Senin, 19 Februari 2007 *Dua Casis Bintara Positif HIV*
JAYAPURA-Proses seleksi penerimaan calon siswa Bintara Polri Gelombang Pertama Tahun Anggaran 2007, nampaknya benar-benar dilakukan secara teliti dan ketat, khususnya pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh. Dari tes pemeriksaan kesehatan itu, hasilnya sangat mengejutkan, dimana dua calon siswa ditemukan positif HIV dan lima orang lainnya menyuntik penisnya dengan silicon. Hal itu seperti terungkap dalam acara jumpa pers Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Tommy Trider Jacobus terkait proses seleksi penerimaan Bintara Polri Gelombang I Tahun Anggaran 2007 di Mapolda Papua, Jumat (16/2), pekan kemarin. Lebih lanjut terkait pemeriksaan kesehatan ini, Kabid Dokes Polda Papua, Rusdianto, menjelaskan, dalam tes kesehatan ini ada 971 peserta yang mengikutinya, dimana yang memenuhi syarat sebanyak 680 peserta. "Dalam pemeriksaan kesehatan ini sesuai dengan standar nasional. Setiap peserta juga diperiksa secara komprehensif, baik secara fisik maupun secara laboratories. Dari hasil pemeriksaan itu, yang gugur karena positif HIV sebanyak 2 orang," paparnya. Selain itu, penyakit lain yang mendominasi penyebab gugurnya peserta tes kesehatan ini antara lain, yang gugur karena menderita penyakit hepatitis sebanyak 51 orang, karena penyakit jantung 40 orang, buta warna 33 orang, bocor gendang telinga 36 orang, TBC 20 orang dan banyak penyakit lainnya. "Termasuk peserta yang cacat fisik juga dianggap tidak memenuhi syarat. Dimana peserta yang cacat fisik ini sebanyak 4 orang. Termasuk pula yang penisnya disuntik silicon juga kita nyatakan tidak memenuhi syarat. Untuk peserta yang penisnya disuntik silicon sebanyak 5 orang," tuturnya. Saat ditanya soal asal peserta yang positif HIV itu, pihaknya menjelaskan, kebetulan peserta tersebut dari luar Jayapura, yaitu satu dari Nabire dan satu lagi dari Yapen Waropen. "Keduanya dari luar daerah dan kami sudah menghubungi pemerintah daerah setempat agar menindaklanjuti kedua orang ini," kata Kabid Dokes. Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Tommy Trider Jacobus menegaskan, masalah kesehatan adalah hal yang sangat penting, sehingga bagi masyarakat yang hendak mendaftar seleksi penerimaan Bintara Polri, harus memperhatikan masalah kesehatannya. Terkait proses seleksi penerimaan bintara ini, pihaknya sudah mengimplementasikan proses pengawasan, baik dari internal Polri maupun dari eksternal Polri. Misalnya dengan melibatkan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua, LSM dan juga dipantau oleh wartawan. 'Ini semua supaya dalam proses seleksi penerimaan ini berjalan dengan transparan dan akuntabel," ujarnya. Dijelaskan, sejak dibuka pendaftaran, 1 hingga Desember 2006, animo masyarakat cukup tinggi. Dimana yang mendaftar untuk seluruh wilayah hukum Polda Papua mencapai 3026 orang dan yang memenuhi syarat sebanyak 2113. Dari jumlah ini, setelah pemeriksaan adminstrasi awal, yang dinyatakan memenuhi syarat tinggal 1977 peserta. Kemudian setelah dilakukan tes psikologi, yang memenuhi syarat sebanyak 1.368 peserta. Pada tahapan berikutnya tes akademik, dari 1.368 peserta, yang dinyatakan memenuhi syarat tinggal 971, dimana pria sebanyak 911 orang dan wanita 60 orang. Dari 971 peserta itu kemudian ikut tes kesehatan dan yang memenuhi syarat sebanyak 