http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=264080
   
    Vatikan Kecam Vonis Mati Saddam  Friday, Desember 29th, 2006 in Dunia

      BAGHDAD - Putusan Pengadilan Tinggi Iraq (IHT) yang menguatkan vonis mati 
mantan presiden Saddam Hussein mengundang reaksi beragam. Pemerintah Italia dan 
Vatikan mengecam keputusan yang direstui pemerintah Iraq itu. Sementara, tim 
pembela Saddam meminta Amerika Serikat (AS) untuk tidak menyerahkan kliennya ke 
tangan pemerintah Iraq sebelum hukuman gantung dilaksanakan.
  Menurut PM Italia Romano Prodi, menghukum mati Saddam tidak akan 
menyelesaikan masalah, apalagi menciptakan perdamaian di Iraq. “Dari sudut 
pandang politik, hukuman mati untuk Saddam Hussein justru akan menimbulkan 
lebih banyak dampak negatif yang bisa mempengaruhi stabilitas Iraq,” kata Prodi 
dalam konferensi pers, kemarin. Dia menegaskan, Italia akan terus menentang 
hukuman mati dalam kasus apa pun, termasuk dalam kasus Saddam.
  Senada dengan Prodi, sejumlah pejabat di Vatikan juga mengecam vonis mati 
Saddam itu. “Kami tidak menutup mata terhadap kejahatan-kejahatan kemanusiaan 
yang dilakukan Saddam. Namun, bagaimanapun juga hukuman mati tetap tidak sesuai 
dengan ajaran kami. Kami harap hukuman tersebut bisa dibatalkan,” papar 
Kardinal Renato Martino, salah satu ajudan Paus Benediktus XVI, seperti dikutip 
surat kabar La Repubblica.
  Mantan Dubes Vatikan untuk PBB itu juga mengatakan hukuman mati yang 
dijatuhkan kepada Saddam merupakan bibit untuk kejahatan lain. “Kita sama saja 
menghukum kejahatan dengan kejahatan lain. Hukuman mati tidak akan mendatangkan 
kematian alami untuk orang yang bersangkutan. Tidak ada seorang pun yang bisa 
memberikan kematian untuk orang lain, bahkan negara sekalipun,” jelasnya.
  Bersamaan dengan itu, tim pembela Saddam di Amman, Jordania mengajukan 
permohonan kepada AS untuk tidak menyerahkan kliennya ke tangan pemerintah 
Iraq. Sebab, Saddam adalah seorang tahanan perang. “Berdasar konvensi 
internasional yang berlaku, menyerahkan seorang tahanan perang kepada lawannya 
adalah tindakan yang dilarang. Karena itu, kami menyerukan kepada dunia 
internasional untuk mencegah AS menyerahkan Saddam kepada pemerintah Iraq,” 
kata pengacara Khalil al-Dulaimi.
  Saat ini, Saddam masih ditahan di Kamp Cropper, penjara militer AS yang 
terletak di dekat Bandara Baghdad. Sejak ditangkap, pemerintah AS menahan 
Saddam di tempat itu atas nama pemerintah Iraq. Salah seorang pejabat 
pemerintahan Iraq mengatakan Saddam akan tetap berada di penjara tersebut 
hingga hari kematiannya ditentukan.
  Sementara itu, bersamaan dengan dipublikasikannya vonis mati Saddam, aksi 
kekerasan kembali pecah di beberapa kawasan Baghdad. Sedikitnya, 25 orang tewas 
karena serangkaian serangan terbaru yang didominasi ledakan bom.



 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke