Assalamu,alaikum,wr,wb.
Teungku Hasan Muhammad di tiro dan Yusra Habib Abdul Gani.
Pernyataan Acheh merdeka pada 4 Desember 1976 merupakan sebuah pernyataan
telah lahir nya sebuah gerakan pembebasan yang ingin membebas kan rakyat Acheh
dari belenggu penjajahan Republik Indonesia jawa.Kemerdekaan adalah hak segala
bangsa.Tetapi, sayangnya pernyataan perlawanan untuk mengakhiri belenggu
penjajahan Indonesia ini kemudian oleh Malik Mahmud / Zaini Abdullah dan
konco-konconya perjuangan ini di putar arah haluannya menjadi Self Governmen't
yang tunduk di bawah UUD Indonesia,mengatas nama kan ASNLF dan GAM di bawah
perintah wali Negara Teungku Hasan Muhammad di tiro.Malik Mahmud dan Zaini
Abdullah telah menjual nama Teungku Hasan di tiro demi sedikit uang dari
penjajah.Padahal wali negara tidak mengatahui sama sekali apa yang sedang di
laku kan oleh Malik dan Zaini.
Pada pertengahan tahun 1977 penjajah Indonesia jawa semakin
meningkat kan perang psikologis untuk melawan ASNLF dan pemimpin-pemimpinnya di
tegah-tengah masyarakat.Perang ini di ikuti dengan cara menyiksa orang-orang
Acheh secara biadab.Sejumlah penangkapan terhadap para pengikut GAM dilancarkan
yang di sertai dengan siksaan hebat seakan-akan TNI jawa menganggab dirinya
sebagai malaikat maut yang menghadir kan siksaan negara di bumi Acheh.Dan
itulah yang terus menerus di peraga kan negara penjajah semasa orde baru
terhadab bangsa Acheh.
ASNLF yang oleh rakyat Acheh lebih di kenal dengan sebutan Atjeh
Meurdehka kemudian dicap oleh penjajah Indonesia jawa sebagai Gerakan Pengacau
Liar Hasan Tiro ( GPLHT )atau Gerakan Pengacau Keamanan ( GPK ).Namun bagi
sebahagian mujihidin yang hanif dan istiqamah kejadian itu menjadi tolah ukur
yang sangat menentukan masa depan Acheh dan pertanggung jawaban dengan Allah
kelak.Karena perjuangan suci itu di tuntut dengan segala ke iklasan hati dan ke
tangguhan iman.
Untuk lebih meningkat kan serangan,pada awal tahun 1978 penjajah
Indonesia jawa terus melakukan perlawanan terhadap Acheh merdeka,foto-foto
pemimpin gerakan Acheh merdeka seperti Tgk Hasan Muhammad di tiro,DR Mucktar
Hasbi ,Ilyas leubee,DR,Zubir Mahmud,dll di sebar kan ke seluruh penjuru negara
Acheh.Masyarakat di minta menangkap hidup atau mati pejuang Acheh merdeka ini.
Teungku Hasan Muhammad di tiro adalah tokoh yang paling di cari
oleh penjajah Indonesia jawa.Teungku Hasan Muhammad di tiro adalah musuh
terbesar RI saat itu.Kira-kira hampir sama seprti Nabi Musa s,a,w yang di
benci Fir,un.Dan oleh orde baru dengan bermacam usaha perupagandanya membuat
pernyataan di media masa indonesia yang bahwa Teungku Hasan Muhammad di tiro
sudah meninggal,entah berapa kali perupa ganda busuk ini di ulang-ulang oleh
penjajah.
Luar Negara.
Teungku Hasan Muhammad di tiro tinggal di luar negara,sementara
gerakan Acheh merdeka hampir-hampir tidak terdengar lagi,banyak tokoh-tokoh GAM
yang telah syahid yang di tangkap dan ada pula yang menyerah ke pada penjajah
jawa,dan sebagainya.Dalam diam-diam Teungku Hasan Muhammad di tiro di luar
negara menulis buku -buku tentang sejarah Acheh dan meluruskan kembali sejarah
Acheh yang telah di putar balikan oleh Indonesia jawa.Sehingga banyak bangsa
Acheh membaca buku AGAM yang penulisnya adalah DR Teungku hasan di tiro.Banyak
bangsa Acheh yang sadar akan sejarah nya ,dan ikut memperjuang kembali Acheh
merdeka.
Teungku Hasan Muhammad di tiro orang yang pertama menulis buku Acheh
merdeka,dan orang yang kedua Yusra Habib Abdul Gani.Tokoh-tokoh yang lain belum
penulis baca bukunya.Dulu yang paling di takuti oleh penjajah Indonesia jawa
Teungku Hasan di tiro,karena beliyau sangan cerdas memikirkan Acheh merdeka
untuk masa depan.Sekarang yang paling di takuti oleh penjajah dan pengkhianat
bangsa Acheh adalah Yusra Habib Abdul Gani,karena Yusra di anggap sangat pandai
mengikuti jejak perjuangan Teungku Hasan Muhammad di tiro, wajar, karena
Teungku Hasan di tiro pemimpinnya.
Dikala penjajah lagi gencar-gencarnya membuat serangan ke pada
bangsa Acheh,seakan-akan Acheh merdeka sudah hilang di permukaan bumi ini.Apa
yang harus kita lakukan demi keselamatan Acheh merdeka ??....karena penjajah
dan pengkhianat bangsa Acheh sudah berkerjasama.Kita bangsa Acheh merdeka tidak
punya kekuatan untuk melawan dua musuh negara ini,bisa kita bilang dua lawan
satu.Hanya satu jalan lihat ke belakang sejenak,di kala Acheh merdeka sudah
tidak berdeya lagi Teungku Hasan di tiro menulis buku,sekarang Acheh merdeka
sudah di jual ke pada penjajah Indonesia jawa.Apakah Yusra Habib Abdul Gani
akan menulis buku seperti Teungku Hasan Muhammad di tiro ??...........Penulis
bukan Tuhan yang mengerti hati nurani seseorang.Tetapi,menurut hemat penulis
ciri-ciri perjuangan Teungku Hasan di tiro ada di tangan saudara Yusra.
Ma,af kalau penulis mengangkat saudara Yusra terlalu tinggi,apa
boleh buat semua ini kenyataan.Dan begitu juga penulis harap kan kepada semua
bangsa Acheh merdeka silakan membuat buku-buku tentang Acheh merdeka,agar anak
cucu kita nanti membacanya,kalau hanya di internet atau di melis bebas
ini,sebentar saja sudah hilang.
Penulis tidak mengatakan saudara Yusra sama dengan Teungku Hasan di
tiro,Tetapi tentang menulis buku sama pandang mereka berdua.Dengan sebab itulah
pengkhianat bangsa Acheh dan penjajah Indonesia jawa berkerja sama untuk
menjelek jelekan saudar Yusra Habib Abdul Gani mati-matian agar bangsa Acheh
membenci nya.Apa lagi di melis bebas ini tidak ada hari yang tidak di jelek kan
saudara Yusra oleh intel Indonesia jawa yang bermukim di Stockholm yang
berlindung di bawah nama Teungku Hasan Muhammad di tiro.
Siapa yang membaca tulisan ini,sampai kan lah kepada Saudar
Yusra,mudah-mudahan di antara pembaca ada yang mengenal nya.Penulis hanya kenal
nama saja di majalah Suara Acheh merdeka,buku,malapetaka bumi sumatra dan di
buku Mengapa sumatra menggugat.
Wassalam.
Teungku di Peureulak.
__________________________________________________
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com