SBY dan Kalla membisikkan sesuatu rahsia utk terus mengelabui Bgs Aceh
Sidroë nibak algojo ri, Marsekal Djoko Suyanto, raja that khém dg Zakir dan
Mamat Lp Awé
Topik: Bom waktu yg di plann oleh bangsa jawa
18 Oktober 2006 dari jeulatang gajah
Berhati2 lah wahai bangsa ku ( rakyat Acheh ) permasalahan yg sedang berlaku di
Nanggroe geutanyoe adalah sifat keji yg ditanamkan oleh pemimpin sipa i
Indonesia jawa. Sesungguh nya perampokan dan pencurian yg sedang gencarnya
beroperasi di Acheh dalangnya adalah penguasa Indonesia. Mengapa saya katakan
demikian, karna kejadian demi kejadian tidak pernah tersentuh hukum yg sudah di
sah kan oleh pemerintah Indonesia yaitu UUD PA, dan hukum tersebut tidak bisa
mengimplementasikan sesuatu kejahatan yg menyeluruh hanya kejahatan kelas bawah
saja yg sanggup di asumsikan. Sesungguhnya UUD PA yg di berikan oleh pemimpin
Indonesia jawa itu adalah BUMERANG bagi rakyat Acheh. Ingatlah wahai bangsa lon
( bansa Acheh ). UUD PA itu adalah alat yg ampuh bagi pemimpin Indonesia jawa
untuk membunuh, menghina dan pembodohan bangsa Acheh. Terjadi perampokan dan
perampasan di Acheh disebabkan ketidak adilan HUKUM. Pemimpin Indonesia jawa
sangat mahir dalam bidang propaganda dan perlakuan keji
demi membenarkan dirinya sendiri. UUD PA dan syriat Islam itu adalah bumerang
bagi bangsa Acheh di ciptakan oleh bangsa Indonesia jawa untuk menghancurkan
serambi mekkah. Sadarlah wahai bansa lon... jangan sampai tertipu yg kesekian
kalinya. cukup disini dulu amaran saya semoga jadi pencuci otak yg sudah
dikotori oleh Pancasila dan UUD45. Terima kasih dan Assalamu'alaikum wr.wb.
bye................
(http://www.acehkita.com/index.php?dir=message&showold=yes&page=14)
.
Topik: Tragedi (1)
14 Oktober 2006 dari Saleh Perwira
Tragedi Aceh bukan hanya datang dari langit atau laut saja, tapi juga dari
perbuatan manusia sendiri. Tragedi tsunami walau begitu dahsyatnya bisa
dilupakan dalam masa dua-tiga tahun, seperti halnya dalam bencana alam di
negara-negara lain, tidak memiliki impak yang panjang. Lain halnya dengan
tragedi yang dibuat manusia seperti pembunuhan-pembunuhan keatas rakyat Aceh
selama konflik ini dan dengan solusi asal-asalan yang berlaku sekarang ini yang
bisa bermasalah sampai kepada generasi Aceh selanjutnya. Rakyat Aceh harus
betul-betul sadar dengan apa yang sedang berlaku di bumi Aceh sekarang dan
jangan terpedaya dengan solusi pura-pura yang dipropagandakan Indonesia kepada
kita. Kita harus berani menentang setiap keadilan yang dipaksakan keatas kita
dengan cara-cara yang rasional sebelum ketidakadilan itu bertapak dan dianggap
suatu hal yang normal sampai kepada anak cucu kita kelak.
sekian ((http://www.acehkita.com/index.php?dir)
*Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai
bangsa terjajah"
Jenazah Mukhtar(24) satpam kantor Dinas Sosial Prov NAD,yang meninggal akibat
penganiayaan oknum polisi, diciumi ibu kandungnya sesaat sebelum dikafankan di
rumah duka Desa Puni Mata Ie, Kecamatan Darul Imarah Aceh Besar, Jumat
(27/10/2006). SERAMBI /MANSHAR
Family and colleagues mourn a farmer as he
is prepared for burial.
Massacred in KNPI Lhokseumawe, 60 civilians were brutally butchered by
Indonesian Occupation Forces
Massacred in Simpang KKA, 250 villagers were brutally butchered by Indonesian
Occupation Forces
The Victims tortures before they kills
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
Local police chief Said Huseini said three "separatist rebels" were shot dead
Saturday on the outskirts of the provincial capital Banda Aceh. A civilian was
killed in the crossfire, he said.
MASYARAKAT ACEH BERBARING DI TANAH PADA SAAT TNI AD MELEPASKAN TEMBAKAN
PERINGATAN PADA RIBUAN PENGUNJUK RASA DI LHOKSEUMAWE, PROPINSI ACEH 21 APRIL
1999. DUA ORANG PENDUDUK TEWAS SETELAH POLISSI DAN TENTARA MEMBUBARKAN UNJUK
RASA RIBUAN PELAJAR SEKOLAH YANG MEMINTA DILEPASKANNYA 300 ORANG PELAJAR YANG
TERTANGKAP SAAT UNJUK RASA MENDUKUNG KEMERDEKAAN ACEH BEBERAPA HARI SEBELUMNYA.
(en/str: REUTERS)
Seorang ibu menangis setelah anak kandungnya dibunuh
secara sangat kejam dan keji oleh babi jawa
Seorang anak dan ibunya kembali kerumah yang baru saja dibakar oleh anjing jawa
Setelah dibunuh Anjing TNI menyuruh masyarakat kampung untuk mengambilnya
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh, Kamis, 9 Augustus 2001, Avdelning 4, PT Bumi Flora, Desa Alue
Rambôt, Kec. Bandar Alam Aceh Timur
Pihak keluarga, sejak awal tidak setuju otopsi dilakukan. Karena dari awal
kejadian mereka sudah bawa korban ke rumah sakit. Jadi, mengapa setelah sampai
dua bulan kemudian baru diotopsi. Ini pun dipaksa, kata Yusuf, abang Muslem.
Se-usai otopsi. Kami melihat, meski ada tuntutan tapi tidak ada proses.
Apalagi, kami masyarakat awam. Kalau pun ada hukum, yang pegang hukum nggak
adil, tambahnya.
The wife and children of an Acehnese farmer
killed by Indonesian soldiers
Just In One Day, Over 100 Unarmed Achehnese Civilianswere Unlawfully Killed by
TNI
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
Men in Aceh are questioned by
Indonesian soldiers
KEBIADABAN, KEGANASAN, KEKEJAMAN, KEKEJIAN, dan KEBUASAN bangsa JAWA terhadap
Bangsa Aceh
BABI-BABI JAWA MENGADAKAN PEMERIKSAN KEPADA SETIAP KENDARAAN YANG AKAN MENUJU
KOTA BANDA ACEH TEMPAT DI ADAKANNYA SIDANG RAYA RAKYAT ACEH UNTUK KEDAMAIAN, 10
NOVEMBER 2000. TINDAKAN KERAS APARAT KEPADA MASYARAKAT YANG AKAN MENGHADIRI
SIDANG ITU MENGAKIBATKAN BELASAN ORANG MENINGGAL DUNIA. (AP Photo/Ismael)
Seorang student berdiri didepan rumah sekolahnya yang baru saja dibakar hangus
oleh anjing-anjing TNI
Salah seorang masyarakat biasa yg
dibunuh secara begitu keji dan kejam oleh babi dan anjing jawa-TNI di Kecamatan
Nilam, Aceh Utara
Press Release
To News Editors
July 21, 1999
For Immediate Release
ACEH REBEL LEADER CALLS INDONESIAN RULE ABSURD In a rare interview from his
exile in Sweden, the leader of the movement fighting for independence in
Indonesia's northernmost province of Aceh, Hasan di Tiro, says Indonesia has no
right to govern Aceh. The exclusive interview with the FAR EASTERN ECONOMIC
REVIEW appears in its July 29 issue, published Thursday, July 22. The
uncompromising di Tiro calls Indonesia another name for the Dutch East Indies
with new rulers, Javanese instead of Dutch. Di Tiro, who declared Aceh's
independence in 1976 but fled to Sweden three years later, dismisses
Indonesia's new autonomy legislation as irrelevant. The notion of Indonesia is
absurd, he says. He also ridicules the Bahasa Indonesia language as "pidgin
Malay" and calls the Javanese "barbaric and uncivilized." Di Tiro puts the
overall strength of separatist forces operating in Aceh at around 5,000. Asked
what sort of message would he send to a new Indonesian government, perhaps
one headed by Megawati Sukarnoputri whose party won the largest number of
votes in June's parliamentary elections, Di Tiro says: "No message. They're all
the same. Uneducated fools." The REVIEW obtained the interview amid mounting
concern that Aceh may be posing a serious challenge to Indonesian unity. The
REVIEW reports Indonesian military concerns that outside support makes Aceh's
rebels much more dangerous than the ragtag, poorly armed independence fighters
of East Timor and Irian Jaya. Two battalions of troops--backed by 1,700
paramilitary police from Jakarta--have renewed operations in Aceh response to a
wave of ambushes, assassinations and arson attacks in recent weeks. In one of
the worst incidents so far, guerrillas killed five soldiers and wounded 20 in a
July 19 ambush on a military convoy. More than 70,000 refugees have scattered
across Aceh.
For further information, please contact:
Michael Vatikiotis
Far Eastern Economic Review
Tel 852 2508 4420
Fax 852 2503 1530
The death of the charismatic Syafii, 54, his wife Fatimah alias Aisyah and five
bodyguards were killed in the head and chest on Tuesday during fierce battle.
Indonesia accused of treachery over Syafii's killing. (AT)
The remains of great and charismatic Abdullah Syafei (L), 54, his wife Fatimah
alias Aisyah (R) were taken to their house after verification of identities by
his brother Zakaria at Sigli hospital on 24 January 2002. Abdullah Syafei was
the Free Acheh Movement (GAM)' s War Commander who was killed by Indonesian
troops on 22 January. GAM has accused Indonesian military of treachery over
Syafii's killing. (AT)
Almarhum Sjahid Jafar Siddiq Hamzah, murdered by Indonesian regime
"KEBIADABAN KAFIR indonesia jawa tidak akan kita maafkan oleh kita Bangsa Aceh.
Lihat dalam foto, bagaimana kafir laknat penjajah indonesia jawa membunuh anak2
Bangsa Aceh di depan ibu2 mereka yang telah tua. Kemudian kafir laknat
indonesia jawa itu telah mengikat tangan2 ibu mereka.....Demi Allah, kita
Bangsa Aceh wajib terus memerangi kafir laknat penjajah indonesia jawa
penyembah berhala burung garuda dan pancasila. KITA BANGSA ACEH JANGAN
SEKALI-KALI PATAH SEMANGAT dalam memerangi kafir laknat indonesia jawa yang
biadab itu.
Wassalam,
Puteh Sarong
_______________________________________________________________________________
*Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai
bangsa terjajah"
*Pada hakikatnya OTONOMI buat aceh hanyalah pengekalan status kita sebagai
bangsa terjajah
---------------------------------
Sponsored Link
Mortgage rates near 39yr lows. $420,000 Mortgage for $1,399/mo - Calculate new
house payment