jawa, misalnya 
seperti yang dilakukan oleh Nasruddin Abubakar untuk mengumumkan dirinya 
dalam pencalonan pemilihan sebagai bupati jawa di Aceh Timur. Sudah tentu 
seandainya Asy-Syahid Tgk. Ishak daud dapat bangkit dari kuburnya, maka 
Nasruddin Abubakar akan ditebas dan dicincang halus karena menghina kesucian 
perjuangan yang telah dilakukan oleh Asy-Syahid Tgk. Ishak Daud sehingga 
menyerahkan nyawanya dalam perjuangan menentang kafir penjajah indunesia 
jawa dan bukan hanya beliau mahu hidup dan mengharap pangkat di bawah 
kekuasaan kafir penjajah indunesia jawa.

Perbalahan diantara para pengkhianat ini juga wujud dalam bentuk perebutan 
kuasa dengan jalan timbulnya propaganda, pemecatan dan pergeseran. 
Diantaranya adalah tersisihnya Bakhtiar Abdullah,  ditempatkan Zakaria 
Saman, tersingkirnya Irwandi Yusuf, putar belit Muzakir Manaf dan Sofyan 
Daud.

Semua ini mengapa terjadi? Jawabnya adalah sangat ringkas, kerana mereka 
bukan lagi bercita-cita untuk mengusir dan menghalau kafir penjajah 
indunesia jawa dari Bumi Aceh. Mereka sibuk dan masing-masing bermimpi untuk 
mendapat pangkat dan kuasa terhadap Negeri dan Bangsa Aceh. Semua itu sebab 
mereka nampak bahawa mendapat kuasa pangkat di atas Negeri dan Bangsa Aceh 
walaupun masih di bawah kekuasaan kafir penjajah indunesia jawa adalah 
ibarat menunggu durian runtuh di dalam hutan yang penuh dengan sarang nyamuk 
dan pacat. Walaupun digigit nyamuk dan diisap darahnya oleh pacat, penunggu 
durian itu akan tetap mengharap durian runtuh dari pohonnya. Begitu juga 
para pengkhianat ini, tidak pernah memikirkan dan terus berusaha untuk 
membersihkan ladang durian itu sehingga tiada lagi nyamuk dan paacat menetap 
di sana

Lebih ironis lagi, kelompok pengikut Malik Mahmud dan Zaini Abdullah telah 
sanggup menggunakan seekor anjing boldok (julukan yang diberikan oleh 
Saudara Ria Ananda dan sudah sangat popular dikalangan pengguna mailing list 
dan internet berkenaan dengan Aceh) tua jawa Ahmad (baca Mamat) Sudirman 
yang menetap di Sweden untuk menyalak dan menggonggong ke atas setiap Bangsa 
Aceh yang cuba menentang dan terus menentang kedua pengkhianat ini dan 
pengikutnya. Cuba kita bayangkan, sebelum lagi para pengkhianat ini 
diberikan kuasa oleh kafir penjajah indunesia jawa untuk menjadi kakitangan 
kafir penjajah indunesia jawa ke atas Negeri dan Bangsa Aceh, para 
pengkhianat ini sudah bersekutu dengan seekor anjing boldok liar jaw atua 
Mamat Sudirman itu.

Yang menjadi lebih aneh kita baca, wujud pula tulisan yang disampaikan oleh 
Husaini Daud @ Ali Al-Asytar @ Muhammad Al-Qubra penyebar ajaran syiah di 
kalangan Bangsa Aceh, telah memuji kehadiran anjing boldok tua Mamat 
Sudirman dengan tulisannya yang memikat konon ikut serta dalam membatu 
perjuangan Bangsa Aceh melalui pemeliharanya Malek Mahmud dan Zaini 
Abdullah. Anjing boldok Mamat Sudirman itu sudah dipandang sebagai umpama 
permata di antara kaca-kaca yang tajam di antara keturunan kafir penjajah 
jawa indunesia yang lain. Husaini Daud sudah lupa dengan sejarah perjuangan 
endatu Bangsa Aceh dahulunya ketika menentang dan mengusir kafir penjajah 
belanda dari Bumi Aceh. Seorang kafir arbi laknatullah Snouck Horgronje 
telah dihantar ke Bumi Aceh untuk mematahkan taktik dan semangat perjuangan 
endatu kita menentang kafir penjajah belanda. Antara cara yang ditempuh 
adalah dengan mengaku dirinya sebagai orang yang telah menganut agama Islam 
dan alim dalam berbagai perkara agama Islam. Maka ada segelintir Bangsa Aceh 
pada masa itu yang telah terpengaruh dan tertipu dengan muslihat si Snouck 
Horgronje laknatullah itu.

