http://www.freeacheh.info/               document.title += " : Respon";   
Respon kami:        
Salam,
 
Yth: Bapak Irwandi Yusuf, para khalayak dan Media
 
Sehubungan dengan respon dari  Bapak Irwandi Yusuf alias Bapak Hinokaru 
Hokagata representative GAM di AMM,  dan Ahmad Sudirman,  maka sekretariat 
Komite Persiapan Acheh Merdeka Demokratik perlu memberi penjelasan lebih rinci 
atas soalan-soalan yang ditujukan oleh kedua pihak tersebut, kami tegaskan pula 
bahwa respon ini tidak hanya kami tujukan kepada kedua pihak tersebut, tetapi 
kesempatan ini kami gunakan untuk memberi penjelasan kepada semua pihak. Untuk 
lebih jelas tentang posisi komite dan hal-hal menyangkut pendirian komite, akan 
kami jelaskan dalam pernyataan press yang akan kami keluarkan dalam waktu 
dekat.   
            
Khususnya kepada Bapak Irwandi, sekiranya anda membaca dengan teliti isi 
daripada pernyataan Komite Persiapan Aceh Merdeka Demokratik, anda akan 
mengerti bahwa Komité tersebut merupakan sebuah komite persiapan (preparatory 
committee) sebelum tiba waktunya untuk membuat sebuah deklarasi yang lebih 
efektif yang kemungkinan besar, seperti yang anda usulkan, akan dinyatakan di 
depan Mesjid Raya Baiturrahman, Blang Padang atau tempat-tempat lain di Acheh 
yang kami anggap penting, Insya Allah.
           
"Segelintir" adalah kata-kata yang selalu digunakan oleh penjajah RI untuk 
mendiskreditkan Acheh Merdeka seperti GPK, GPLHT, dan lain-lain, tetapi lumrah 
terjadi, karena kerja-kerja besar dan hasil yang besar selalu dimulai oleh 
"segelintir" manusia. Bukankah  semua revolusi besar, termasuk Revolusi AM, 
dimulai oleh se atau dua "gelintir" saja?
            
Perlu anda ketahui juga bahwa kami bukan "ketinggalan kereta", tetapi kami 
adalah penumpang, mekanik dan perangkat-perangkat yang memiliki fungsi sama 
dengan saudara-saudara sebelum MoU,  yang terpaksa melompat keluar ketika kami 
lihat "kereta api" yang sama-sama kita tumpangi itu sudah keluar dari rel 
menuju kemerdekaan dan terhempas ke dalam jurang NKRI. Ada juga sebagian dari 
kami yang menunggu kereta lain yang aman untuk ditumpangi dan membawa para 
penumpang ke tujuan kemerdekaan, karena mereka sudah memperkirakan sejak 
lokomatif GAM yang dulunya berjalan dengan pasti di tangan pengemudi 
professional DR. Hasan Di Tiro, menjadi kehilangan keseimbangan dan keluar dari 
rel kemerdekaan di tangan pengemudi amatir dan tidak berlesen Bapak Malik 
Mahmud. 
            
Untuk menjelaskan sebab-sebab kecelakaan tersebut tentu membutuhkan suatu 
penjelasan yang panjang, tetapi beberapa diantaranya adalah disebabkan oleh 
kurangnya perawatan oleh mekanik yang mengerti tugasnya, tidak memiliki 
suspensi demokrasi yang berfungsi menjaga kestabilan, juga para pekerja yang 
bertugas menganalisa trafik tidak mampu membaca kondisi rel, di samping 
kemampuan si pengemudi sendiri yang meskipun dalam kondisi mengantuk, lelah dan 
tidak mampu tetapi bersikeras untuk mengemudi.  
            
Sekarang kami sudah menyiapkan "kereta express" dengan system suspensi 
demokrasi yang stabil, dan memenuhi standar keselamatan internasional untuk 
ditumpangi yang sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan dalam 
Proklamasi Acheh Merdeka 4 Desember 1976. Lebih menguntungkan lagi dimana rel 
ke tujuan sudah bersih dari gerbong kereta GAM di bawah kendali Bapak Malik 
Mahmud yang tidak terawat, berjalan lamban dan mengeluarkan asap tebal yang 
menggangu penglihatan kereta di belakangnya dan berefek negative terhadap 
lingkungan hidup. Kini setelah kereta itu terhempas ke jurang NKRI, laju kereta 
kami nantinya akan tidak terhalang dan kami tidak perlu lagi takut sekiranya 
kereta tua itu terlanggar dari belakang dengan perhitungan akan mencederai 
penumpang di dalamnya. Oleh sebab itu kami mendirikan Komite ini yang bertugas 
untuk menyeleksi pengemudi kereta kami, merekrut perangkat kerjanya, memberi 
training untuk mengoperasikan piranti keras dan lunak, lantas kesemuanya
 akan disatukan ke dalam suatu teamwork "kereta express" kami yang menghala ke 
tujuan kemerdekaan.        
 
