Isu Dewan Revolusi Nama dan tujuan gerakan ini cukup menyeramkan: Dewan Revolusi (DR), dengan tujuan menggulingkan pemerintahan SBY-JK. Isu keberadaan DR pertama kali dimunculkan ke publik oleh Kepala BIN Syamsir Siregar. Disebutkan bahwa gerakan ini dicetuskan di Gedung Joeang, Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, tanggal 7 Januari 2007 lalu. Banyak tokoh yang hadir dalam acara yang bertajuk Kongres Rakyat Indonesia itu.
Komen: Semoga kali ini benar-benar muncul Pemimpin Revolusi di Indonesia. Yang kami maksudkan pemimpin yang berevolusi benar-benar karena Allah. Tapi kalau berevolusi sekedar untuk meraih kekuasaan, pastinya lebih banyak mudharat atau rugi daripada untung. Justru itu Dewan Revolusi itu harus terdiri dari orang-orang yang tidak terlibat dalam kekuasaan-kekuasaan sebelumnya. Kalaupun ada purnawirawan, mereka harus di uji sejauh mana ketaubatan mereka sebelum dilibatkan kedalamnya. Kalau tidak dapat jaminan lebih baik berdi dipinggir saja sambil memberikan dukungan sebagai pra pengujian lanjutannya. Untuk ini Sri Bintang Pamungkas dan Hariman Siregar layak untuk berdiri dibarisan depan. Tapi ingat kalian harus berjanji kepada Allah agar menawarkan referendum kepada komunitas manapun yang membutuhkannya untuk berpisah dengan kalian. Kalau tidak, kalian pasti akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama seperti yang pernah dilakukan dedongkot-dedongkot Indonesia di masa-masa yang silam, andaikata kalian berhasil menggulingkan penguasa yang dibeking DPR Pura-pura, hingga mereka meni'mati gaji tambahan setiap bulan dan tahunan. Lihatlah bagaimana menyebalkan sepakterjang penghuni gedung yang menamakan diri sebagai wakil rakyat itu. Sebahagian mereka berzina di gedung itu, demikian brenseknya mereka. Benarkah DR itu ada? Sekjen Kongres Rakyat Indonesia Nur Hidayat dan pemimpin dialog Yislam Alwani, membenarkan keberadaan kelompok ini. Seperti dikutip Detikcom, Yislam hari ini mengakui bahwa suasana dialog suasana sangat emosional. Wacana revolusi muncul secara spontan dari peserta dialog karena kecewa melihat segala upaya perbaikan nasib bangsa tidak ada yang berhasil. Komen: Itu sangat wajar mengingat demikian menyebalkan mereka yang terlibat dalam system Thaghut itu. Rakyat demikian menderita kelaparan tapi mereka waki gadongan itu berdaya upaya untuk memperoleh gaji yang menjejaskan negara. Maksud saya Penguasa berutang sama Bank dunia untuk dikorupsi hingga setiap bayi yang lahir terpikul utangnya sebanyak 7 juta masing-masing. Inilah yang namanya pengisap darah rakyat dengan membuat peraturan untuk legitimate nya. Ia menuturkan, Dialog Kongres Rakyat Indonesia dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan tema "Masihkah SBY-JK Bertahan di Tahun 2007". Sejumlah tokoh yang hadir adalah Jenderal (Purn) Tyasno Sudarto, Sri Bintang Pamungkas, tokoh Betawi Ridwan Saidi, eks Tentara Pelajar Ki Oetomo Darmadi, eks ketua Forkot Adian Napitupulu dan artis Ray Sahetapy. Panitia sekaligus fasilitator dialog adalah Nur Hidayat, Yislam Alwini, Gartono, Dion B Soebroto, Budi Santoso dan Zulkifli. Akan tetapi, menurut Zulkifli, Dewan Revolusi masih sebatas wacana. Struktur organisasi dewan ini pun sama sekali belum terbentuk. Namun dewan ini memiliki konsep yang jelas, yaitu mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat, karena selama ini masih berada di tangan elit partai. Cara yang dilakukan untuk mengembalikan kedaulatan rakyat adalah dengan mencalonkan kepala daerah dari non-partai. "Kalau yang seperti ini dihambat berarti rakyat hanya dijadikan sebagai komoditi." Semoga dewan Revolusi itu cepat mengatur strateginya dan semoga pula revolusi itu bukan revolusi gadongan seperti Reformasi Amin Rais yang kandas tak ada 'What next nya. Mereka hanya pandai menjebol tapi tak pandai membangun kembali. Mudah-mudahan Revolusi ini bukan sekedar namasaja tapi benar-benar untuk membela kaum dhuafa. Memang yang kami lihat baru sekedar nama saja "Dewan Revolusi" yang barangkali kerja kalian sebatras menghentikan SBY seperti menghentikan Habibi dulu yang lebih disebabkan karena beliau bukan orang Jawa. Tapi kalau kalian benar-benar berniat Ikhlas untuk melepaskan perbudakan, yaitu kaum dhuafa yang merintih di gubuk-gubuk reot dan ditempat-tempat kumuh, pastinya kalian berjuang bersama-sama kaum dhuafa hingga sebahagian kalian akan menemui kesyahidan, andaikata benar-benar berjuang untuk melenjapkan hukum thaghut yang senantiasa mendhalimi kaum dhuafa di Indonesia itu, untuk selanjutnya barulah Abubakar Basyir