500 TOKOH ACEH DALAM DAFTAR MATI MALEK MAHMUD Date: Thu, 23 Mar 2000 05:26:37 JAVT Lebif dari 500 tokoh-tokoh Aceh berada dalam Daftar Hukuman mati Malek Mahmud Pada mulanya saya tidak percaya dengan berita yang sudah begitu lama beredar di seluruh Aceh. Namun setelah saya melihat Daftar tersebut yang diperlihatkan Tgk. Muhammad Usman Lampoh Awe, Menteri Keuangan Aceh Merdeka, di tempat kediamannya, Sigli. Ternyata apa yang selama ini saya ragu-ragukan adalah benar sama sekali. Menurut Tgk Muhammad usman, dia telah diperintahkan Malek Mahmud, untuk mencari dan memberi info tentang orang-orang yang sudah menjadi penghalang dalam pengelolaan dana dari Aceh ke Singapura. Di antara ke 500 yang telah di masukkan ke dalam Daftar hukuman mati tersebut 150 orang adalah masyarakat Aceh yang menetap di Malaysia. Sewaktu kami menanya: Kesalahan apa yang telah mereka lakukan sehingga kita harus membunuhnya? Tgk.Muhammad sama sekali tidak megerti. Malek hanya mengirimkan Daftar ini pada seorang anak muda yang baru kembali dari Malaysia. Dalam surat yang dititipkan bersama Daftar hukuman mati tersebut tidak dijelaskan duduk perkaranya. Malah, Malek menasehatkan saya: agar jangan membuat apa-apa. Tgk diam saja. Biar saya yang mengurusnya. Setelah kami terdiam seketika, Tgk Muhammad Usman, Menteri Keuangan Aceh merdeka, tiba-tiba berkata: Sesuatu musti ada yang nggak beres. Ada sesuatu yang tersembunyi dibalik nasehat Malek. Kami bertigapun berperasaan demikian. Oleh sebab itu kami telah sependapat untuk mencari Bang Zulkarnain (Zul Mama), orang yang kenal Malek Mahmud. Setelah kami mendapat info dari seorang teman di kota Sigli akhirnya kami berhasil menemuinya di tempat dia berniaga di sebuah pasar Medan. Banyak sekali yang ia ceritakan. Bahkan hal-hal yang paling kecil ia mengatahuinya. Apa yang tadinya Tgk Muhammad Usman berprasangka dan juga kami adalah benar belaka. Memang sudah sepatutnya dipanggil: Kepala Bandit, Mafia Singapura, Penguras rakyat Aceh untuk keperluan pribadi dan keluarganya. Menurut Bang Zul Mama, Malek Mahmud, Kepala Mafia ini tinggal bersama Abang dan Ibunya di Jalan Ismail No.32A, Geylang, Singapura. Berita lain yang kami terima dari seorang refugee Aceh di New York, yang sempat bergambar bersama Presiden Aceh Tengku Hasan Tiro, mengatakan: Malek Mahmud dengan anak perempuannya sedang ber-indehoi (berfoya-foya) di negeri Paman Sam dengan uang yang dikuras oleh kaki-tangannya di Aceh. Menurut sahabat tersebut, dari sana Malek dan anak perempuannya akan kembali ke eropah untuk menziarahi cucunya. Juga dengan uang rakyat Aceh! Satu sahabat lain yang tinggal di negara bagian Utah, Amerika, sempat melalukan hal yang luar dari biasa. Sewaktu Malek Mahmud, Kepala Mafia ini mengunjungi Bapak Musanna Abdul Wahab, biro penerangan asnlf, se orang teman sempat mengintip kedalam kantong baju dinginnya yang kebetulan di gantung jauh dari bilik tamu. Dia mendapati yang Malek Mahmud kesana-kemari menggunakan paspor Singapura dengan nama: Malek Haythar Bin Mahmood. No: I-C/1083819. Menurut berita lain yang kami dapat dari Tgk.Haji di Singapura mengatakan: Kepanikan Malek mulai memuncak sewaktu belangnya diketahui rakyat Aceh. Namun dalam beberapa hari ini kepanikannya berlipat ganda semenjak Tengku Abdullah SyafiI, Panglima GAM juga telah mempersetankannya. Beliau lebih senang bermuafakat dengan orang-orang muda Aceh yang peduli akan Aceh. Tidak dengan Kepala Bandit, Mafia Singapura. Namun, menurut Tgk Haji itu untuk pribadinya Malek apakah merdeka Aceh atau tidak dia tidak menghiraukannya. Uang rakyat Aceh yang berada dalam bank nya sudah terjamin kehidupan keluarganya sampai kapan pun. Sampai kapan kami harus dikorbankan demi kepentingan pribadi-pribadi munafik yang begitu pongah akan darah dan keringat rakyat yang tak berdosa? Tuhan! Tunjukilah mereka ke jalan-Mu. Abu Seulimum
--------------------------------- Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
