com
LIPAYA KETIKA UMUR 6 TAHUN
Slideshow | Save to: My Yahoo! Photos or My Computer
Click a photo to view a larger version on Yahoo! Photos. See links above for
more options.
Stockholm, 27 November 2006
Bismillaahirrahmaan irrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
-LIPAYA ALIAS OMAR PUTEH ALIAS RAZALI ABDULLAH YANG LAHIR DI KRANG ANYAR DEKAT
PAYA BUJUK LANGSA,YANG DILAHIRKAN DALAM TURUK JAWAKAMPRET/ PUKAU JAWA DALAM
LONGKANG DEKAT KEBUN KARET MILIK PTP I LANGSA ITU MERUPAKAN ANJING JAWA PIARAAN
AHMAH SUDIRMAN MONYET YANG MENJADI ANJING DI SWEDIA,SUDAH GILA PANGKAT DAN
MENGAKU MEMPERJUANGKAN GAM PADAL CUAK YANG PALING BESAR,LARI KE MALAYSIA
SETELAH MENGHAMILI ANAK JAWA DI PTP I DEKAT RUMAHNYA,KATA ADEKNYA YANG SEKARANG
ADA DI TAKENGON YANG SEDANG MENGISAP KONTOL JAWA BERNAMA IDAH,DIMALAYSIA DI
TANGKAP OLEH POLISI KARENA KES JE NAYAH ROGOL SEKSEN 376 AKTA JENAYAH YANG BISA
DIHUKUM 20 TAHUN PENJARA,DAN DISUMBAT KEDALAM PENJARA,DENGAN MENIPU UNHCR DI
LARIKAN KE NORWAY, SEKARANG JADI PENYANGAK PADA SOSIAL NORWAY SAMPAI HARI INI
LIPAYA ALIAS OMAR POTEH ALIAS SATU LOBAK TURUK DENGAN ZAKARIA,ALIAS AMIR,DAN
IDAH YANG MENGISAP KONTOL JAWA DI TAKENGON SEKARANG SELALU MEMINTA MINTA PADA
SOSIAL,KARENA TIDAK MAU BEKERJA,ALAH HAI LIPAP ANEUK
JAWA,lipaya alias li ase yang hana soe mengon lee dji noe ngon ureung sira dji
nging berita bak internet di pip pukou simok dan adoe dji si hamida tieip uroe
dji pip boh jawa di takengon sajan mak simpk dji duk djinoestavanger“-komunis-
lenin-jawakampre yang menyuruk dimenyatakan bahwa dirinya ketika di Malaysia
ditangkap oleh pihak Kepolisian Pemerintah Kerajaan Malaysia karena kedapatan
menipu orang-orang melayu dengan menunjukkan gelar budek-nya “tengku“ untuk
mendapatkan uang ringgit agar bisa membeli sesuap nasi bungkus dengan roti jala
dan roti canai serta kuah kari.
Kemudian, dengan kepandaiannya dalam hal main sulap tipu ” ia menipu pihak
Kepala UNHCR di Kuala Lumpur, bahwa ia adalah anggota GAM dibawah pimpinan
Teungku Hasan Muhammad di Tiro. Padahal pihak pimpinan Tinggi GAM di Swedia
tidak mengenal-nya. Setelah menjalankan taktik sulap tipu “-budek- nya itu, ia
bisa diselundupkan ke Stavanger dan ditempatkan di barak pengungsi sambil
diajari untuk berbicara bahasa Norwegia. Tetapi, karena ia adalah budek,
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita memohon
petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphon e.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED] se
----------
:
LIPAYA ALIAS OMAR PUTEH ALIAS RAZALI ABDULLAH YANG LAHIR DI KRANG ANYAR DEKAT
PAYA BUJUK LANGSA,YANMG DILAHIRKAN DALAM TURUK JAWAKAMPRET DALAM LONGKANG DEKAT
KEBUN KARET MILIK PTP I LANGSA ITU MERUPAKAN ANJING JAWA PIARAAN AHMAH SUDIRMAN
MONYET YANG MENJADI ANJING DI SWEDIA,SUDAH GILA PANGKAT DAN MENGAKU
MEMPERJUANGKAN GAM PADAL CUAK YANG PALING BESAR,DIMALAYSIA DI TANGKAP OLEH
POLISI KARENA KES JE NAYAH ROGOL SEKSEN 376 AKTA JENAYAH YANG BISA DIHUKUM 20
TAHUN PENJARA,DAN DISUMBAT KEDALAM PENJARA,DENGAN MENIPU UNHCR DI LARIKAN KE
NORWAY,SEKARANG JADI PENYANGAK PADA SOSIAL NORWAY
----- Original Message ----
From: Gunong halimon <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, November 27, 2006 8:42:00 PM
Subject: «PPDi» Berita baru dari Aceh
"Tentang Khalifah dan Undang2 Madinah buatan Anjing Boldok Sudirman"