Begitu juga pada hari ini dengan wujudnya seekor anjing boldok jawa tua 
Mamat Sudirman itu. Anjing boldok tua ini telah berhasil merasuk ke dalam 
tubuh pengkhianat Malik Mahmaud dan Zaini Abdullah serta pengikutnya. 
Sementara si anjing boldok tua Mamat Sudirman itu sebenarnya seekor anjing 
boldok yang sengaja dikirim oleh pihak kafir penjajah indunesia jawa melalu 
jarak jauh dan atas dasar kerelaannya sebagai keturunan anjing boldok dari 
pulau jawa berusaha melakukan berbagai tindakan yang dapat menghancurkan dan 
melemahkan perjuangan Bangsa Aceh menentang kafir penjajah indunesia jawa. 
Anjing boldok Mamat Sudirman ini merupakan anjing boldok yang cuba 
menciptakan kondisi ”kontra intelijen” untuk mencari informasi dan 
rahasia-rahasia di kalangan Bangsa Aceh yang terus menentang kafir penjajah 
indunesia jawa. Malah Irwandi Yusuf sendiri sebelum menjadi pengkhianat 
perjuangan pernah terpedaya dengan pembawaan dan muslihat anjing boldok 
Mamat Sudirman itu, sehingga ia menganggap anjing boldok itu sangat istimewa 
dalam perjuangan Bangsa Aceh dan sanggup menyentuh tangannya di rumah Zaini 
Abdullah pada hari acara perkawinan anak Zaini Abdullah.

Lain lagi ceritanya tentang para pengkhianat lain yang juga mencalonkan 
dirinya untuk mendapat kuasa ke atas Negeri dan Bangsa Aceh sebagai wakil 
kafir penjajah indunesia jawa seperti Malik Raden-Sayed Fuad Zakaria, 
Humam-Hasbi, Tamlicha Ali-Harmen Nuriqman, Djali Yusuf-Syuqas Rahmatillah, 
Azwar Abubakar-Nasir Djamil, Iskandar Hoesin-Saleh Manaf, dan Ghazali 
Abbas-Shalahuddin Alfata, dll.. Para pengkhianat ini memang sudah seumur 
hidupnya menjadi pengkhianat kepada perjuangan Bangsa Aceh dalam mengusir 
kafir penjajah indunesia jawa. Para pengkhianat ini memang tidak pernah 
tertarik dan malah membenci perjuangan Bangsa Aceh dalam mengusir dan 
memerangi kafir penjajah indunesia jawa. Para pengkhianat ini terus menjadi 
sekutu sejati kafir penjajah indunesia jawa dan menggantungkan hidupnya dan 
keluarganya dari menjadi sekutu dan pengemis kepada kafir penjajah indunesia 
jawa. Para pengkhianat ini memang sudah tidak ada ubatnya lagi untuk 
menyembuhkan mereka supaya tidak terus menjadi pengemis atau ”abdi dalem” 
kepada kafir penjajah indunesia jawa. Darah daging dan keturunan mereka 
sudah sangat berhutang budi menjadi ”abdi dalem” kepada kafir penjajah 
indunesia jawa. Mereka tidak menyedari bahawa kafir penjajah indunesia jawa 
sebenarnya hidup di atas kekayaan dan limpahan rahmat Allah Taala di atas 
dan di dalam perut Bumi Aceh.

Maka saya serukan kepada generasi baru Bangsa Aceh, marilah kita teruskan 
perjuangan Gerakan Aceh Merdeka untuk mengusir kafir penjajah indunesia jawa 
dari Bumi Aceh dengan pandangan yang positif dan mempunyai keyakinan diri. 
Jangan sekali-kali kita merasa diri kita milik kafir penjajah indunesia jawa 
itu. Jangan sekali-kali kita merasa terikat dan tergantung hidup kita kepada 
kafir penjajah indunesia jawa itu. Jangan sekali-kali kita mengaku bahawa 
kita sebangsa dan setanah air dengan kafir penjajah indunesia jawa itu. 
Kafir penjajah indunesia jawa itu adalah pendatang haram ke Negeri kita 
Aceh. Kafir penjajah indunesia jawa itu adalah musuh kita Bangsa Aceh.

