Kalo mau tau siapa yg sebenarnya nyuri surban wali tanya saja Matnu Juli
Ibnu Sakdan Abubakar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Heee...heee....
Curi mencuri dalam dunia politik biasa itu bung...!
Sama seperti kasus Suharto yang menipu rakyat Indonesia 30 tahun tak ada yang
tahu, apa yang sebenarnya terjadi di tahun ' 65
Yusuf Daud <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Jadi menurut Tgk Abdul Wahab, Malik-Zaini itu "mafia pencuri surban wali"?
Gunong halimon <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
http://www.sirareferendum.org/indexa.php?mod=article&cat=wawancara
Teungku Abdul Wahab Kreung Seumideun: Tokoh GAM Tua di Pidie
Minggu, 28/01/2007, 11:38pm (GMT+7)
Politik Datang Sendiri ke Aceh
TANDA tangan komitmen Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) damai ke delapan
kandidat Gubernur Aceh telah dibubuhkan di atas prasasti hitam, pada 8 Nopember
2006, di pelataran Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Prasasti itu merupakan
bukti kesiapan calon pemimpin Aceh memainkan politik bersihnya.
Di permukaan prasasti seberat 25 kilogram itu, yang telah terpatri paraf
kandidat sebagai simbol kesungguhan, tekad, pengorbanan, bahkan keikhlasannya
menerima kekalahan. Apalagi kemenangan. Para konstestan berjanji siapa menang
dan siap kalah, serta berpolitik secara santun dalam memenangi pertarungan
menjadi yang terbaik di Aceh.
Memang, kenyataannya ke tujuh kandidat sudah siap menang atau kalah masuk
tong secara fair. Dan, merelakan satu di antara mereka menjadi Penguasa Tunggal
sebagai pemegang Pemerintahan Aceh ke depan.
Masalahnya, siapkah para Simpatisan dan bondon (simpatisan ortodok dan
radikal) kampung menerima kekalahan jagoaan mereka? Bagaimana pula peluang
rekonsiliasi GAM, khususnya GAM Pidie yang telanjur membangkang Mualim (sebutan
untuk Muzakkir Manaf, Ketua KPA)?
Menjelang kompetisi partai lokal 2009, akankah segelintir GAM pendukung
Partai Persatuan Pembangunan (PPP), melawan Mualim untuk kedua kalinya? Seperti
aksi boikot hadir ke KPA Pusat dari GAM Pidie pada saat Mualim mengundang para
Panglima Wilayah seluruh Aceh, ke kantor mantan pejuang Aceh, yang beralamat di
Lamdingin Banda Aceh itu.
Pada saat itu, Panglima Pidie, Tgk Sarjani, tidak datang ke Banda Aceh guna
mencabut dukungan kepada partai nasional yang ditunggangi H20. Masihkah GAM
Pidie bermesraan dengan PPP? Untuk lebih jelasnya, simaklah wawancara eksclusif
tokoh GAM yang paling berpengaruh di jajarannya.
Dia adalah Teungku Abdul Wahab Kreung Seumideun, salah satu di antara
angkatan 76 yang tak pernah meninggalkan ideologi Aceh yang telah ditatar
Indatu sejak dulu kala.
Pada Abu Wahab pula lah, Perdana Menteri Malik Mahmud dan menteri-menteri
lainnya, banyak bertandang dan minta petunjuk atas langkah politik keliru yang
kepalang ditempuh para elit, beberapa waktu lalu. Berikut petikan wawancara
Teuku Fahmi dari Tabloid SUWA dengan Teungku Abu Wahab:
SUWA (S): Bagaimanakah sikap GAM Pidie dalam menyingkapi kemenangan
Irwandi-Nazar?
Abu Wahab(AW): Kita wajib bersyukur atas campur tangan Allah, dalam
memenangkan Irwandi-Nazar. Seluruh rakyat di sini berdoa bagi kemenangan
pasangan ini. Pada pasangan ini pulalah kita gantungkan harapan menyatukan
jantung hati rakyat Aceh yang tercabik puluhan tahun lamanya. Karena sikap
mafia politik yang merasa dirugikan bila kapal Aceh berlabuh.
(S): Mengapa mafia itu berhasil bermain di Pidie ?
(AW): Mereka mencuri surban Yang Mulya (Wali Neugara Aceh Hasan Tiro) dan
memakainya lalu menari di atas penderitaan rakyat, di atas air mata dan darah
segar yang sampai kini masih menempel di dedaunan belantara Aceh. Di atas
tulang kerangka tubuh syuhada (pejuang yang mati syahid) yang masih berserakan
di penjuru bumi ini. Secara keseluruhan, mereka gagal total. Mereka hanya mampu
menghamburkan uang. Salah satu aksi itu dilakukan saat di Losmen Daka. Saya
sendiri diberi Rp500 ribu waktu itu. (Soal pemberian dana itu diakui sejumlah
ulama yang diundang oleh H2O ke Wisma Daka, malah ada ulama yang hanya
mendapatkan 300 ribu rupiah, padahal seharusnya 500 ribu, entah siapa yang
memotongnya-red)
(S): Bagaimana caranya supaya rakyat Aceh rela memaafkan dosa politik mafia
itu?
(AW): Tak semudah membalik telapak tangan. Sebab, perjuangan ini telanjur
berdarah-darah. Sebenarnya mafia telah bermain lama di dalam konflik Aceh. Yang
berani bicara langsung ditembak saja. Bagi mafia, nyawa insan tak berarti.
Artinya, sikap beginilah yang telah melahirkan Majelis Pemerintahan (MP) GAM
murni yang dipecat oleh pencuri surban Wali. Wali sendiri tak pernah memecat
siapapun, saya tahu karakter Wali.
(S): Berapa banyak mafia perjuangan yang Abu maksud?
(AW): Untuk tingkat pusat hanya lima orang saja. Di Pidie, jumlahnya dapat
dihitung jari. Mereka merupakan satu keluarga pembusuk. Orang Pidie tahu
tentang hal ini karena ini rahasia umum. Ini seperti penyakit kusta tulang
kronis. Kalau kita mau tubuh selamat harus rela diamputasi. Maka selamatlah
perjuangan Aceh. Sekarang kita baru tiba di terminal persinggahan, tapi ada
yang berusaha mengaburkan pandangan Meuntroe (Menteri) Malik seolah kita sudah
sampai ke tujuan.
(S): Bukankah konsilidasi dibutuhkan agar GAM tak pecah dalam partai lokal
nanti?
(AW): GAM tak pernah pecah di seluruh Aceh. Hanya geraknya terhalang-halangi
oleh kelompok yang peu bace-bace droe, padahai euntoekBagai kucing berlagak
singa. Tapi, GAM bersih tetap setia dan mendukung penuh Teungku Irwandi dan
Muhammad Nazar. Contohnya: Yang Mulia Teungku Bahtiar Abdullah. Dia
satu-satunya diplomat ulung yang disegani oleh kawan serta ditakuti oleh
lawan. Bagi saya, dia figur tokoh internasional Aceh.
SW: Akankah pencuri surban Wali mengganggu GAM pada partai lokal kelak?
AW: Sekarang bukan masanya lagi ganggu-mengganggu. Sekarang masanya segala
amalan hitam pencuri surban Wali akan dinyatakan oleh Allah SWT. Mereka akan
kembali dikalahkan, jika tau mau mengubah tabiatnya.
(S): Bisa Abu sebutkan contohnya?
(AW): Lihatlah satu-persatu borok mereka mulai tercium dan terungkap
kebusukannya. Pada mata insan yang terzalimi, akan diperlihatkan Allah
kehancuran pencuri surban Wali. Sesungguhnya, Allah Maha Tau. Hanya ada dua
pemimpin di dunia: pemimpin baik dan pemimpin buruk. Pemimpin baik penerus
risalah perjuangan Rasulullah... sedangkan pemimpin buruk itu pengikut syaitan
nirrajim. Para pemimpin baik, memusyawarahkan segala kebijakan. Setelah ada
kesepahaman, barulah perintah dijalankan. Sementara pemimpin buruk sebaliknya.
(S): Contohnya Abu?
(AW): Alkisah, Rasulullah selalu memusyawarahkan setiap perintah Allah yang
diwahyukan kepada-Nya. Padahal, perintah Allah tidak pernah salah. Tetapi, bagi
Rasulullah, tetap lebih dahulu menyampaikan kepada para sahabat. Setelah
mendapat persetujan sahabat itu, barulah Firman Allah swt dilaksanakan.
Tidakkah kita memetik hikmah dari suri tauladan kehidupan Rasulullah?
Sedangkan bagi pemimimpin buruk, perintah didahulukan. Kalau tidak berhasil
jangan pulang, begitu kata pencuri surban Wali kepada pengikutnya. Karena
itu, kita bisa mengambil ihktibar. Mengapa MP tercetus. Padahal, Dawod Paneuk
Cs, orang yang sangat berjasa. Tetapi karena bukan dokter, makanya dia kalah
saing dengan pencuri surban Wali.
(S): Paham apa yang dibawa pencuri surban Wali?
AW: Mereka mengajar sekolah bodoh (cara agar rakyat bodoh) dengan segala
kepintarannya. Sedangkan rakyat Aceh seperti kami tidak pernah belajar politik.
(S): Jadi, siapakah guru politik rakyat Aceh?