Ini berita yang baru saja saya terima dari seorang teman yang aktif pada
kantor KPA di banda aceh. isinya antara lain: Hasbi Abdullah (H2O) mengundang
Malik Mahmud dan Zaini Abdullah pulang ke aceh membuat kampenye untuk mendukung
penuh kepada H2O mulai dari Temieng sampai ke aceh selatan. Sesudah kampanye
beberapa daerah ternyata sampai ke Bireuen pendukung Irwandi menumbuk pada muka
Human dan Hasbi dibawa lari oleh kawannya, sedangkan Suhedy laweueng jubir
Majlis Gam menyembunyikan diri dibawah buss dan dalam masa itu juga Darwis
Jeunien dengan Zakaria Saman sempat di tawan oleh pasokan di Lapangan yang pro
Irwandi, akhir datang Tengku Umar Ben untuk melepaskan Mereka berdua. sedangkan
Malik Mahmud dan Zaini sesudah kejadian iut di Mns.Kutang tidak berani keluar
dari rumah. Malik Mahmud menghimbau kepada Irwandi dan Nazar untuk membatalkan
calon Pilkada, tapi pihak Irwandi dan Nazar akan tetap mencalonkan diri karena
sokongan penuh dari ulama dan rakyat aceh pada
umumnya.
Akhirnya Malik Mahmud membuat rapat darurat pada hari senin 27 November 2007 di
Kantor KPA banda aceh yang isinya dalam pidato Malik Mahmud " Pemimpin Tinggi
dan staf nya" di Sweden tak mendukung mana2 pihak dalam pencalonan Pilkada
mendatang, ini keputusan dari atasan. Kalu tak percaya telefon Sofyan Dawoo
atau Irwandi.
Sekarang Ahmad Sudirman jangan membuat musang berbulu ayam dan kau tetap
menjadi Anjing Boldok sampai kiamat atau boleh juga dipanggil untuk kau sebagai
Anjing Pelacak makan bangkai.
Ahmad Sudirman <ahmad_sudirman@ hotmail.com> wrote:
http://www.dataphon e.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED] se
Stockholm, 27 November 2006
Bismillaahirrahmaan irrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.
TIGA BULAN KEMUDIAN BAKHTIAR ABDULLAH & SOFYAN DAWOOD CS MENCUCI TANGAN.
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.
AKHIRNYA TIGA BULAN KEMUDIAN BAKHTIAR ABDULLAH & SOFYAN DAWOOD CS MENCUCI
TANGAN.
“Dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang tenang, saya menyatakan bahwa saya
secara pribadi, mendukung sepenuhnya Teungku Irwandi Yusuf dan Teungku
Muhammad Nazar sebagai pasangan yang akan bertanding dalam Pilkapa nanti
melalui jalur independen” (Bakhtiar Abdullah, Minggu, 27 Agustus 2006, 20:18
WIB ,
http://www.acehkita .com/index. php?dir=news& file=detail& id=1183 )
“Kita tetap komit untuk netral” (Sofyan Dawood , Senin, 27 Nopember 2006,
14:23 WIB,
http://www.acehkita .com/?dir= news&file= detail&id= 1384 )
Dengan bergegas dan diam-diam saudara Bakhtiar Abdullah terbang dari
Stockholm menuju Banda Acheh kemaren, Minggu 26 November 2006. Ternyata hari
ini Senin, 27 November 2006 berada bersama-sama kelompok yang tiga bulan
yang lalu, tepatnya 27 Agustus 2006 menyatakan dukungan penuh kepada Irwandi
Yusuf dan Muhammad Nazar dibawah komando Sofyan Dawood dengan memakai kereta
roda KPA, akhirnya mencabut secara resmi dukungan tersebut melalui tangan
Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Muzakkir Manaf dalam konferensi pers
di Banda Aceh, Senin 27 November 2006.
Inilah operasi cuci tangan dari kelompok yang melakukan tindakan penentangan
dan pembangkangan terhadap GAM dibawah Pimpinan Tertinggi Teungku Hasan
Muhammad di Tiro dan Staf-nya tiga bulan yang lalu.
Jelas, disini kelihatan saudara Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah
cs melakukan pencucian tangan ini, dikarenakan mereka tidak memiliki
kekuatan politik dan hukum lagi di Acheh. Kelompok Sofyan Dawood dan
Bakhtiar Abdullah cs telah lemah dan tidak memiliki akar yang kuat di Acheh.
GAM dibawah Pimpinan Tertinggi Teungku Hasan Muhammad di Tiro dan Staf-nya
tetap berdiri kokoh di Acheh.
Tanpa izin dan dukungan penuh Pimpinan Tertingi GAM Teungku Hasan Muhammad
di Tiro dan Staf-nya terhadap kelompok Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar
Abdullah cs di Acheh, maka kekuatan politik, hukum dan ekonomi mereka lemah.
Nah, setelah tiga bulan kelompok Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah
cs bersama Irwandi Yusuf bergerak di Acheh, tetapi akhirnya mereka telah
mengalami kesulitan dalam bergerak, karena sumber ekonomi yang tadinya
dipegang mereka telah ditutup rapat kembali, yang menyebabkan mereka tidak
tahu mau lari kemana. Tentu saja, tidak ada jalan lain selain menyatakan
secara terbuka bahwa kelompok Sofyan Dawood dan saudara Bakhtiar Abdullah cs
menraik kembali dukungan mereka kepada Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar.
Sedangkan Pimpinan Tinggi GAM tetap dalam keputusan politiknya.
Terakhir, inilah perjalanan akhir dari kelompok Sofyan Dawood dan saudara
Bakhtiar Abdullah cs yang telah membangkang dan melakukan penentangan
terhadap Pimpinan Tinggi GAM dengan memakai kendaraan politik KPA tanpa
mendapat persetujuan dan dukungan penuh dari Pimpinan Tinggi GAM tiga bulan
yang lalu.
Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] se agar supaya sampai kepada saya dan bagi yang ada waktu
untuk membaca tulisan-tulisan saya yang telah lalu yang menyinggung tentang
Khilafah Islam dan Undang Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel
di HP http://www.dataphon e.se/~ahmad
Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*
Wassalam.
Ahmad Sudirman
http://www.dataphon e.se/~ahmad
[EMAIL PROTECTED] se
----------
http://www.acehkita .com/index. php?dir=news& file=detail& id=1183
Minggu, 27 Agustus 2006, 20:18 WIB
PILKADA
Pasangan Irwandi-Nazar Dideklarasikan
Reporter : Radzie
Banda Aceh, acehkita.com. Pasangan Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar yang
akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebagai calon gubernur dan
wakil gubernur, dideklarasikan di Kantor Komite Peralihan Aceh (KPA), Ahad
(27/8) siang.
Sejumlah tokoh dan petinggi GAM yang ada di Aceh dan luar negeri, serta
ratusan anggota dan simpatisan terlihat menghadiri acara tersebut. Uniknya,
Sayed Fuad Zakaria (calon wakil gubernur dari Partai Golkar) dan Tamlicha
Ali (calon gubernur yang diusung Partai Bintang Reformasi) juga terlihat
menghadiri pendeklarasian pasangan Irwandi-Nazar.
Namun di antara undangan, tidak terlihat bekas Panglima GAM Muzakkir Manaf,
Teungku Muhammad Usman Lampoh Awe (bekas perunding di masa CoHA dan Majelis
GAM), Ilyas Abed (Koordinator Bidang Ekonomi Majelis GAM), dan Zakaria Saman
(Menteri Pertahanan GAM). Ketiga tokoh disebutkan terakhir ini menggalang
dukungan untuk pasangan A Humam Hamid dan Hasbi Abdullah dari Partai
Persatuan Pembangunan (PPP).
Juru Bicara KPA Sofyan Dawood membacakan naskah deklarasi pasangan yang
diberinama Perjuangan dan Perdamaian. “Setelah melihat dan mendengar
aspirasi rakyat dan dorongan dari berbagai pihak yang setuju dengan agenda
perubahan dan perdamaian, mayoritas rakyat menghendaki personel GAM dan
Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) untuk dapat maju dalam pemilihan
umum mendatang,” kata Sofyan Dawood membacakan naskah yang ditandatangani
oleh 33 anggota Majelis GAM, panglima wilayah, serta juru bicara GAM
se-Aceh.