680. Setelah itu, yang memenuhi syarat ini ikut tes jasmani dan yang tersisa sebanyak 625 peserta. "Selanjutnya dilakukan pemeriksaan administrasi akhir dan memenuhi syarat sebanyak 612 peserta. Dari peserta ini diseleksi lagi hingga saat ini masih tersisa 313 peserta, yang terdiri 293 pria dan 20 wanita. Dari peserta yang tersisa ini akan diseleksi lagi melalui Pantauan Akhir (Pantaukhir), karena kuota yang tersedia sebanyak 250 orang, untuk pria sebanyak 244 orang dan wanita 6 orang," jelasnya. Ditegaskan, para seleksi kali ini, prosentase untuk putra daerah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kalau tahun lalu, prosentase untuk Putra Daerah dan Putra Daerah Campuran (salah satu orang tuanya pendatang) alokasinya hanya 32 %. Namun untuk tahun ini, alokasi untuk Putra Daerah dan Putra Daerah Campuran sebanyak 65%. Saat ditanya soal criteria dalam seleksi Pantaukhir ini, Kapolda menjelaskan, beberapa hal yang akan diperiksa secara lebih mendetail lagi. Antara lain mengenai simetris dan perimbangan berat dengan tinggi badan, keseimbangan gerak kaki dan tangan, serta beberapa kriteria lain. Misalnya soal prestasi di bidang lain yang dimiliki peserta. Pada kesempatan itu, Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Drs. Max Donald Aer menjelaskan, "Dalam Pantaukhir ini, kita juga tentukan dari hasil dialog dengan peserta. Tidak hanya prestasi, tetapi kelancaran dalam menjawab pertanyaan dan kecerdasan juga menjadi penilaian tersendiri. Jadi yang melakukan Pantaukhir ini ada tim tersendiri dan dari situ nilainya dikumpulkan dan akan dirangking dari nilai tertinggi. Yang nilainya berada di bawah berarti mereka itu yang nantinya tidak lulus," ucap Wakapolda. Selain itu, pihaknya juga menjelaskan bahwa kedepan pihak Polda Papua akan merekrut 1.250 orang Putra Papua untuk dididik menjadi Bintara Polri. "Ini sedang dalam proses penggodokan dan sudah ada respon baik dari Pemda Provinsi Papua serta Mabes Polri untuk rencana ini," tuturnya. Kemudian ketika ditanya soal jaminan bahwa proses penerimaan Bintara ini benar-benar bersih dari suap menyuap dan sebagainya, Kapolda menyatakan, hingga saat ini belum ada kasus suap. "Kita ingin proses ini bersih dan transparan, karena itu kita melibatkan pengawas, baik dari luar maupun dari dalam sendiri. Kalau ada yang menyuap dan anggota saya menerima suap, maka laporkan saja. Saya akan tindak yang bersangkutan sesuai ketentuan yang berlaku," tandas Tommy. Sementara, Ketua Tim Supervisi dari Mabes Polri, Kombes Pol. Drs. F.J.J Mirah menyatakan, penerimaan Polri tahun ini lebih transparan, sebagaimana yang menjadi tuntutan masyarakat. "Rekan-rekan (LSM dan wartawan,red) juga bisa memonitor dari awal rekrutmen hingga seleksi. Polri ingin dikritisi dan diawasi, tapi jangan diintervensi," ujarnya. Sekedar diketahui, dalam acara yang dihadiri wartawan media cetak dan elektronik ini, Karo Pers Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Victor Simanjuntak, Kabidhumas Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Kartono Wangsadisastra, dan para pejabat Polda lainnya, serta utusan dari Dinas P&P Provinsi Papua juga ikut dalam konferensi pers ini. (fud) ____________ Stres cari dana untuk usaha, biaya studi, biaya gerakan dll ? Ini Solusinya! Cuma dengan Modal Rp. 25.000. Klik disini : http://arisan-10.dollarfactory.biz/?id=5632