(AW): Justru politik itu sendiri yang datang ke Aceh, mengajari kami selama
30 tahun lebih, tentang bagaimana menyikapi, mendalami suatu ikhwal juga
mengajari bagaimana cara memanfaatkan keadaan yang menguntungkan perjuangan
secara umum. Bahkan, politik pula yang mengenalkan kepada kita siapa dan di
mana keberadaan cucu-cucu pahlawan, sekaligus mengenalkan kepada kita siapa dan
di mana keberadaan cucu-cucu panglima tibong, panglima tibang, pangbayak,
dan pang-peng lainnya.
(S): Kalau satu turunan, mengapa namanya berubah-ubah?
(AW): Lain zaman lain pula nama kuru (kaum, keturunan). Sedangkan garis
keturunannya tetap satu. Ada benang merahnya. lagei-pleik meunan minyeuk,
bulaku yah meunan keuh aneuk. Aneuk ramideun han mungken caei, aneuk mei han
mungkein singaseperti taik kelapa (fatarana) begitu pula kualitas minyaknya.
Bagaimana ayah seperti itu pula anaknya. Anak laba-laba tak mungkin menjadi
karantula. Anak kucing tak mungkin jadi singa.
(S): Dari mana asal muasal cuak dan bagaimana mengenali garis keturunannya,
sekaligus menghilangkan mereka dari peta politik Aceh?
(AW): Kalau kalangan ulama menyebut Teungku Tibong dengan istilah Paidari
kata dasar arabnya Fai; faa; faiya, yang berarti budak atau orang upahan.
Pada masa konflik kita menyebut cuak (cuwak/si ba kafemata-mata kaum kafir.
Mengenai ciri-ciri mereka, ya tampak dari peranguiperangai mereka selalu
mencari keuntungan pribadi.
(S): Tetapi bukankah berjuang agar kita tak dirugikan?
(AW): Benar. Namun, bukan pribadi pejuang yang harus diuntungkan! Karena
pahlawan sudah siap menderita di dunia. Hanya di akhiratlah tempat menikmati
hidup yang sebenarnya.
(S): Bagaimana pun, tidakkah politik GAM ke depan memerlukan rujukan?
(AW): Ya. Rujukan hanya dengan orang kita saja yang sempat
meuseureukterperosoksecara tidak sengaja ke dalam lembah hitam itu. Jangan
ragu perpecahan terhadap sesama GAM. Ini tak mungkin terjadi karena kesamaan
visi-misi, juga karena pengalaman perang banyak menyisakan kenangan manis
sekaligus pahit. Kenangan itu menjadi helai-helaian urat kecil perajut jantung
hati bangsa Aceh. Selalu untuk selamanya. Insyaallah.
(S): Berarti GAM tidak pecah?
(AW): Tidak!
(S): Jadi yang pecah itu siapa?
(AW): Ya...itu. pencuri surban Wali berjibaku sesama pencuri surban Wali.
Bagi kita belum membutuhkan orang-orang sesat yang menyesatkan. Apa bisa
diharapkan dari pencuri surban Wali? Rekonsilidasi pun belum dibutuhkan oleh
mereka.
(S): Ini, kan, masa damai. Bukankah kita harus damai dengan semua?
(AW): Ada sejarah damai, tetapi hanya dengan musuh. Dengan agen penggerak
musuh tidak atau belum dibutuhkan rujukan, apa lagi kita harus
menyembah-sembah. Sedangkan jumlah mereka sangat sedikit. Malah, kata orang,
jumlahnya tidak sampai 0.001% di banding milisi. Apa lagi GAM. Di muka bumi
mana punya sejarah berharmonis ria dengan awak koh tuteuorang yang memotong
jembatan. Ada dua tugas penting bagi mereka yaitu mempertanggungjawabkan
amalannya dengan ratusan ribu korban tak berdosa di seluruh penjuru dunia. Juga
harus bertanggung jawab di hadapan Allah swt di akhirat kelak. Jadi, itu lebih
penting dan mendesak untuk ia segerakan.
Demikianlah luka dihujamkan oknum paima kaibeut (ketika ditanya maksud paima
kaibeut, Abdul Wahab hanya tersenyum) tepat di pusara maaf tetua GAM Pidie.
Sehingga mengeluarkan sebuah pernyataan maaf pun terasa kesat di jakun ribuan
GAM Pidie. Allahu alam bissawab... Semoga keampunan Allah dilimpahkan bagi
mereka. Amien.
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.
---------------------------------
Stava rätt! Stava lätt! Yahoo! Mails stavkontroll tar hand om
tryckfelen och mycket mer! Få den på http://se.mail.yahoo.com
---------------------------------
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives. Check it out.
Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com