NABI MUHAMMAD SAW


  Nabi Muhammad saw sebagai Pendiri Bangsa
   
  Nabi Muhammad saw tidak hanya berperan sebagai pembaharu masyarakat, tetapi 
beliau juga sebagai pendiri sebuah bangsa yang besar. Pada tahap awal, Nabi 
berjuang mendirikan sebuah kebangsaan dengan menyatukan para pemeluknya, lalu 
beliau merancang sebuah kekuasaan (imperium) yang dibangun berdasarkan 
kesepakatan dan kerja sama berbagai kelompok yang terkait. Pada saat awal ini 
Nabi berhasil mendirikan sebuah negara Madinah, yang semula terdiri dari 
kelompok masyarakat yang heterogen yang satu sama lainnya saling bermusuhan.



Maka masyarakat Madinah menjadi bersatu dalam kesatuan negara Madinah. Lalu 
Nabi Muhammad saw menyampaikan beberapa ketentuan hukum yang memberlakukan 
semua kelompok tersebut dalam kedudukan yang sama, tidak mengenal perbedaan 
kedudukan karena nasab, kelas sosial dan lain-lain.


   
  Sebuah piagam Madinah yang dicontohkan Nabi kepada masyarakat dunia 
memberikan jaminan kebebasan hidup, hak milik dan kebebasan beragama, baik 
terhadap muslim maupun non muslim.

  --------------



Administrasi Pemerintahan Pada Masa Nabi Muhammad SAW


Kekuasaan tertinggi pemerintahan Islam bersandar pada kekuasaan Allah swtyang 
senantiasa menurunkan wahyu Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad saw. Hukum-hukum 
Allah (syariat Islam) sebagaimana yang terkandung di dalam Al-Qur'an, berlaku 
bagi seluruh ummat Islam, termasuk bagi Nabi yang menjabat sebagai penguasa 
negeri Islam. Dalam urusan-urusan yang tidak ditetapkan oleh Al-Qur'an, maka 
keputusannya berada di tangan Nabi.


   
  Dalam urusan tersebut, kedudukan Nabi Muhammad saw adalah sebagai kepala 
pemerintahan. Jadi Nabi menjabat peran atau fungsi ganda yaitu sebagai fungsi 
kenabian dan fungsi kepemerintahan. Sekalipun Nabi menjabat otoritas tertinggi, 
namun beliau sering mengajak musyawarah para sahabat untuk memutuskan 
masalah-masalah penting.



  --------------



  Langkah kebijakan yang pertama kali dilakukan Nabi Muhammad saw di Madinah 
adalah membangun masjid, yang dikenal sebagai Masjid Nabawi, yang merupakan 
pusat kegiatan pemerintahan Islam. Selain sebagai tempat ibadah, masjid juga 
berfungsi untuk kantor pemerintah pusat dan peradilan.



  Perjanjian dan perjamuan para delegasi asing, penetapan surat perintah kepada 
para gubernur dan pengumpulan pajak diselenggarakan di masjid.



  Sebagai hakim, Nabi memeriksa dan memutuskan suatu perkara di masjid. Nabi 
Muhammad saw merupakan orang yang pertama kali memperkenalkan kepada masyarakat 
Arab sistem pendapatan dan pembelanjaan pemerintahan.



  Beliau mendirikan lembaga kekayaan masyarakat di Madinah. Lima sumber utama 
pendapatan negara Islam yaitu Zakat, Jizyah (pajak perorangan), Kharaj (pajak 
tanah), Ghanimah (hasil rampasan perang) dan al-Fay' (hasil tanah negara). 
  Zakat merupakan kewajiban bagi setiap muslim atas harta kekayaan yang berupa 
binatang ternak, hasil pertanian, emas, perak, harta perdagangan dan pendapatan 
lainnya yang diperoleh seseorang.



  Jizyah merupakan pajak yang dipungut dari masyarakat non muslim sebagai biaya 
pengganti atas jaminan keamanan jiwa dan harta benda mereka.



  Pnguasa Islam wajib mengembalikan jizyah jika tidak berhasil menjamin dan 
melindungi jiwa dan harta kekayaan masyarakat non muslim.



