Berita
Rabu, 29 Nopember 2006, 08:42 WIB
LHOKSEUMAWE
Istri Brimob Lolos dari Upaya Pembunuhan
Reporter : Imran MA
Lhokseumawe, acehkita.com. Aksi kekerasan masih terjadi di Lhokseumawe. Kali
ini, Elidayanti (24), istri seorang anggota Brimob, disandera oleh sepuluh pria
yang bersenjatakan parang di kawasan Line Pipa ExxonMobil di Desa Blang Kieng,
Kecamatan Blang Mangat
, Lhokseumawe.
Elidayanti berhasil lolos dari upaya penyanderaan dan pembunuhan itu setelah
mendapat pertolongan warga. Dia terpaksa harus menjalani pemeriksaan di Rumah
Sakit TNI AD Lhokseumawe karena luka bacokan di tangannya. Lembam akibat
pukulan ada di sekujur tubuhnya, selain mata yang membengkak.
Elidayanti disandera pada Senin (26/11) sekitar pukul 20.00 WIB bersama
kawannya
Yusniar Lubis
(26). Saat itu, Elida dan Yusniar yang mengendarai mobil
Suzuki Karimun
bernomor polisi F 1218 BF melaju dari
Desa Blang Weue Baroh
,
Kecamatan Blang Mangat
, hendak menuju ke Batuphat melalui jalur line pipa PT ExxonMobil Desa Blang
Kieng. Namun, tiba-tiba
Elida mel
ihat ada bentangan kayu di badan jalan, sehingga dia memperlambat laju mobil.
Saat itulah, 10 pemuda datang menghampiri dan menurunkannya dari mobil.
Korban kemudian dibawa oleh enam pemuda bersepeda motor
Yamaha RX King ke
arah
Desa Paloh Punti
. Sementara kawannya Yusniar, dibawa dengan mobil korban ke arah berlawanan.
Dalam perjalanan, korban diancam bunuh, dengan alasan pelaku karena korban
adalah istri seorang Brimob.
Karena terus melawan, korban sempat diseret dan dibacok di jari tangannya,
sebagian lagi memukul di wajah. Belum puas, kelompok tersebut membawa korban ke
kawasan
Desa Paloh Pineung
. Elida menjerit-jerit, sehingga didengar warga Paloh. Warga yang mendengar,
langsung memberikan bantuan.
“Saya selamat ditolong warga dan dua mantan anggota GAM (
Gerakan Aceh Merdeka
), yang sudah jadi seperti saudara saya. Kalau tidak, mungkin saya akan
meninggal,” kata Elida saat memberikan keterangan kepada wartawna di
RS TNI
AD, Selasa (27/11).
Selain menderita luka, korban juga kehilangan emas berlian seharga Rp 36
juta, satu unit telepon genggam, dan pintu mobil rusak.
Elida merupakan anak dari Zainal Abidin, seorang pengusaha yang meninggal
pada tahun 1999 setelah ditembak
oran
g tak dikenal. Pada 2003, Nurjannah, ibunya, juga harus meregang nyawa setelah
ditembak di kawasan
Desa Paloh
,
Kecamatan Muara Dua
. Saat ibunya ditembak.
Kapolres Lhokseumawe
, AKBP Mulyatno, mengatakan, kasus yang menimpa Elida merupakan kasus serius
pascaperdamaian. “Kita akan segera membentuk tim untuk penyergapan.
Nam
un belum diketahui motifnya apa,” katanya kepada wartawan. [dzie] CUBA
TANYA PADA ANJING JAWA MULYANTO ITU, APA PEMBUNUHAN TERHADAP SAUDARA MUKHTAR
(SATPAM) DI BANDA ACEH PASCAPERDAMAIAN, TIDAK SERIUS?
---------------------------------
Sekarang dengan penyimpanan 1GB
http://id.mail.yahoo.com/