Sebagai informasi, dua hari yang lepas saya menerima pesanan SMS yang 
mengajak saya untuk menghadiri ”Halal Bil Halal” masyarakat Aceh di suatu 
tempat pada hujung minggu yang akan datang. Dengan serta merta saya jawab 
SMS itu ”Tolong sampaikan bahawa saya tidak akan datang dalam acara tersebut 
kalau ada indon, Aceh yang mengaku indon, yang pro indon dan MoU Helsinki, 
sebab indon itu adalah musuh Bangsa Aceh. Siapa ketua acara tersebut?”. 
Sampai hari ini pertanyaan saya itu belum dibalasnya.

Pertanyaan dan pernyataan tersebut saya kemukakan kerana saya sangat 
membenci kafir penjajah indunesia jawa dan membenci istilah ”Halal Bil 
Halal” yang digunakan oleh keturunan kafir penjajah indunesia jawa atau yang 
mengaku dirinya ”indon”. Dalam setiap acara mereka itu selalunya penuh 
dengan maksiat dan sama sekali tidak mendidik kepada kebaikan. Saya tanyakan 
”siapa ketua acara tersebut”, sebab pernah satu ketika acara yang seperti 
itu pernah diadakan di tempat yang sama dan ketua pelaksana itu adalah juga 
seorang pengkhianat yang cuba mencari kehidupan pribadinya di luar negeri 
dengan jalan mengemis dan mengadakan acara yang seperti ini dan mengundang 
wakil atau konsul kafir penjajah indunesia jawa dalam acara tersebut. 
Harapan pengkhianat ini adalah sudah tentu ada ”udang di balik peyek”.

Balasan SMS itu juga saya sampaikan dengan cara tersebut, sebab orang yang 
mengundang saya itu dengan menggunakan istilah ”Halal Bil Halal”, masih saya 
lihat belum memahami apa-apa mengenai halal dan haram dan tidak mempunyai 
semangat perjuangan dan kekeluargaan Bangsa Aceh yang sebenarnya dan 
isterinya masih sangat bangga dengan menyebut dirinya ”indon” dan gaya 
hidupnya, pakaiannya juga sama tarafnya dengan gaya hidup kafir penjajah 
indunesia jawa.

Saya harap balasan SMS itu menjadikan rakan tersebut berfikir dan memahami 
apa sebab saya memberi balasan SMS seperti itu. Bagi saya pribadi dan 
keluarga, saya tidak mengharapkan persahabatan yang kental dengan mereka 
yang mengaku dirinya Aceh tetapi cara dan gaya hidupnya sama dengan kafir 
penjajah indunesia jawa dan apalagi jika mereka ini tidak menerima nasihat 
yang kita berikan. Saya dan keluarga saya tidak mempunyai kepentingan 
apa-apa dengan contoh-contoh barang yang seperti itu.

Lon harap bak Bansa Atjeh mandum, bek galak that djeut keu lamiet djawa. 
Pumardeka keudeh fikiran droe teuh geutanjoe Bansa Atjeh dan bek sabe ek 
djipeungeut lek kaphe djawa indunesia njan. Bek gadoh djak meungaku droe 
njang kaphe djawa indunesia njan tuan geutanjoe. Njan meunjoe lagei njan 
makna djih geutanjoe LAMIET DJAWA. Koh keudeh hubungan geutanjoe ngon kaphe 
peundjadjah indunesia djawa njan. Djak tameusaho rame-rame talet ”bui uteun” 
njan lam nanggroe geutanjoe. Meunjoe hana mardeka fikeran, pajah bak tausaha 
untok tapumardeka nanggroe geutanjoe.

Bek sjhit bangga djak meurakan ngon eungkong puteh njang teuka u nanggroe 
geutanjoe. Njan eungkong puteh njan mandum na keupeuntengan pribadi djih dan 
agenda teuseulubong di likot djih.

Sekian dan wassalam.
----------

_________________________________________________________________
Dags att flytta till större? http://sokbostad.msn.se

Kirim email ke