  Kharaj merupakan pajak atas kepemilikan tanah yang dipungut kepada setiap 
masyarakat non muslim yang memiliki tanah pertanian.



  Ghanimah merupakan hasil rampasan perang yang 4/5 dari ghanimah tersebut 
dibagikan kepada pasukan yang turut berperang dan sisanya yaitu 1/5 
didistribusikan untuk keperluan keluarga Nabi, anak-anak yatim, fakir miskin 
dan untuk kepentingan umum masyarakat.



  al-Fay' pada umumnya diartikan sebagai tanah-tanah yang berada di wilayah 
negeri yang ditaklukkan, kemudian menjadi harta milik negara.



  Pada masa Nabi, negara mempunyai tanah-tanah pertanian yang luas, yang 
hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan umum masyarakat.



  --------------


  Nabi Muhammad saw merupakan pimpinan tertinggi tentara muslim.
  Beliau turut serta dalam peperangan dan ekspedisi militer. Bahkan Nabi 
memimpin beberapa perang besar seperti perang Badar, Uhud, Khandaq, Hunayn dan 
dalam penaklukkan kota Makkah. Peperangan dan ekspedisi yang lebih kecil 
diserahkan kepada para komandan yang ditunjuk oleh Nabi.



  Nabi Muhammad saw selalu mendorong masyarakat untuk giat belajar.



  Setelah hijrah ke Madinah, Nabi mengambil prakarsa mendirikan lembaga 
pendidikan. Pasukan Quraisy yang tertawan dalam perang Badar dibebaskan dengan 
syarat setiap mereka mengajarkan baca tulis kepada sepuluh anak- anak muslim. 
  Semenjak saat itu kegiatan belajar baca tulis dan kegiatan pendidikan lainnya 
berkembang dengan pesat di kalangan masyarakat.



  Ketika Islam telah tersebar ke seluruh penjuru jazirah Arabia, Nabi mengatur 
pengiriman guru-guru agama untuk ditugaskan mengajarkan al-Qur'an kepada 
masyarakat suku-suku terpencil.
  
KHALIFAH EMPAT


Khalifah Abu Bakar (11 - 13 H / 632 - 634 M)


  Abu Bakar lahir tahun 573 M. Abu Bakar adalah nama gelar sedangkan nama 
aslinya adalah Abdullah ibn Abu Kuhafah, lalu ia mendapat gelar al-siddiq 
setelah masuk agama Islam. 
  Semenjak masa kanak-kanak, Abu Bakar adalah pribadi yang terkenal jujur, 
tulus, penyayang dan suka beramal. Abu Bakar adalah salah seorang yang pertama 
kali menerima seruan Nabi Muhammad saw untuk menjadi seorang muslim. 
  Abu Bakar menjadi khalifah yang pertama sepeninggal Nabi Muhammad saw. Abu 
Bakar saat pidato pelantikannya berkata, "Saya bukanlah orang terbaik di antara 
kamu sekalian. Oleh karena itu saya sangat menghargai dan mengharapkan saran 
dan pertolongan kalian semua.



  Menyampaikan kebenaran kepada seseorang yang terpilih sebagai penguasa adalah 
kesetiaan yang sebenar-benarnya; menyembunyikan kebenaran adalah suatu 
kemunafikan. Orang yang kuat maupun mereka yang lemah adalah sama kedudukannya 
dan saya akan memperlakukan kalian semua secara adil.



  Jika aku bertindak dengan hukum Allah dan Rasul-Nya, taatilah aku, tetapi 
jika aku mengabaikan ketentuan Allah dan Rasul-Nya, tidaklah layak kalian 
menaatiku. Pidato Abu Bakar yang disampaikan saat pelantikannya sebagai 
khalifah tersebut berisi prinsip-prinsip kekuasaan demokratis dan bukanlah 
kekuasaan yang bersifat otokratis.



  --------------



  Semenjak diresmikan sebagai khalifah, Abu Bakar menghadapi berbagai 
permasalahan. Munculnya Nabi palsu, timbulnya gerakan kaum munafik, dan gerakan 
penentang kewajiban zakat. Aswad al-Insi merupakan orang yang pertama kali 
mengaku sebagai Nabi. Ia adalah pemimpin suku Ansi di Yaman.
   