Deklarasi pasangan Irwandi dan Nazar diiringi dengan shalawat Badar dan
nyanyian Hikayat Prang Sabi.
Usai membacakan naskah deklrasi itu, Irwandi dan Nazar diminta untuk
menyampaikan pidato politik dan konsep dalam memimpin Aceh di masa yang akan
datang.
Dalam pidato politiknya, Irwandi mengaku enggan dan tidak punya niat untuk
maju dalam Pilkada yang akan digelar pada 11 Desember nanti. Tapi sejumlah
kalangan, termasuk ulama, terus mendesak supaya dia mencalonkan diri sebagai
calon kepala pemerintahan Aceh.
Irwandi menyebutkan, Aceh di masa mendatang membutuhkan pemimpin yang
mempunyai inspirasi dan instuisi yang tinggi, untuk melakukan perubahan.
“Perlu pemimpin yang mengetahui apa yang dimaui oleh rakyat,” kata dia dalam
pidato tanpa teks itu.
Dia juga menyorot masalah kualitas pendidikan di Aceh. Menurutnya, anak-anak
Aceh di masa yang akan datang harus bisa menikmati fasilitas pendidikan yang
baik, murah dan bahkan gratis.
“Anak-anak Aceh, baik miskin atau kaya, harus memiliki kesempatan yang sama
dalam pendidikan. Semua harus sekolah. Dan pendidikan di Aceh harus
mempunyai kualitas yang bagus, jangan seperti sekarang dengan ranking lima
dari bawah,” kata pria yang sempat divonis sembilan tahun penjara karena
keterlibatannya dalam GAM.
Karena itu, dia mengharapkan, siapapun nanti yang menjadi gubernur Aceh,
pendidikan dan kesejahteraan rakyat harus dinomorsatukan.
Selain menyorot masalah pendidikan, pria kelahiran Bireuen ini juga menyorot
masalah perekonomian, penegakan hukum, pemberantasan korupsi, kolusi dan
nepotisme (KKN), pelestarian lingkungan hidup, dan illegal logging. “Inflasi
di Aceh tertinggi di Indonesia. Uang banyak mengalir ke Aceh, tapi hanya
dinikmati segelintir orang saja,” ketusnya.
Dukungan
Pasangan Irwandi-Nazar mendapat dukungan dari mayoritas petinggi GAM. Hal
ini dilihat dari jumlah petinggi wilayah GAM yang membubuhkan tandatangan di
naskah deklarasi yang dibacakan Sofyan Dawood tersebut. Bahkan, Juru Bicara
GAM di Swedia Bakhtiar Abdullah, mengirimkan secarik kertas dukungannya,
yang dibacakan Amni bin Ahmad Marzuki.
Dalam surat itu Bakhtiar menyebutkan, dirinya mendukung pasangan
Irwandi-Nazar untuk maju dalam Pilkada nanti. “Dengan hati yang ikhlas dan
pikiran yang tenang, saya menyatakan bahwa saya secara pribadi, mendukung
sepenuhnya Teungku Irwandi Yusuf dan Teungku Muhammad Nazar sebagai pasangan
yang akan bertanding dalam Pilkapa nanti melalui jalur independen,” kata
Bakhtiar Abdullah.
Bakhtiar menyebutkan, kendati pasangan Irwandi-Nazar maju dalam Pilkada
nanti, bukan berarti GAM telah mengubah keputusan untuk tidak mencalonkan
kadernya secara organisasi dalam Pilkada. Dalam rapat di Hotel Rajawali pada
29 Mei lalu, GAM menyatakan tidak akan ikut Pilkada, tapi mempersilakan
anggotanya untuk maju melalui jalur independen. “Keputusan dulu tidak
berubah sampai hari ini,” kata dia.
Dukungan juga diperoleh dari sejumlah ulama, akademisi, dan tokoh perempuan.
Teungku Muhammad Wali Al Khalili atau Abon Tanoh Mirah menyebutkan, dia dan
sejumlah ulama dan teungku dayah memberikan dukungan terhadap pasangan ini.
Hal yang sama dikemukakan Farid Wajdi, dosen IAIN Ar-Raniry, dan Maryati B
dari kalangan perempuan. [dzie]
.----------- ---------
http://www.acehkita .com/?dir= news&file= detail&id= 1384
Senin, 27 Nopember 2006, 14:23 WIB
PILKADA
Muzakkir Manaf:
KPA tak Mendukung Salah Satu Calon
Reporter : Radzie
Banda Aceh, acehkita.com. Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat mempertegas
sikap menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Mereka tidak
akan memberikan dukungan terhadap calon manapun dan bersikap netral dalam
pemilihan mendatang.