tepat untuk berfatwa. Sayangnya orang-orang seperti Abubakar Basyir selama ini salah "kamar" untuk berfatwa dan berjuang. Bagaimana masa depan gerakan ini? Pengamat politik dari UI Maswadi Rauf mengatakan bahwa meski menggunakan isu-isu kesejahteraan rakyat sekalipun, gerakan Dewan Revolusi tidak akan direspons masyarakat. Rakyat Indonesia dinilai takut terhadap istilah revolusi atau mencabut mandat. "Bagi para tokoh-tokoh tersebut, istilah itu biasa-biasa saja. Tapi bagi masyarakat ini berbahaya. Itu tidak bagus untuk pendidikan politik," imbuhnya. Benarkah rakyat pada umumnya takut terhadap istilah revolusi?. Benarkah berbahaya terhadap rakyat atau terhadap pihak yang bersekongkol dengan penguasa yang serakah. Perlu kita pertanyakan apakan pendidikan politik yang telah mereka selewengkan itu apakah sudah baik? Di sisi lain, Maswadi juga mengomentari tudingan Presiden SBY pada Minggu 14 Januari lalu. Saat itu SBY menuding ada kelompok-kelompok yang hanya bisa bicara dan berpangku tangan, tapi tidak menunjukkan kerja. Pernyataan ini sebagai jawaban atas kritikan berbagai pihak atas kinerja pemerintah. Reaksi tersebut dinilai oleh Maswadi tidak tepat, bahkan terkesan seperti debat kusir karena saling menuding kejelekan. Lalu apapula yang telah dibuat SBY. Bukankan isu pemberantasan kjorupsi hanya bicara saja, kalau tidak dikatakan bersandiwara? Itu Kontoro yang menyebalkan masyarakat Acheh - Sumatra suiapa yang memberi kesempatan untuk melahab uang tsunami? Mengapa itu buaya/ Biawak masih dibiarkan "melahab mayat" orang Acheh sampai hari ini? Lalu kenapa pula UUPA dibiarkan dalam bentuk penipuan sampai hari ini? Bukankah dengan demikian berarti pihak Eksekutif, Yudikatif dan Legislatif gadongan di Indonesia telah melestarikan sakit hati orang Acheh - Sumatra terhadap Indonesia? Bukankah dengan penetrapan UUPA Otonomi untuk Acheh sama dengan membiarkan kami orang Acheh selalu menghujat pihak Indonesia dan Jawa? Sampai kapan mereka berakhir kedudukannya sebagai basyar-basyar yang selalu merusak kemanusiaan sebagaimana kita saksikan juga di West Papua? Agung Laksono Kecam Pembentukan Dewan Revolusi Ketua DPR RI Agung Laksono mengecam pendirian Dewan Revolusi dan menganggapnya sebagai tindakan provokatif. Komen: Betapapun Dewan Revolusi itu jauh lebih baik daripada penguasa yang selalu menipu rakyat demi memperkaya diri Menurut isu yang beredar, dewan itu bertujuan melengserkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. Dewan itu diisukan berdiri sejak terjadi aksi peringatan peristiwa Malari yang digerakkan oleh Hariman Siregar dan kawan-kawan. Komen: Kalau Hariman Siregar ikut serta dalam Dewan Revolusi itu, pasti meyakinkan rakyat sebab Hariman Siregar sudah terkenal sejak peristiwa Malari. Apalagi Sri Bintang Pamungkas juga ikut serta dalam Revolusi yang akan beraksi itu. Agung Laksono di Jakarta Selasa kemarin menyesalkan pendirian dewan itu dengan mengatakan, "Yang penting sekarang kalau ada hal-hal yang ingin diperbaiki, dikritik dan sampaikan menurut saluran sebagaimana mestinya." Ketua DPR RI lantas mengingatkan bahwa dalam kondisi negara yang banyak menghadapi kesulitan, semua pihak semestinya saling membantu dan menghindari tindakan provokatif. Dia menuturkan, "Hendaknya tidak melakukan langkah yang membuat tindakan provokasi. Kalau ada kritik ya sampaikan sesuai dengan mekanisme yang ada." Sebelumnya Kepala Badan Intelijen Negara (KaBIN) Syamsir Siregar telah meminta klarifikasi mantan KSAD Jenderal Purnawirawan Tyasno Sudarto yang telah membentuk Dewan Revolusi. Komen: Kapan Indonesia itu yang tidak mengalami masa sulit, selama tujuan setiap penguasa untuk memperkaya keluarga dan kroni-kroninya. Kalau kritik yang disampaikan mereka sama saja seperti orang kentut di . . . . . .lembu atau babi. Ke Atas Lim Pidie <[EMAIL PROTECTED]> skrev: Korupsi adalah kejahatan luar biasa (extraordinary crime) sehingga harus ditangani secara luar biasa pula. (Opini website Aceh Institute Rabu 170107 > Perpu Pengadilan Tipikor > Oleh: Suharizal, S.H.,M.H | Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Andalas) Enter here http://www.acehinstitute.org Halim El Bambi Kepala Divisi Penerbitan & Webmaster Aceh Institute Aceh Institute: Jl Sultan Iskandar Muda No.SK III/12 Punge Blang Cut Banda Aceh 23234 Phone/Fax +62-651-41682, Phone2:+62-651-7400185 Email: [EMAIL PROTECTED] web: http://www.acehinstitute.org ____________________________________________________________________________________ It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
