EMPAT BULAN KEMUDIAN, MAMAT SUDIRMAN SAH AKAN DIDAFTARKAN SEBAGAI ANJING BOLDOK 
DI JABATAN KEHEWANAN SWEDEN. 
   
  SEBELUM DIDAFTARKAN DI JABATAN KEHEWANAN SWEDEN, RAZALI PAYA PERLU MEMBAWANYA 
KE KLINIK HEWAN UNTUK MENGAMBIL SURAT DARI DOKTOR HEWAN SWASTA YANG MENYATAKAN 
BAHWA MAMAT SUDIRMAN BEBAS DARI VIRUS RABIES.
   
  SEKIAN.
  
Ahmad Sudirman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  TIGA BULAN KEMUDIAN BAKHTIAR ABDULLAH & SOFYAN DAWOOD CS MENCUCI TANGAN
            http://www.dataphone.se/~ahmad
  [EMAIL PROTECTED]
   
  Stockholm, 27 November 2006
   
  Bismillaahirrahmaanirrahiim.
  Assalamu'alaikum wr wbr.
   
   
  TIGA BULAN KEMUDIAN BAKHTIAR ABDULLAH & SOFYAN DAWOOD CS MENCUCI TANGAN.
  Ahmad Sudirman
  Stockholm - SWEDIA.
   
   
  AKHIRNYA TIGA BULAN KEMUDIAN BAKHTIAR ABDULLAH & SOFYAN DAWOOD CS MENCUCI 
TANGAN.
   
  “Dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang tenang, saya menyatakan bahwa saya 
secara pribadi, mendukung sepenuhnya Teungku Irwandi Yusuf dan Teungku Muhammad 
Nazar sebagai pasangan yang akan bertanding dalam Pilkapa nanti melalui jalur 
independen” (Bakhtiar Abdullah, Minggu, 27 Agustus 2006, 20:18 WIB ,
  http://www.acehkita.com/index.php?dir=news&file=detail&id=1183 )
   
  “Kita tetap komit untuk netral” (Sofyan Dawood , Senin, 27 Nopember 2006, 
14:23 WIB,
  http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=1384 )
   
  Dengan bergegas dan diam-diam saudara Bakhtiar Abdullah terbang dari 
Stockholm menuju Banda Acheh kemaren, Minggu 26 November 2006. Ternyata hari 
ini Senin, 27 November 2006 berada bersama-sama kelompok yang tiga bulan yang 
lalu, tepatnya 27 Agustus 2006 menyatakan dukungan penuh kepada Irwandi Yusuf 
dan Muhammad Nazar dibawah komando Sofyan Dawood dengan memakai kereta roda 
KPA, akhirnya mencabut secara resmi dukungan tersebut melalui tangan Ketua 
Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Muzakkir Manaf dalam konferensi pers di Banda 
Aceh, Senin 27 November 2006.
   
  Inilah operasi cuci tangan dari kelompok yang melakukan tindakan penentangan 
dan pembangkangan terhadap GAM dibawah Pimpinan Tertinggi Teungku Hasan 
Muhammad di Tiro dan Staf-nya tiga bulan yang lalu.
   
  Jelas, disini kelihatan saudara Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah 
cs melakukan pencucian tangan ini, dikarenakan mereka tidak memiliki kekuatan 
politik dan hukum lagi di Acheh. Kelompok Sofyan Dawood dan Bakhtiar Abdullah 
cs telah lemah dan tidak memiliki akar yang kuat di Acheh. GAM dibawah Pimpinan 
Tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya tetap berdiri kokoh di 
Acheh.
   
  Tanpa izin dan dukungan penuh Pimpinan Tertingi GAM Teungku Hasan Muhammad di 
Tiro dan Staf-nya terhadap kelompok Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah 
cs di Acheh, maka kekuatan politik, hukum dan ekonomi mereka lemah.
   