  Musaylamah, seorang yang berasal dari suku Bani Hanifah di pusat jazirah 
Arab, mengaku sebagai Nabi dan mengadakan gerakan penghasutan di Yamamah. 
Tulaiha, seorang kaya raya yang berasal dari suku Bani As'ad di Arabia Selatan. 
Ia melancarkan perlawanan secara terang-terangan terhadap pemerintahan Islam 
dan mengaku sebagai Nabi.



  Sajah, seorang wanita Kristen yang mengaku sebagai Nabi. Ia berasal dari suku 
Yarbu' di Asia Tengah. Sekalipun ia mendapat dukungan dari mayoritas 
masyarakatnya, namun ia tidak memiliki keberanian melawan kekuasaan Islam, 
karena itu ia membentuk kekuatan persekutuan dengan cara melangsungkan 
pernikahan dengan Musaylamah.



  Dari empat tokoh gerakan anti Islam, dua diantaranya mati terbunuh dalam 
peperangan yaitu Aswad al-Insi dan Musaylamah. Sedang dua tokoh anti Islam 
lainnya yaitu Tulaiha dan Sajah akhirnya memeluk Islam.



  --------------



  Masa pemerintahan Abu Bakar yang pendek sebagian besar disibukkan dengan 
upaya memerangi gerakan kaum munafik dan murtad. Semenjak tersebar kabar wafat 
Nabi Muhammad saw, sekelompok orang di Madinah menyatakan kemurtadannya dan 
melancarkan aksi pemberontakan.



  Gerakan ini dikenal sebagai gerakan Riddah. Abu Bakar memandang gerakan kaum 
munafik sebagai bahaya besar yang mengancam. Abu Bakar kemudian menyusun 
kekuatan di Madinah dan membaginya menjadi sebelas batalion untuk dikirim ke 
sebelas daerah rawan pemberontakan. Kepada setiap komandan batalion, Abu Bakar 
menyampaikan instruksi mengajak mereka yang terlibat pemberontakan agar kembali 
kepada ajaran Islam. Jika mereka menolak ajakan tersebut, mereka boleh 
diperangi sampai habis.



  Sebagian mereka menerima ajakan tersebut dan kembali kepada ajaran Islam 
sehingga peperangan dapat dihindari, sedangkan sebagian lainnya bertahan dalam 
sikapnya melawan Islam, sehingga peperangan tidak dapat dihindarkan.



  Abu Bakar berhasil menghancurkan seluruh kekuatan pemberontak dalam waktu 
satu tahun. Keberhasilan Abu Bakar tersebut, selain memperkokoh solidaritas 
Islam, juga membuka gerbang kejayaan Islam di masa mendatang.
  
KHALIFAH EMPAT


Khalifah Umar Ibn Khattab (13 - 24 H / 634 - 644 M)


  Umar lahir tahun 513 M. Umar sebelum masuk dipanggil dengan gelar Abu Hafs 
dan setelah masuk Islam ia menerima gelar al-Faruq. Pada masa mudanya, Umar 
adalah seorang pegulat dan orator yang ulung. Ia merupakan salah satu sahabat 
Rasulullah saw yang mengenal baca tulis. Berdagang merupakan usahanya yang 
paling utama. Sebelum menjadi muslim, Umar merupakan musuh Islam yang sangat 
kejam. Atas hasutan Abu Sufyan, Umar bermaksud membunuh Nabi Muhammad saw. 
Ketika dalam perjalanan untuk membunuh Rasulullah saw, Ia mendengar bahwa adik 
perempuannya telah masuk Islam bersama suaminya.



Umar menjadi berang dan bermaksud menyiksa adik dan suaminya. Ketika Umar 
mendapatkan mereka sedang melantunkan ayat al-Qur'an dengan suara yang indah, 
meredamlah emosi Umar. Setelah itu ia segera menemui Nabi Muhammad saw untuk 
menyatakan diri masuk Islam. Islamnya Umar membawa pengaruh yang besar bagi 
perjuangan Nabi Muhammad saw.