KPA juga menegaskan menarik dukungan terhadap kandidat Ahmad Humam
Hamid-Hasbi Abdullah, yang diusung Partai Persatuan Pembangunan (PPP). “KPA
menarik dukungan dari pasangan Humam dan Hasbi,” kata Ketua KPA Pusat
Muzakkir Manaf dalam konferensi pers di Banda Aceh, Senin (27/11).
Konferensi pers dihadiri Juru Bicara GAM Swedia Bachtiar Abdullah, Juru
Bicara KPA Sofyan Dawood, Nur Djuli (petinggi GAM Malaysia), Deputi Jubir
GAM Swedia Munawarliza, dan sejumlah ketua KPA wilayah dan daerah.
Humam Hamid menolak berkomentar atas adanya keputusan KPA yang menarik
dukungan atas dirinya. “No comment!” kata Humam saat dihubungi wartawan.
Pilkada Aceh 2006 diikuti delapan pasang kandidat calon gubernur dan wakil
gubernur. Anggota GAM, seperti Irwandi Yusuf mencalonkan diri sebagai calon
gubernur. Sementara Hasbi Abdullah (juga anggota GAM) mencalonkan diri
sebagai calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Ahmad Humam Hamid.
Hasbi sendiri merupakan salah seorang anggota GAM, yang menghabiskan 14
tahun hidupnya di dalam penjara Pemerintah Indonesia. Pada 22 Agustus 2006,
Ketua KPA Muzakkir Manaf mengatakan dukungannya terhadap pasangan Humam
Hamid-Hasbi Abdullah.
Muzakkir Manaf menegaskan, dalam Pilkada pertama yang digelar
pascapenandatangana n Nota Kesepakatan Damai Helsinki ini, KPA akan bersikap
netral dan tidak akan memberikan dukung terhadap salah satu kandidat. “Ketua
KPA Pusat dan ketua KPA wilayah bersikap netral dalam Pilkada,” kata
Muzakkir.
Kendati menyatakan tidak mendukung salah satu kandidat, Muzakkir
menyebutkan, KPA dan Gerakan Aceh Merdeka tetap akan menerima siapa pun
kandidat yang menang dalam Pilkada. “Kami menerima dan mendukung siapa pun
yang akan dipilih oleh rakyat Aceh secara demokrasi sebagai kepala
Pemerintahan Aceh,” katanya.
Juru Bicara KPA Pusat Sofyan Dawood mengatakan, keputusan yang diambil ini
sebenarnya bukan keputusan baru. Ini merupakan keputusan majelis yang
dihadiri Perdana Menteri GAM Malik Mahmud dan dr. Zaini Abdullah dalam
sebuah rapat di Hotel Rajawali, akhir Mei 2006 lalu. “Keputusan saat itu,
GAM tidak mencalonkan paket secara lembaga dalam Pilkada, tapi kader-kader
GAM yang ingin maju dipersilakan,” kata Sofyan Dawood.
Atas adanya keputusan ini, Sofyan Dawood meminta kepada semua Ketua KPA
wilayah dan daerah untuk tidak menjadi juru kampanye untuk mendukung calon
mana pun dalam Pilkada ini.
“Kita tetap komit untuk netral,” kata Dawood yang juga bekas Panglima GAM
wilayah Pasee. “Dulu pernah diisukan bahwa Teungku Muzakkir Manaf mendukung
Humam-Hasbi, dan saya mendukung Irwandi. Sebenarnya kami tidak pada posisi
itu. Kami bersikap netral,” lanjutnya, sembari meminta masyarakat Aceh untuk
memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya.
Sofyan mengaku keputusan yang diumumkan siang tadi sudah diketahui oleh
Perdana Menteri GAM Malik Mahmud. Para petinggi GAM yang selama ini
terang-terangan mendukung duet Humam-Hasbi, kata Sofyan, juga sudah
mengetahui keputusan ini. Namun, berkali-kali redaksi acehkita.com mencoba
menghubungi Suadi Sulaiman Laweueng, jubir Majelis Pusat GAM, telepon
genggamnya tidak aktif. [dzie]
----------
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Premiär 17/11 för Casino Royale! http://www.msn. se/noje/casinoro yale/
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
____________________________________________________________________________________
Cheap talk?
Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
http://voice.yahoo.com