  Nah, setelah tiga bulan kelompok Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah 
cs bersama Irwandi Yusuf bergerak di Acheh, tetapi akhirnya mereka telah 
mengalami kesulitan dalam bergerak, karena sumber ekonomi yang tadinya dipegang 
mereka telah ditutup rapat kembali, yang menyebabkan mereka tidak tahu mau lari 
kemana. Tentu saja, tidak ada jalan lain selain menyatakan secara terbuka bahwa 
kelompok Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah cs menraik kembali 
dukungan mereka kepada Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar. Sedangkan Pimpinan 
Tinggi GAM tetap dalam keputusan politiknya.
   
  Terakhir, inilah perjalanan akhir dari kelompok Sofyan Dawood dan saudara 
Bakhtiar Abdullah cs yang telah membangkang dan melakukan penentangan terhadap 
Pimpinan Tinggi GAM dengan memakai kendaraan politik KPA tanpa mendapat 
persetujuan dan dukungan penuh dari Pimpinan Tinggi GAM tiga bulan yang lalu.
   
  Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada 
[EMAIL PROTECTED] agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk 
membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah 
Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP 
http://www.dataphone.se/~ahmad
   
  Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita 
memohon petunjuk, amin *.*
   
  Wassalam.
   
  Ahmad Sudirman
   
  http://www.dataphone.se/~ahmad
  [EMAIL PROTECTED]
  ----------
   
  http://www.acehkita.com/index.php?dir=news&file=detail&id=1183
   
  Minggu, 27 Agustus 2006, 20:18 WIB
  PILKADA
  Pasangan Irwandi-Nazar Dideklarasikan
  Reporter : Radzie
   
  Banda Aceh, acehkita.com. Pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar yang akan 
maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai calon gubernur dan wakil 
gubernur, dideklarasikan di Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA), Ahad (27/8) 
siang.
   
  Sejumlah tokoh dan petinggi GAM yang ada di Aceh dan luar negeri, serta 
ratusan anggota dan simpatisan terlihat menghadiri acara tersebut. Uniknya, 
Sayed Fuad Zakaria (calon wakil gubernur dari Partai Golkar) dan Tamlicha Ali 
(calon gubernur yang diusung Partai Bintang Reformasi) juga terlihat menghadiri 
pendeklarasian pasangan Irwandi-Nazar.
   
  Namun di antara undangan, tidak terlihat bekas Panglima GAM Muzakkir Manaf, 
Teungku Muhammad Usman Lampoh Awe (bekas perunding di masa CoHA dan Majelis 
GAM), Ilyas Abed (Koordinator Bidang Ekonomi Majelis GAM), dan Zakaria Saman 
(Menteri Pertahanan GAM). Ketiga tokoh disebutkan terakhir ini menggalang 
dukungan untuk pasangan A Humam Hamid dan Hasbi Abdullah dari Partai Persatuan 
Pembangunan (PPP).
   
  Juru Bicara KPA Sofyan Dawood membacakan naskah deklarasi pasangan yang 
diberinama Perjuangan dan Perdamaian. “Setelah melihat dan mendengar aspirasi 
rakyat dan dorongan dari berbagai pihak yang setuju dengan agenda perubahan dan 
perdamaian, mayoritas rakyat menghendaki personel GAM dan Sentral Informasi 
Referendum Aceh (SIRA) untuk dapat maju dalam pemilihan umum mendatang,” kata 
Sofyan Dawood membacakan naskah yang ditandatangani oleh 33 anggota Majelis 
GAM, panglima wilayah, serta juru bicara GAM se-Aceh.
   
  Deklarasi pasangan Irwandi dan Nazar diiringi dengan shalawat Badar dan 
nyanyian Hikayat Prang Sabi.
   
  Usai membacakan naskah deklrasi itu, Irwandi dan Nazar diminta untuk 
menyampaikan pidato politik dan konsep dalam memimpin Aceh di masa yang akan 
datang.
   
  Dalam pidato politiknya, Irwandi mengaku enggan dan tidak punya niat untuk 
maju dalam Pilkada yang akan digelar pada 11 Desember nanti. Tapi sejumlah 
kalangan, termasuk ulama, terus mendesak supaya dia mencalonkan diri sebagai 
calon kepala pemerintahan Aceh.
   
  Irwandi menyebutkan, Aceh di masa mendatang membutuhkan pemimpin yang 
mempunyai inspirasi dan instuisi yang tinggi, untuk melakukan perubahan. “Perlu 
pemimpin yang mengetahui apa yang dimaui oleh rakyat,” kata dia dalam pidato 
tanpa teks itu.
   
  Dia juga menyorot masalah kualitas pendidikan di Aceh. Menurutnya, anak-anak 
Aceh di masa yang akan datang harus bisa menikmati fasilitas pendidikan yang 
baik, murah dan bahkan gratis.
   
  “Anak-anak Aceh, baik miskin atau kaya, harus memiliki kesempatan yang sama 
dalam pendidikan. Semua harus sekolah. Dan pendidikan di Aceh harus mempunyai 
kualitas yang bagus, jangan seperti sekarang dengan ranking lima dari bawah,” 
kata pria yang sempat divonis sembilan tahun penjara karena keterlibatannya 
dalam GAM.
   
  Karena itu, dia mengharapkan, siapapun nanti yang menjadi gubernur Aceh, 
pendidikan dan kesejahteraan rakyat harus dinomorsatukan.
   
  Selain menyorot masalah pendidikan, pria kelahiran Bireuen ini juga menyorot 
masalah perekonomian, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, kolusi dan 
nepotisme (KKN), pelestarian lingkungan hidup, dan illegal logging. “Inflasi di 
Aceh tertinggi di Indonesia. Uang banyak mengalir ke Aceh, tapi hanya dinikmati 
segelintir orang saja,” ketusnya.
   
  Dukungan
  Pasangan Irwandi-Nazar mendapat dukungan dari mayoritas petinggi GAM. Hal ini 
dilihat dari jumlah petinggi wilayah GAM yang membubuhkan tandatangan di naskah 
deklarasi yang dibacakan Sofyan Dawood tersebut. Bahkan, Juru Bicara GAM di 
Swedia Bakhtiar Abdullah, mengirimkan secarik kertas dukungannya, yang 
dibacakan Amni bin Ahmad Marzuki.
   
  Dalam surat itu Bakhtiar menyebutkan, dirinya mendukung pasangan 
Irwandi-Nazar untuk maju dalam Pilkada nanti. “Dengan hati yang ikhlas dan 
pikiran yang tenang, saya menyatakan bahwa saya secara pribadi, mendukung 
sepenuhnya Teungku Irwandi Yusuf dan Teungku Muhammad Nazar sebagai pasangan 
yang akan bertanding dalam Pilkapa nanti melalui jalur independen,” kata 
Bakhtiar Abdullah.
   
  Bakhtiar menyebutkan, kendati pasangan Irwandi-Nazar maju dalam Pilkada 
nanti, bukan berarti GAM telah mengubah keputusan untuk tidak mencalonkan 
kadernya secara organisasi dalam Pilkada. Dalam rapat di Hotel Rajawali pada 29 
Mei lalu, GAM menyatakan tidak akan ikut Pilkada, tapi mempersilakan anggotanya 
untuk maju melalui jalur independen. “Keputusan dulu tidak berubah sampai hari 
ini,” kata dia.
   
  Dukungan juga diperoleh dari sejumlah ulama, akademisi, dan tokoh perempuan. 
Teungku Muhammad Wali Al Khalili atau Abon Tanoh Mirah menyebutkan, dia dan 
sejumlah ulama dan teungku dayah memberikan dukungan terhadap pasangan ini. Hal 
yang sama dikemukakan Farid Wajdi, dosen IAIN Ar-Raniry, dan Maryati B dari 
kalangan perempuan. [dzie]
  .--------------------
   
  http://www.acehkita.com/?dir=news&file=detail&id=1384
  Senin, 27 Nopember 2006, 14:23 WIB
  PILKADA
  Muzakkir Manaf:
  KPA tak Mendukung Salah Satu Calon
  Reporter : Radzie
   
  Banda Aceh, acehkita.com. Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat mempertegas sikap 
menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Mereka tidak akan 
memberikan dukungan terhadap calon manapun dan bersikap netral dalam pemilihan 
mendatang.
   
  KPA juga menegaskan menarik dukungan terhadap kandidat Ahmad Humam 
Hamid-Hasbi Abdullah, yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “KPA 
menarik dukungan dari pasangan Humam dan Hasbi,” kata Ketua KPA Pusat Muzakkir 
Manaf dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (27/11).
   
  Konferensi pers dihadiri Juru Bicara GAM Swedia Bachtiar Abdullah, Juru 
Bicara KPA Sofyan Dawood, Nur Djuli (petinggi GAM Malaysia), Deputi Jubir GAM 
Swedia Munawarliza, dan sejumlah ketua KPA wilayah dan daerah.
   
  Humam Hamid menolak berkomentar atas adanya keputusan KPA yang menarik 
dukungan atas dirinya. “No comment!” kata Humam saat dihubungi wartawan.
   
  Pilkada Aceh 2006 diikuti delapan pasang kandidat calon gubernur dan wakil 
gubernur. Anggota GAM, seperti Irwandi Yusuf mencalonkan diri sebagai calon 
gubernur. Sementara Hasbi Abdullah (juga anggota GAM) mencalonkan diri sebagai 
calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Ahmad Humam Hamid. Hasbi sendiri 
merupakan salah seorang anggota GAM, yang menghabiskan 14 tahun hidupnya di 
dalam penjara Pemerintah Indonesia. Pada 22 Agustus 2006, Ketua KPA Muzakkir 
Manaf mengatakan dukungannya terhadap pasangan Humam Hamid-Hasbi Abdullah.
   
  Muzakkir Manaf menegaskan, dalam Pilkada pertama yang digelar 
pascapenandatanganan Nota Kesepakatan Damai Helsinki ini, KPA akan bersikap 
netral dan tidak akan memberikan dukung terhadap salah satu kandidat. “Ketua 
KPA Pusat dan ketua KPA wilayah bersikap netral dalam Pilkada,” kata Muzakkir.
   
  Kendati menyatakan tidak mendukung salah satu kandidat, Muzakkir menyebutkan, 
KPA dan Gerakan Aceh Merdeka tetap akan menerima siapa pun kandidat yang menang 
dalam Pilkada. “Kami menerima dan mendukung siapa pun yang akan dipilih oleh 
rakyat Aceh secara demokrasi sebagai kepala Pemerintahan Aceh,” katanya.
   
  Juru Bicara KPA Pusat Sofyan Dawood mengatakan, keputusan yang diambil ini 
sebenarnya bukan keputusan baru. Ini merupakan keputusan majelis yang dihadiri 
Perdana Menteri GAM Malik Mahmud dan dr. Zaini Abdullah dalam sebuah rapat di 
Hotel Rajawali, akhir Mei 2006 lalu. “Keputusan saat itu, GAM tidak mencalonkan 
paket secara lembaga dalam Pilkada, tapi kader-kader GAM yang ingin maju 
dipersilakan,” kata Sofyan Dawood.
   
  Atas adanya keputusan ini, Sofyan Dawood meminta kepada semua Ketua KPA 
wilayah dan daerah untuk tidak menjadi juru kampanye untuk mendukung calon mana 
pun dalam Pilkada ini.
   
  “Kita tetap komit untuk netral,” kata Dawood yang juga bekas Panglima GAM 
wilayah Pasee. “Dulu pernah diisukan bahwa Teungku Muzakkir Manaf mendukung 
Humam-Hasbi, dan saya mendukung Irwandi. Sebenarnya kami tidak pada posisi itu. 
Kami bersikap netral,” lanjutnya, sembari meminta masyarakat Aceh untuk memilih 
pemimpin sesuai dengan hati nuraninya.
   
  Sofyan mengaku keputusan yang diumumkan siang tadi sudah diketahui oleh 
Perdana Menteri GAM Malik Mahmud. Para petinggi GAM yang selama ini 
terang-terangan mendukung duet Humam-Hasbi, kata Sofyan, juga sudah mengetahui 
keputusan ini. Namun, berkali-kali redaksi acehkita.com mencoba menghubungi 
Suadi Sulaiman Laweueng, jubir Majelis Pusat GAM, telepon genggamnya tidak 
aktif. [dzie]
  ----------



                
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
 http://id.mail.yahoo.com/

Kirim email ke