SETIAP HARI ADALAH 'ASYURA, SETIAP BULAN ADALAH MUHARRAM DAN SETIAP TEMPAT 
ADALAH KARBALA. TANAH RENCONG ADALAH KARBALANYA BANGSA ACHEH - SUMATRA
   
  Tgk Abdullah Syafiie, Tgk Ishaq Daud dan Tgk Zulkifli Krueng Seumideuen 
adalah diantara sekian banyak korban Syahid nya. Akankah kita menyia-nyiakan 
pengorbanan mereka?
   
  Coba kamu tujukkah contoh Caci Maki Yang kamu Dapati  IKhwanusufa fillah. 
Kami bangsa Acheh wajar andaipun mencaci kalian orang Jawa pada umumnya. Saya 
harap kalian tak usah berlagak  pengkhutbah terhadap kami orang Acheh yang 
sudah banyak makan garam kepahitan prilaku keji Jawa ada umumnya. Kalau saya 
katakan Jawa ada umumnya berarti kami masih mamu melihat ada sebagian kecil 
orang Jawa yang sadar bahwa kami orang Acheh sedang di jajah oleh sebuah System 
Taghut Munafiq yang didominasi oleh orang Jawa.  Kalian hendak mengalihkan 
pandangan kami dari kedhliman orang-orang kalian seolah-olah orang kafir luar 
negeri yang membuat kami orang Acheh pada umumnya jadi melarat. Alhamdulillah 
kami belum tersilap bahwa andaikata tidak ada Tsunami kiriman Allah yang 
mengundang orang luar negeri masuk ke Acheh, sampai hari ini kami masih di 
anianya oleh orang-orang kalian. Alhamdulullah kami masih sadar orang kafir 
tidak dapat berbuat apa-apa terhadap kami andaikata tidak ada
 penjajahan orang-orang kalian terhadap kami. Alhamdulillah kami masih sadar 
bahwa kalian orang-orang munafiq Jawa jauh lebih berbahaya dibandingkan kafir 
luar negeri. 
   
  Coba kalian lihat mengapa sampai hari ini mereka penguasa Hindunesia atau 
pihak Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif tidak bertanggung jawab terhadap 
perjanjian yang telah mereka tanda-tangani di Helsinki. Bukankah sikap seperti 
itu memperlihatkan asli sikap orang munafiq yang tidak pernah menepati janjinya 
didalam Al Qur-anul Karim? Kalian mana tau kalau Allah telah memberikan info 
buat orang-orang yang beriman bahwa orang-orang munafiq itu sesungguhnya tidak 
pernah menepati janjinya. Kalian jangan coba-coba hendak mengalihkan persoalan 
utama kami bangsa Acheh - Sumatra dengan memaparkan keamanan dipasung. Lihat 
itu di Airport Medan kenapa ditahan orang Acheh yang membawa masuk pin bendera 
Acheh - Sumatra sementara menurut perjanjian di Helsinki tidak dilarang?  Tidak 
jelaskah bagi kalian kalau penguasa Hindunesia itu termasuk makhluk yang di 
maksudkan Allah dalam surah Al Baqarah ayat 8 s/d 10 yang artinya; " Dan 
diantara manusia ada yang mengaku beriman kepada Allah dan
 hari kemudian, padahal mereka itu bukanlah orang yang beriman. Mereka hendak 
menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka tidak menipu kecuali 
mereka menipu diri sendiri namun mereka tidak sadar. Dalam hati mereka ada 
penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya dan bagi mereka (kelak) azap yang 
pedih disebabkan mereka berdusta(Q.S,2 : 8 -10) 
   
  Allah dan RasulNya juga menginfokan kepada orang-orang yang beriman bahwa 
ciri-ciri orang munafiq itu selalu berdusta serta tidak menepati janji. Jadi 
kalau kalian hendak menghapuskan kesalahan kalian terhadap kekejian yang telah 
kalian perbuat terhadap bangsa Acheh – Sumatra, bertaubatlah dengan 
mengembalikan UUPA sesuai dengan perjanjian Helsinki, bukan dengan cara ceramah 
"hikayat musang" kalian itu yang sangat menyebalkan bagi kami bangsa Acheh yang 
masih sadar.
   
  Allah telah menjelaskan dalam kitabNya  persoalan agama itu dengan firmanNya 
"lakum dinukum waliadin". Persoalan bagi Bangsa Acheh sekarang adalah 
penjajahan terselubung dari orang-orang munafiq Hindunesia. Kami telah lama 
terzalimi, kenapa sekarang kalian salahkan orang-orang kafir luar negeri? 
Apakah kalian kira bangsa Acheh - Sumatra tidak rusak agamanya sebelum Tsunami? 
Tidakkah kalian tau banyak alim palsu produksi system zalim Hindunesia yang 
justru merusak agama kami. Atau kalian kira kalian itu termasuk orang beriman, 
sampai kabur mata hati tak mampu membaca situasi di Acheh hingga mengangkat 
orang kafir luar negeri sebagai penjebab utama rusak 'aqidah orang Acheh? 
   
  Justru persekongkolan atau kospirasi jahat Hindunesialah yang membuat Acheh 
sekarang ini berada dipintu gerbang perpecahan. Taukah kalian penyebabnya? 
Penyebabnya adalah kemunafikan orang-orang kalian yang tidak jujur terhadap 
perjanjian yang telah disepakati di Helsiki. 
   
  Alhamdulillah kami masih sadar bahwa perjuang Acheh masih belum apa-apa 
kecuali penipuan yang kalian cetuskan melalui UUPA sebagai "tempe basi" sebagai 
makanan khas kalian. Kalau ada orang Acheh yang sudah puas dengan tempe basi 
itu menunjukkan mereka sudah masuk perangkap konspirasi jahat kalian., hingga 
mereka secara tidak sadar telah menyuarakan hal-hal yang biasanya kalian 
lakukan. Begitu licik kalian dapat menipu sebahagian orang Acheh hingga kalian 
takperlu lagi bersusah-susah tapi cukup menggunakan orang-orang yang telah 
masuk perangkap kalian untuk membungkem suara kami bangsa Acheh – Sumatra.
   
  Terakhir sekali saya ingatkan kalian bahwa kami bangsa Acheh yang sudah sadar 
tidak dapat ditipu walau dengan ceramah hikayat musang Abubakar Basyir , 
Zainuddin Mz dan AA Gym sekalipun, apalagi dengan "hikayat musang tuan  
IKhwanusufa fillah. Alhamdulillah kami bangsa Acheh memahami persis bahwa 
kalian itu termasuk Islam versi Qabil. Sungguhpun kalian masih dipanggil 
sebagai orang Islam oleh manusia yang tidak memahami hakikat agama yang benar 
disisi Allah, kami sadar bahwa kalian bukanlah Islam yang sesungguhnya. Barang 
kali kalian dapat sadar bahwa sesungguhnya Qabil pembunuh Habil itu, Islam 
disisi manusia sesat tapi kafir disisi Allah. Andaikata kalian tidak termasuk 
golongan yang telah tertutup mata hati hingga takmampu membedakan antara yang 
haq dan yang bathil, kalian akan mengetahui sesungguhnya pengusa Hindunesia dan 
segenap orang yang bersatupadu dalamnya sama dengan Qabil. Kalian mengaku Islam 
tapi membunuh dan menganianya orang Acheh. Qabil juga mengaku Islam
 tapi membunuh Habil. Bukankah sangat jelas posisi kalian disisi Allah, tapi 
kenapa kalian takmampu mengambik I'tibar?   Jawabannya kalian telah tertutup 
mata hati. Kalau Allah telah menutup mata hati walau begitu jelas persoalannya 
tetap tak mampu memahaminya.
   
  Contoh yang lain posisi kalian sama dengan posisi Yazid bin Muawiyah yang 
membantai Imam Hussein di Karbala serta keluarga Rasulullah dan sahabat 
setianya. Masihkah kalian kira Yazid itu orang Islam? betapa bodohnya Kalian 
namun tidak pernah sadar. Hidup di dunia ini adalah sementara untuk selanjutnya 
akan dikembalikan ke Syurga atau neraka, tidak ada alternatif ketiganya. Untuk 
sensor Allah yang mana hendak dimasukkan ke Syurga dan ke neraka akan diuji 
dalam kehidupan ini. Orang-orang yang bersatupadu  dalam system Hindunesia 
sedang di uji dengan orang-orang Acheh - Sumatra. Umumnya orang-orang 
Hindunesia tidak mampu menghadapi ujian tersebut sementara sebahagian orang 
Acheh juga akan mengalami nasibnya sebagaimana orang Hindunesia tersebut 
melalui perangkap-perangkap "rayuan" Dunianya. Justru itu dengarlah baik-baik 
ucapan kami ini yang demi Allah bukan bertujuan untuk menyakiti hati kalian dan 
orang-orang yang telah masuk perangkap kalian tapi kewajiban dari kami untuk
 menyatakan yang sesungguhnya, semoga ada diantara kalian yang menyadari 
kesalahannya hingga berbalik  posisinya sebagai Hurr  yang mampu memihak kepada 
kaum dhuæ’afa di padang  Karbala.
   
  Billahi fi sabililhaq
  Muhammad Al Qubra
  Sandnes, Norwegia
   
   
   
  Surat Anda dari Acehkita.com
  Topik: Caci Maki Yang Saya Dapati
20 Februari 2007 dari IKhwanusufa fillah 
Assalamu alaikum Wr Wb
Saya termasuk yang getol mengakses situs Acehkita.com. Hampir setiap hari tak 
pernah alpa untuk mengunjunginya.
Namun, sayang. saya tidak mendapat kedamaian dalam situs ini. Jika hari ini 
saya merasakan nikmatnya damai di Aceh, tidak dalam situs kita ini. Coba 
redaksi berfikir kembali untuk mengedit dan melakukan seleksi atas surat 
pembaca yang masuk di situs ini. Sampah, racun, tikus, setengah sampah, 
setengah racun, dan setengah tikus semua masuk di keranjang Acekita.com. 
Sayang sekali, budaya kita yang terkenal santum, beragama, dan selalu menjaga 
tatakrama telah hilang dalam warna surat pembaca di situs ini. 
Selalu kami dapati orang kita (orang Aceh) yang terbaik dalam segalanya. Selalu 
kami dapati orang yang eks GAM telah banyak berjasa di Aceh, sehingga menafikan 
(meniadakan) jerih payah dan amal shaleh saudara kita seiman (seislam) yang 
telah mencurahkan segala kemampuanya untuk Aceh damai ini, hanya karena dia 
seorang suku Jawa, Sunda, Madura, Bugis dll.
Saya sarankan, sudahilah berbagai umpatan, caci maka terhadap suku lain (Jawa) 
yang beberapa diantaranya kita anggap sebagai penjajah. Toh, agamaa kita Islam 
tak mengajarkan untuk berbuat seprti itu, yang ada hanyalah kasih sayang, lemah 
lembut terhadap sesama muslimin baik itu JAwa, Sunda, Bugis,Aceh dan lain-lain 
selama dia muslim. 
Sebaliknya, kita harus berlaku kasar pada orang-orang kafir yang saat ini sudah 
mulai menggerogoti akidah Aceh di Aceh. 
Kenapa kita diam dari aksi global dunia untuk menghancurkan Aceh secara akidah. 
Kita diam karena selama ini mereka banyak kasih kita uang.? Seharusnya, sebagai 
muslim yang baik kita tunjukan sikap kasih sayang, kepada sesama muslim. bukan 
dengan caci maki.
Kita selalu menganggap budaya lain lebih rendah dari kita orang Aceh. Seolah 
-olah tak ada kebaikan dari orang-orang 'Indonesia'. 
Jika kita mau jujur, coba lihat saudara kita yang hidup di Jakarta, di Jawa 
Barat,Jawa Tengah, dan di negeri lainya di Indonesia ini. Mereka aman di negeri 
orang, mereka bisa menikmati hidup dalam keaneka ragaman. Tetapi, sayang seribu 
kali sayang, orang Jawa, sunda, bugis yang datang ke sini sama sekali tak 
merasakan kedamaian padahal mereka muslim. Yang ada hanyalah kepongahan dari 
sebuah suku yang baru saja kembali mendapati angan-angannya selama ini. Kita 
selalu merasa berjasa sebagai pemeran damai di sini. 
TEtapi, kita lupa bahwa damai saat ini adalah berkat doa dari ibu, bapak, 
saudara kita yang hilang dari tsunami, atau dari ribuan jamaah haji nusantara 
termasuk muslimin dari tanoh jawa yang memanjat doa di depan kakbah agar Aceh 
damai. 
Kita sering tak sadar, menikmati hingar bingarnya kota Jakarta, kita tak sadar 
bahwa warga Jawa, Warga Sunda, madura telah begitu ikhlas mengucurkan 
keringatnya di pinggiran jalan memungut sumbangan untuk korban tsunami di Aceh. 
Kita boleh tidak puasa dengan segelintir orang jawa yang dulu juga diperalat 
pemerintah untuk 'menumpas'GAM di Aceh. 
Kita harus sadar bahwa hari ini muslimin di Aceh sedang digiring pada sebuah 
kehidupan yang liberalis, sekuler, dan jauh dari nilai-nilai budaya leluhur 
kita.
Musuh kita bersama hari ini adalah orang-orang kafir yang masuk melalui atas 
nama bantuan kemanusiaan. Musuh kita hari ini adalah skenario global untuk 
menghancurkan Aceh secara beratahap sehingga Aceh sebagai penyangga Islam di 
nusantara akan tercabik-cabik dalam petak-petak geografis. Jika itu terjadi 
maka hilanglah apa yang disebut Serambi Mekkah, dan hilanglah kekuatan muslimin 
di nusantara. Jika itu yang terjadi bersiaplah menghadapa jaman sebagaimana 
dialami turki menjadi sebuah negara sekuler......
Setelah itu matilah kita sebagai bansa aceh yang slelalu kita banggakan, 
walaupun akhlak kita tak seeprti orang Aceh.

Ini sekedar renungan bagi kita semua, bagi anda pembaca Acehkita.com. Hindari 
perilaku Ashabiyah (menganggap budaya nya dirinya, paling baik dari yang lain.
Bangsa yang baik adalah bangsa bisa memperlihatkan sikap kasih sayang. bukan 
permusuhan. Camkan itu!!, RENUNGKAN ATAS NAMA ALLAH, bukan atas nama setan yang 
bersemayam dalam dada kita, 
Semoga !!

Salam. 
Ikhwanusufa Fillah
Jl Inong Bale Darussalam, Banda Aceh. 


                                
---------------------------------

Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass 
http://no.mail.yahoo.com

Kirim email ke