***
Demikian pula atas respon dari Ahmad Sudirman walaupun ia mengakui telah 
"mempelajari" dan mendalami isi deklarasi Komite Persiapan Acheh Merdeka 
Demokratik, namun kelihatannya ia telah gagal dalam menganalisa, di samping 
karena kelemahan pemahamannya dalam ilmu politik, ketatanegaraan dan tata 
bahasa, juga menurut tulisan saudara Yusra Habib tentang anda beberapa waktu 
lalu, dimana disebutkan ianya adalah seorang "muallaf" dalam soal Acheh. Jadi 
belum sepenuhnya mengerti apa makna dari Preparatory Committee dan apa tujuan 
dari deklarasi tersebut.
            
Preparatory Committte adalah suatu badan persiapan, perencanaan, pematangan 
untuk melaksanakan sesuatu yang amat penting dimasa yang akan datang. Sedangkan 
deklarasi berfungsi sebagai pengumuman untuk memberitahukan bahwa kami telah 
sepakat untuk melakukan sesuatu di masa yang akan datang.
            
Ia masih meraba-raba atau tidak mengerti sama sekali bagaimana berdiri dan 
berfungsinya komité yang untuk sekarang ini diwakili oleh 25 orang, sehingga 
secara berulang anda mengatakan bahwa komité tersebut "dimotori oleh saudara 
Yusuf Daud".
            
Disini perlu dijelaskan bahwa Komite Acheh Merdeka Demokratik lahir atas 
musyawarah semua komponen dan pejuang bangsa Acheh di Acheh dan perantauan dan 
tidak dimotori oleh sesiapa. Semua keputusan penting diambil secara demokrasi 
dan bijaksana. Kami memberi peluang bagi semua komponen bangsa Acheh untuk 
bergabung dan menjadi bagian dari Komite ini dan jumlah anggota komite adalah 
berdasarkan kebutuhan dan sekiranya proses ini sudah matang, maka pemerintahan 
akan dibentuk. Dalam proses perekrutan, pihak sekretariat komite akan 
mengajukan nama-nama calon anggota yang diterima ke dalam forum untuk disetujui 
oleh para anggota komite. Sayangnya, sebagai seorang non Acheh, anda tidak 
mempunyai kriteria yang cukup untuk menjadi bagian dari Komite ini, apalagi 
kami tidak melihat konstribusi positive anda untuk bangsa kami yang dapat kami 
jadikan sebagai bahan pertimbangan, namun kami persilahkan anda dan pihak 
manapun dalam kapasiti sebagai observer untuk melihat langsung bagaimana
 sistem demokrasi yang kami jalankan di dalam pertemuan kami nanti. 
            
Sebagai suatu wadah yang berusaha mempersatukan semua komponen bangsa Acheh 
untuk suatu kekuatan perjuangan di masa mendatang, maka kami tidak 
mempermasalahkan concern politik personal anggota komite di masa lalu kecuali 
mereka yang terlibat kriminal atau kejahatan terhadap kemanusiaan (crime 
against humanity). Yusuf Daud yang  ia garis bawahi itu tidak lebih dari 
seorang anggota komite biasa, dengan segala kelebihan dan kekurangannya dia 
adalah salah satu kekuatan dari bangsa Acheh. Jadi dari 25 anggota tersebut 
tidak ada yang di istimewakan, setiap anggota punya satu suara dan beresaskan 
kepemimpinan kolektif.
            
Anda juga berusaha menegakkan benang basah dengan menghubungkan antara MoU 
dengan Komite. Di sini kami tegaskan bahwa kami tidak mempunyai keterkaitan 
hukum dengan MoU tersebut, karena kami secara nyata adalah tidak terlibat dan 
tidak setuju dengan proses dan isi MoU tersebut yang telah jelas kami cantumkan 
dalam deklarasi. Demikian juga halnya dengan bangsa dan rakyat Acheh lainnya, 
selain kelompok Bapak Malik Mahmud, adalah tidak terkait dan atau mengikat 
dengan MoU, oleh sebab itu tidak kehilangan hak mereka untuk melanjutkan 
perjuangan kemerdekaan. Karena MoU tersebut hanya ditandatangani oleh dua 
institusi yakni perwakilan Indonesia dan wakil GAM yang keduanya 
merepresentasikan institusinya masing-masing, dan jelas GAM tidak bertindak 
dalam hal ini untuk dan atasnama Rakyat atau Bangsa Acheh, maka segala 
konsekuensi dari MoU tersebut hanya mengikat kedua pihak yang menandatanganinya.
            
Terima kasih juga atas analisa saudara perihal asas legitimasi, global security 
issue dan hukum-hukum internasional, Komite kami sangat concern dalam masalah 
ini dan kita mempunyai penasehat-penasehat ahli dalam hal ketatanegaraan, 
demokrasi, diplomasi dan hukum-hukum international yang selalu siap untuk 
melakukan advokasi berkaitan dengan hal-hal tersebut. Di samping kami menyadari 
sepenuhnya bahwa apa yang kami lakukan adalah dapat dipertanggungjawabkan di 
tataran internasional sekalipun, karena tujuan kami seiring dengan kebijakan 
luar negeri pemerintahan George W. Bush yakni " to spread freedom and democracy 
in the world".    
 
Demikian, terima kasih.
 
New York, 16 January 2006
signed
Eddy L. Suheri
Juru Bicara Komite 

 
---------------------------------
Expecting? Get great news right away with email Auto-Check.
Try the Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke