Adi Laweung Bantah KPA Tarik Dukungan Tuesday, November 28th, 2006 in
Berita Aktual
Jurubicara Majeulih GAM, Tgk Suadi Sulaiman alias Adi Laweung, yang
menghubungi Serambi tadi malam membantah pernyataan menarik dukungan dari
pasangan Humam-Hasbi sebagaimana dibacakan dalam konferensi pers siang kemarin.
Saya sudah konfirmasi dengan Perdana Menteri GAM, Tgk Malik Mahmud, bahwa
apa yang terjadi hari ini (kemarin-red) hanyalah permainan pihak-pihak tertentu
saja, untuk mencapai tujuan politiknya, katanya.
Namun Adi, tidak merinci apakah dukungan GAM terhadap paket Cagub H2O inklud
dengan dukungan dari KPA. (Serambinews)
Boyan,Padang dan Madura
Berita
Senin, 27 Nopember 2006, 14:23 WIB
PILKADA
Muzakkir Manaf:
KPA tak Mendukung Salah Satu Calon
Reporter : Radzie
Banda Aceh
, acehkita.com. Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat mempertegas sikap menjelang
pelaksanaan
Pemilihan Kepala Daerah
(Pilkada). Mereka tidak akan memberikan dukungan terhadap calon manapun dan
bersikap netral dalam pemilihan mendatang. Sementara Juru Bicara GAM Bakhtiar
Abdullah juga menarik dukungannya terhadap pasangan Irwandi Yusuf-Muhammad
Nazar.
KPA menegaskan menarik dukungan terhadap kandidat Ahmad Humam Hamid-Hasbi
Abdullah, yang diusung
Partai Persatuan Pembangunan
(PPP). KPA menarik dukungan dari pasangan Humam dan Hasbi, kata Ketua KPA
Pusat Muzakkir Manaf dalam konferensi pers di
Banda Aceh
, Senin (27/11).
Konferensi pers dihadiri Juru Bicara GAM
Swedia Bachtiar Abdullah
, Juru Bicara KPA Sofyan Dawood,
Nur Djuli
(petinggi GAM
Malaysia
), Deputi Jubir GAM
Swedia Munawarliza
, dan sejumlah ketua KPA wilayah dan daerah.
Humam Hamid
menolak berkomentar atas adanya keputusan KPA yang menarik dukungan atas
dirinya. No comment! kata Humam saat dihubungi wartawan.
Pilkada Aceh 2006 diikuti delapan pasang
kan
didat calon gubernur dan wakil gubernur. Anggota GAM, seperti
Irwandi Yusuf
mencalonkan diri sebagai calon gubernur.
Sementara Hasbi Abdullah
(juga anggota GAM) mencalonkan diri sebagai calon wakil gubernur yang
berpasangan dengan
Ahmad Humam Hamid
. Hasbi sendiri merupakan salah seorang anggota GAM, yang menghabiskan 14 tahun
hidupnya di dalam penjara Pemerintah
Indonesia
. Pada 22 Agustus 2006, Ketua KPA Muzakkir Manaf mengatakan dukungannya
terhadap pasangan Humam Hamid-Hasbi Abdullah.
Muzakkir Manaf
menegaskan, dalam Pilkada pertama yang digelar pascapenandatanganan Nota
Kesepakatan Damai Helsinki ini, KPA akan bersikap netral dan tidak akan
memberikan dukung terhadap salah satu kandidat.
Ketua KPA
Pusat dan ketua KPA wilayah bersikap netral dalam Pilkada, kata Muzakkir.
Kendati menyatakan tidak mendukung salah satu kandidat, Muzakkir
menyebutkan, KPA dan Gerakan Aceh Merdeka tetap akan menerima siapa pun
kandidat yang menang dalam Pilkada. Kami menerima dan mendukung siapa pun yang
akan dipilih oleh rakyat Aceh secara demokrasi sebagai kepala
Pemerintahan Aceh
, katanya.
Juru Bicara KPA
Pusat Sofyan Dawood
mengatakan, keputusan yang diambil ini sebenarnya bukan keputusan baru. Ini
merupakan keputusan majelis yang dihadiri Perdana Menteri GAM
Malik Mahmud
dan dr.
Zaini Abdullah
dalam sebuah rapat di Hotel Rajawali, akhir Mei 2006 lalu. Keputusan saat
itu, GAM tidak mencalonkan paket secara lembaga dalam Pilkada, tapi kader-kader
GAM yang ingin maju dipersilakan, kata
Sofyan Dawood
.
Atas adanya keputusan ini,
Sofyan Dawood
meminta kepada semua
Ketua KPA
wilayah dan daerah untuk tidak menjadi juru kampanye untuk mendukung calon
mana pun dalam Pilkada ini.
Kita tetap komit untuk netral, kata Dawood yang juga bekas Panglima GAM
wilayah Pasee. Dulu pernah diisukan bahwa
Teungku Muzakkir Manaf
mendukung Humam-Hasbi, dan saya mendukung Irwandi. Sebenarnya kami tidak pada
posisi itu. Kami bersikap netral, lanjutnya, sembari meminta masyarakat Aceh
untuk memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya.
Sofyan mengaku keputusan yang diumumkan siang tadi sudah diketahui oleh
Perdana Menteri GAM
Malik Mahmud
.
Para
petinggi GAM yang selama ini terang-terangan mendukung duet Humam-Hasbi, kata
Sofyan, juga sudah mengetahui keputusan ini. Namun, berkali-kali redaksi
acehkita.com mencoba menghubungi Suadi Sulaiman Laweueng, jubir Majelis Pusat
GAM, telepon genggamnya tidak aktif.
Sementara itu, Juru Bicara GAM
Bakhtiar Abdullah
menyatakan menarik dukungan yang sebelumnya diberikan kepada pasangan Irwandi
Yusuf-Muhammad Nazar, yang maju melalui jalur independen.
Saya mendukung keputusan yang telah diambil oleh
Majelis KPA
dan juga keputusan pimpinan. Saya sebagai
oran
g Aceh yang mempunyai hak, tapi tidak mempunyai hak memilih mempunyai keyakinan
pribadi. Tapi demi jemaah, saya mendukung semua keputusan. Itu bisa kita
katakana saya menarik dukungan (terhadap Irwandi), kata
Bakhtiar Abdullah
.
Seperti diketahui, saat pendeklarasian pasangan Irwandi Yusuf-Muhammad
Nazar di halaman markas KPA Pusat,
Bakhtiar Abdullah
secara khusus mengirimkan
surat
dukungannya terhadap pasangan tersebut.
Surat
dukungan Bakhtiar dibacakan oleh Amni bin
Ahmad Marzuki
.
Lebih lanjut Bakhtiar menyerukan kepada semua masyarakat dan jajaran GAM di
lapangan untuk menghormati semua keputusan yang telah diambil oleh petinggi GAM
dan KPA. Dia juga menyerukan supaya masyarakat dan anggota GAM/KPA mengikuti
Pilkada dengan tanpa paksaan dan intimidasi.
Gunakan hak pribadi untuk menyukseskan pesta demokrasi yang sangat
bersejarah ini. Ini jauh efeknya demi memelihara perdamaian Aceh, supaya tetap
kekal, kata pria berwarga negara Swedia ini.
Bagi Bakhtiar
, Pilkada ini menjadi titik penting bagi GAM dalam perjuangan politik, setelah
meninggalkan perjuangan bersenjatanya. Karena itu, dia meminta kepada siapa pun
yang berhasil memenangkan Pilkada nanti untuk menjaga perdamaian dan
memperhatikan aspirasi masyarakat Aceh, yang ingin melihat
peru
bahan pascakonflik dan tsunami. [dzie]
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.