DPP PDRM <[EMAIL PROTECTED]> skrev
  Rekan-rekan milist yang meutuwah,
   
  Perlu saya informasikan bahwa Tirai 01 adalah Thamrin Ananda yang telah 
menuduh saya untuk menutupi kemunafikannya yang telah menjual rakyat. Email 
Tirai01 itu dibuat bersama saya ketika masih berada di Jakarta pada saat 
Darurat Militer.
   
  Saya kenal betul pribadi Thamrin Ananda itu dan saya juga akan membuat 
perhitungan dengannya. 
   
   
  Zamzami 

DPP PDRM <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
            Peserta milist yang terhormat,
   
  Sebelumnya saya ingin menceritakan prihal tentang tuduhan yang dialamatkan 
kepada rekan Zamzami. Sebenarnya adalah berawal dari perdebatan dan perbedaan 
politik antara rekan Zamzami secara personal dengan elite-elite di PRA pada 
bulan Maret 2006.
   
  Zamzami ketika itu masih menjabat selaku Jubirpol KP-PRA yang dipilih dalam 
kongres FPDRA. Namun dia tidak setuju dengan rencana pendeklarasian Partai 
Rakyat Aceh sebelum disahkannya UUPA, kemudian Zamzami juga tidak sepakat jika 
PRA hanyalah sekumpulan anak-anak muda yang punya obsesi berkuasa karena 
menurutnya PRA harus menjadi Partai bersama elemen demokratik Aceh dengan GAM. 
   
  Zamzami bahkan memberikan hipotesa ketika itu bahwa pendeklarasian PRA 
sebelum disahkannya UUPA dan keluarnya Perpu tentang Parlok, maka situasi 
tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak intelejen Indonesia untuk menggagalkan 
UUPA versi rakyat Aceh. Bahkan ketika itu Zamzami mengatakan tidak mau 
mengambil resiko politik yang akan berdampak buruk bagi rakyat Aceh. Berawal 
dari itu jualah maka Zamzami mengundurkan diri dari KP-PRA dan ketika itu 
elite-elite PRA di Banda Aceh langsung menuduhnya sebagai pengkhianat. Padahal 
elite-elite PRA itulah yang telah berkhianat kepada rakyat Aceh. Katanya 
berjuang untuk rakyat Aceh namun faktanya adalah menjual rakyat kepada Jakarta 
hanya untuk kepentingan pribadi dan golongannya. Apalagi dalam kenyataannya 
elite-elite PRA tersebut sering menjelek- jelekkan GAM dan memfitnah saudara 
Kautsar mantan ketua FPDRA juga dengan tuduhan Pengkhianat. Hal itu juga yang 
membuat Zamzami tidak senang bersama mereka. Apalagi sebagian besar anggota PDRM
 yang diorganisir oleh Zamzami pada masa konflik juga adalah anggota GAM.
   
  Pasca kejadian itu, para elite PRA langsung melokalisir konflik politik ke 
dalam tubuh PDRM dengan cara mengorganisir beberapa anggota PDRM untuk 
menjatuhkan kepemimpinan kawan Zamzami. Rapat-rapat gelappun diciptakan dan 
diikuti oleh beberapa anggota PDRM yang sudah terprovokasi. Memang kami 
menyadari sangat mudah memprovokasi anggota PDRM karena sebagian besar 
diantaranya belum memiliki kesadaran yang sangat politis dan itu harus 
dimaklumi karena mereka bukan berasal dari mahasiswa tetapi semuanya adalah 
pedagang kaki lima.
   
  Secara dejure dan defacto PDRM dibangun oleh kawan Zamzami ketika Aceh masih 
berada dalam situasi konflik. Pasca tsunami Zamzami beserta beberapa rekan 
pedagang membuat akte notaris, NPWP dan rekening lembaga atas nama Persatuan 
Demokrasi Rakyat Miskin dan telah beberapa kali menjalin kerjasama dengan INGO 
untuk membangun insfra struktur organisasi. Dari itulah Zamzami dapat 
memberikan kegiatan kepada anggotanya dan bahkan saat itu rata-rata anggota 
mendapatkan penghasilan di atas petani-petani di desa. Bahkan Zamzami berhasil 
memberikan modal usaha kepada anggotanya termasuk saya. Pengorbanan kawan 
Zamzami begitu besar dalam membangun organisasi dan menjaga anggota-anggotanya 
termasuk mengurus keberangkatan rekan Nasir Usman (mantan ketua PDRM Banda 
Aceh) ke Denmark untuk mendapatkan suaka politik pada saat darurat sipil di 
Aceh. 
   
  Namun sangat disayangkan ada juga dari anggota yang membelot terprovokasi 
oleh elite-elite PRA dengan iming-iming manisnya. Sehingga beberapa anggota 
PDRM berhasil direkrut menjadi pengurus PRA Banda Aceh, Pidie, Bireun dan Aceh 
Tengah.
   
  Tuduhan bahwa Zamzami adalah maling sama sekali tidak benar alias BOHONG 
besar. Bagi mereka yang telah menuduh kawan Zamzami sebagai maling maka harus 
mampu mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum positif maupun massa. 
Saya harap juga kepada orang yang menuduh kawan Zamzami tersebut agar Gentlemen 
menunjukkan identitasnya dengan lengkap. Jangan selalu menjadi Pengecut yang 
berani bersembunyi di balik layar KEPALSUAN.
   
  Saya sangat mengenal pribadi rekan Zamzami, mengenai sikap yang akan 
diambilnya kepada pihak penuduh, saya fikir kawan Zamzami bisa bertindak 
sendiri dan pasti kami semua akan tunduk dibawah komandonya.
   
  Semoga Allah dapat memberikan petunjuk kepada orang-orang yang telah menuduh 
rekan Zamzami agar segera bertaubat nashuha. 
   
  Billahi taufiq.
   
  JUNAIDI
  Bendahara DPP-PDRM
   
   
   
   
    
---------------------------------
  Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.   

         



                                
---------------------------------

Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass 
http://no.mail.yahoo.com

Kirim email ke