  --------------



Umar tidak turut dalam hijrah pertama ke Abessinia karena saat itu ia belum 
masuk Islam. Saat hijrah ke Madinah, Umar ikut hijrah bahkan saat hijrah 
tersebut, Umar mengawal dua puluh Muhajirin. Selama di Madinah Umar selalu 
aktif membantu perjuangan Nabi Muhammad saw. Ia turut dalam perang Badar, Uhud, 
Khandaq, Khaybar dan menyertai Nabi Muhammad saw dalam perjanjian Hudaibiyah. 
Pada awalnya Umar tidak menerima perjanjian tersebut yang menurutnya merugikan 
pihak Islam. Namun akhirnya ia menerima perjanjian Hudaibiyah tersebut setelah 
Nabi Muhammad saw menjelaskan perkenan Allah swt melalui wahyu yang diterima 
Nabi.


Umar juga ikut dalam usaha penaklukan kota Makkah. Ia tinggal di Makkah untuk 
menjaga keamanan kota tersebut ketika pasukan muslim berangkat ke medan 
pertempuran Hunain. Setelah Abu Bakar meninggal, Umar menggantikan jabatan 
khalifah Islam dan meneruskan kebijakan-kebijakan yang sebelumnya telah 
ditempuh oleh Khalifah Abu Bakar. Dalam waktu yang tidak lama, Umar berhasil 
menundukkan kekuasaan imperium Persia dan Romawi menjadi bagian dari kekuasaan 
Islam.


  --------------



Penaklukan atas wilayah Persia dan Romawi membawa pengaruh yang cukup besar 
dalam perkembangann sejarah Islam. Penaklukan atas sebagian wilayah kekuasaan 
Romawi membuat wilayah Islam berbatasan dengan Laut Tengah. Mereka sekarang 
menyadari perlunya membangun armada laut.


Sehingga penaklukan atas Romawi secara tidak langsung mengilhami terbentuknya 
armada laut Islam. Setelah penaklukan atas Persia dan Romawi tersebut, umat 
Islam berhubungan erat dengan peradaban Syria dan Yunani. Dampak dari kontak 
kultural ini melatarbelakangi kemajuan keilmuan umat Islam sehingga umat Islam 
menduduki peran penting dalam sejarah perkembangan intelektual dunia. Faktor 
keberhasilan umat Islam melakukan ekspansi karena semangat dan dorongan moral 
keagamaan.


  --------------



  Khalifah Umar ibn Khattab tidak hanya berhasil memperluas wilayah kekuasaan 
Islam dalam sepuluh tahun masa pemerintahannya, tetapi ia sekaligus berhasil 
mengatur wilayah yang luas tersebut dengan memperkenalkan sebuah sistem 
administrasi kepemerintahan. Ia merupakan seorang administrator besar sepanjang 
sejarah Islam.



Prinsip-prinsip demokrasi yang ditempuh oleh Abu Bakar tumbuh berkembang dan 
mencapai puncaknya pada masa pemerintahan Umar.


Ia membentuk dua badan permusyawaratan yaitu majelis syura dan majelis 
penasihat. Setiap masalah penting selalu dibicarakan dalam majelis syura ini. 
Dalam beberapa kesempatan Umar berkata, "Sebuah khilafah tidak akan tegak 
kecuali dengan permusyawaratan.


Posisi seorang khalifah tidak ubahnya sebagai pemangku tanggung jawab umum." Ia 
juga sering mengatakan, "Sesungguhnya saya adalah manusia biasa tidak ubahnya 
seperti kamu sekalian, aku tidak menghendaki kamu semua mesti mengikuti segala 
sesuatu yang tiba-tiba muncul dalam pikiranku."


  --------------



Umar ibn Khattab membentuk sebuah dewan keuangan negara yang bernama "al-Diwan" 
baik di tingkat pusat maupun di tingkat propinsi.


  Dewan ini bertanggung jawab atas perputaran pendapatan dan belanja negara. 
Umar mempercayakan perkara pengadilan kepada pejabat Qadi dengan wilayah 
kewenangan yang mandiri dalam wilayah tingkat propinsi. Mereka menerima gaji 
tetap untuk jabatan tersebut.
   
   
  
  Hamba Allah.
  Bersambung;....

                
---------------------------------

Alt i én. Få Yahoo! Mail med adressekartotek, kalender og notisblokk.

Kirim email ke