Wilayah Peureulak <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          Assalamu,alaikum,wr,wb.

Persoalan yang kita hadapi adalah begitu menyedihkan  hati dan begitu menyolok 
mata sehingga kita hampir-hampir  tidak dapat mengupas lagi  persoalannya 
dengan  tidak menyinggung  ke pentingan ,apa lagi perasaan suatugolongan.
Tetapi"kepentingan"dan"perasaan"suatu golongan itu bukanlah ukuran ke adilan.
Keadilan berdiri di atas segala kepentingan dan segala persoalan.
Kepentingan dan perasaan yang di tegak kan atas dasar ke tidak adailan tidak 
mempunyai tempat dalam masyarakat manusia beradap.
          
          Demikian pula ke pentingan bukanlah  hak.Hanya ke pentingan yang 
sejalan dengan ke adilan yang menjadi  hak yang di lindungi oleh 
hukum.Persoalan politik yang sedang kita hadapi dengan sedikit mungkin 
menyinggung kepentingan dan perasaan sesuatu golongan,kiranya pembacalah yang 
lebih dapat menjawab nya.Tetapi  penulis mencoba berusaha mendasar kan 
keputusannya semata-mata,nyakni kepentingan yang sesuai dengan ke adilan yang 
harus mendapat perlindungan hukum,bukan pada ke pentingan-kepentingan liar yang 
di dakwa adanya oleh golongan-golongan yang berkepentingan itu sendiri dengan 
tidak mengindahkan hak-hak golongan lain.
           
          Dari segala pembicaraan kita nyatalah sudah bahwa pada dasar 
nya,segala ke kacoan politik yang sedang terjadi di bumi Acheh kita 
ini,terletak pada persoalan keadilan.Persoalan ke adilan timbul dalam 
masyarakat manusia oleh karena adanya pertentangan ke pentingan dan 
pertentangan ke mauan antara manusia sebagai perseorangan atau antara manusia 
sebagai golongan,seperti yang terjadi di bumi Acheh"sekarang"sudah mempunyai 
sistim ke adilan antara perseorangan,tetapi belum mempunyai sistim ke adilan 
antara golongan-golongan.Dan oleh karena politik di Acheh dewasa ini tidak ada 
keadilan.

            Dan oleh karena tiap-tiap persoalan politik pada akhir nya menjadi 
persoalan ke kerasan"misalnya"ex TNA yang terjadi di seluruh tanah air Acheh 
dari golongan-golongan Bangsa yang merasa bahwa mereka sudah di perlakukan 
secara tidak adil adalah suatu kesimpulan yang tidak dapat di elakkan.Mereka ex 
TNA misalnya"yang merampok berarti telah mengambil ke adilan di tangan mereka 
sendiri, karena petinggi-petinggi mereka sudah bersenang-senang,berpelukan 
dengan penjajah,makan bersama dengan penjajah,apalagi Negara Acheh ini sudah di 
anggap sebahagian dari RI,mereka ex TNA tidak menaruh kepercayaan lagi ke pada 
atasan nya.

           Jadi ex TNA yang merampok di Acheh,bukanlah ke salahan mereka 
semata-mata,melainkan ke salahan Malik Mahmud dan Zaini Abdullah menggunakan ke 
kuasaan nya dengan sewenang-wenang.Satu contoh besar kesalahan Malik Mahmud dan 
Zaini Abdullah dalam politik Bangsa Acheh sekarang.Rapat bansigom donya.Sebagai 
mana sudah kita tau bersama,dalam ke putusan bersama.GAM tidak mendukung partai 
manapun.Ternyata Malik Mahmud dan Zaini Abdullah dengan lantang mengkhianati ke 
putusan bersama.Kami pengikut-pengikut GAM bukanlah manusia-manusia goblok yang 
tidak mengerti apa-apa.Kami sebagai bawahan punya perasaan dan berfikir,kalau 
pemimpin kami sudah berbohong sekali,dia akan berbohong untuk yang ke sekian 
kali nya,demi ke pentingan-kepentingan tertentu saja.

           Malik Mahmud dan Zaini Abdullah persaingan mereka 
bukanlah"IRNA"melain kan persaingan mereka RI,yang wajib mereka lurus kan 
sebagai mana yang telah mereka tanda tangani perjanjian bersama antara RI dan 
GAM.Kita bisa kaji bersam bertapa goblok nya Malik Mahmud dan Zaini Abdullah 
mereka sudah menjadi juru kompanyo PPP.Sementara hasil perjanjian dengan jawa 
mereka lupakan begitu saja.UUPA,Undang-undang pemerintah Acheh atau UUPA ujong 
ujong peubloe Atjeh tidak di selesai kan dengan tuntas oleh Mahlik Mahmud dan 
Zaini Abdullah.

             Padahal Malik Mahmud dan Zaini Abdullah sangat kami 
banggakan,sangat kami hargai,sangat kami puji,sangat kami jaga harkat dan 
mertabat nya,tetapi apa mau dikata mereka sendiri tidak menjaga apa yang telah 
kami berikan ke padanya.Dari Perdana Mentri Negara Acheh dan dari Mentri luar 
Negeri Negara Acheh merangkap Mentri kesehatan Negara Acheh menjadi juru 
kompanyo PPP,bertapa malunya kita,bertapa hina nya.Mungkin mereka tidak 
mempunyai malu lagi sudah di tipek kulet bui bak muka.

           Dari segala keputusan yang telah kita ke mukakan kiranya jelas sudah 
bahwa kita menghadapi persoalan politik yang tidak mudah,tetapi penye lesaian 
nya tidak dapat di pertanggung jawab lagi,demikian pula kiranya tegas lah sudah 
tentang bangkrut dan sia-sianya politik yang di jalan kan oleh Malik mahmud dan 
Zaini abdullah selama ini yang pada hakikat nya bertanggung jawab atas segala 
malapetaka yang telah menimpa masyarakat kita dewasa ini.Tetapi sampai kemana 
dan untuk berapa lama lagi kah kita dapat mengikuti pimpinan yang buta ini 
??......Tidak kah selama ini sudah cukup waktu bagi seseorang pemimpin untuk 
memper lihat kan ke sanggupan atau ke tidaksanggupan nya untuk memimpin 
??...Apakah nasib dan penghidupan jutaan rakyat Acheh akan terus menerus di 
kotor kan untuk memenuhi hawa nafsu PPP saja.??.

         Kepada pembaca yang budiman,kusus nya ke pada Bangsa Acheh,kalau 
teungku /ummi merasa dekat dengan Malik Mahmud dan Zaini Abdullah tolong sampai 
kan tulisan ini pada nya,untuk bahan reningan mereka.
 Amin ya rabbal alamin.
   Wassalam.

Teungku di peureulak.

    
---------------------------------
  Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited.  

         

 
---------------------------------
Sponsored Link

Mortgage rates near 39yr lows. $310,000 Mortgage for $999/mo -  Calculate new 
house payment

Kirim email ke