http://www.dataphone.se/~ahmad <http://www.dataphone.se/~ahmad>
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>

Stockholm, 13 Maret 2007

Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalamu'alaikum wr wbr.



LAMKARUNA YANG MASIH BERKELIT DIBALIK MITOS MBAH SOEKARNO
Ahmad Sudirman
Stockholm - SWEDIA.



MASIH MEMBAHAS LAMKARUNA YANG MASIH BERKELIT DIBALIK MITOS MBAH SOEKARNO

"...menelusuri email-email anda dan juga saran dari mail list lainnya
kami memerlukan jawaban konkrit anda; apa sebenarnya maksud dibalik dari
tulisan anda di website mengupas masalah sejarah Aceh, padahal anda
bukan orang Aceh. Namun yang sangat kental isi dari tulisan anda itu
bernada dan terkontaminasi dengan hasutan dan propaganda melawan
RI-Jawa-Yogya.Semua Ahli sejarah  tahu bahwa ibukota Indonesia itu dalam
masa perlawanan dengan Belanda sempat berpindah-pindah dari Jakarta,
Yogya, bahkan Koetaradja...Namun kalau anda kaitkan sejarah Aceh agar
bangkit melawan RI-Jawa Yogya dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW
menegakkan Islam di Mekkah dan Madina; sangat keliru. Rasulullah SAW
tidak pernah mendakwahkan atau berjihat untuk mencari kekuasaan atau
wilayah atau penguasaan suku Arab atas suku lainnya...Anda memang senang
hidup di Swedia, namun masyarakat disini walaupun begitu miskin wajib
bayar pajak nanggroe yang dulu dipungut oleh TNA belakangan oleh KPA.
Saya tunggu jawaban anda, agar jelas indentitas anda yang pernah
bermukin dinegeri Firaun dan negeri-negeri lainnya." (Muhammad
Lamkaruna, [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  ,
[202.147.193.42] , Date: Tue, 13 Mar 2007 00:33:49 -0700 (PDT))

Setelah Ahmad Sudirman membaca tanggapan saudara Lamkaruna, yang
sebagiannya dikutipkan diatas, terbukalah sudah bahwa saudara Lamkaruna
adalah tidak lebih dan tidak kurang hanyalah menerima cerita mitos yang
dikembangkan oleh para penerus unitaris RI saja.

Nah, ketika Ahmad Sudirman membuka kembali sejarah yang menyangkut jalur
proses pertumbuhan dan perkembangan Acheh dikaitkan dengan jalur proses
sejarah bangun, hilang dan berdirinya RI adalah dalam rangka membuka dan
meluruskan kembali jalur sejarah yang telah dibelokkan dan disimpangkan
dari jalur yang sebenarnya berdasarkan fakta, bukti, sejarah dan hukum
yang kuat.

Jadi, maksud dan tujuan Ahmad Sudirman mengupas sejarah Acheh, Sunda dan
Negara-Negara lainnya yang tergabung dalam Negara Federasi Republik
Indonesia Serikat antara tahun 1940-an sampai tahun 1950-an adalah untuk
meluruskan kembali jalur sejarah proses pertumbuhan dan perkembangan RI
yang telah digembar-gemborkan baik di Acheh ataupun di RI untuk
mempertahankan mitos RI.

Misalnya sebagai satu bukti yang ringan saja, bagaimana pengaruh mitos
golongan unitaris RI telah mempengaruhi dan merasuk kesetiap pikiran
orang-orang baik yang ada di Acheh ataupun di RI adalah pandangan
saudara Lamkaruna dalam tanggapannya yang menyatakan bahwa "Semua Ahli
sejarah  tahu bahwa ibukota Indonesia itu dalam masa perlawanan dengan
Belanda sempat berpindah-pindah dari Jakarta, Yogya, bahkan Koetaradja."

Nah, model hasil pandangan dan pikiran saudara Lamkaruna tersebut secara
jelas dan terang adalah suatu hasil pandangan dan pikiran yang telah
terikat dan tercemari oleh pengaruh cerita atau mitos yang dikembangkan
oleh para pengikut golongan unitaris RI.

Nah disinilah Ahmad Sudirman berusaha untuk meluruskan dan menjernihkan
kembali hasil pandangan dan pikiran yang telah terikat dan tercemari
oleh pengaruh cerita atau mitos yang dikembangkan oleh para pengikut
golongan unitaris RI.

Nah usaha untuk meluruskan kembali jalur sejarah proses pertumbuhan dan
perkembangan RI yang digembar-gemborkan baik di Acheh ataupun di RI
dikaitkan dengan Acheh, Sunda dan Negara-Negara lainnya di luar RI bisa
saja dilakukan oleh siapa saja yang memiliki ilmu pengetahuan yang ada
kaitannya dengan sejarah Acheh, Sunda, RI dan Negara-Negara Bagian RIS
lainnya. Jadi, kalau Ahmad Sudirman bukan bangsa Acheh yang menuliskan
kembali jalur proses sejarah pertumbuhan dan perkembangan RI dikaitkan
dengan Acheh, maka tidak ada hukum yang bisa menghalanginya. Kecuali,
tentu saja, orang-orang model saudara Lamkaruna yang tidak senang kalau
ada orang lain yang telah sadar untuk berusaha meluruskan kembali jalur
sejarah Acheh dikaitkan dengan RI yang telah dibelokkan oleh golongan
unitaris RI.

Justru menurut Ahmad Sudirman, kalau memang saudara Lamkaruna mempunyai
ilmu pengetahuan yang menyangkut sejarah Acheh dihubungkan dengan
berdiri, jatuh dan bangunnya RI, maka dipersilahkan untuk dikemukakan di
mimbar bebas ini. Mengapa saudara Lamkaruna merasa ragu dan takut untuk
menyatakan bahwa Acheh setelah bebas dari tangan Belanda dan Jepang
dimasukkan kedala wilayah Sumatera Utara oleh pihak unitaris RI kalau
memang saudara Lamkaruna memiliki fakta, bukti, hukum dan sejarah yang
benar dan kuat?

Tetapi, tentu saja, bisa dimaklumi mengapa saudara Lamkaruna merasa ragu
dan takut untuk menyatakan kebenaran fakta, bukti, sejarah dan hukum
yang menyangkut Acheh dianeksasi oleh pihak unitaris RI, karena memang
saudara Lamkaruna hanyalah disuapi oleh cerita mitos yang dikarang oleh
golongan unitaris RI, kendaipun saudara Lamkaruna belajar di IAIN
Arraniry Darussalam, Banda Acheh.

Jadi, kalau Ahmad Sudirman membahas secara detil tentang jalur proses
pertumbuhan dan perkembangan Acheh dihubungkan dengan jalur proses
bangun, hilang dan berdirinya RI juga dikaitkan dengan Negara-Negara
Bagian RIS lainnya adalah disamping untuk meluruskan sejarah yang sudah
dibengkokkan oleh golongan unitaris RI, juga  sebagai suatu usaha untuk
menyadarkan bahwa mitos tentang RI telah masuk kehampir keseluruhan
pikiran orang-orang baik yang ada di Acheh ataupun di RI.

Nah, karena itu, kalau di mimbar bebas ini Ahmad Sudirman banyak
menuliskan tentang sejarah Acheh, Sunda, RI dan Negara-Negara lainnya
yang ada diluar de-facto dan de-jure RI antara tahun 1940 sampai 1950-an
adalah bukan sebagai akibat "telah terkontaminasi dengan hasutan dan
propaganda melawan RI-Jawa-Yogya", sebagaimana yang dituliskan oleh
saudara Lamkaruna.

Selanjutnya, yang perlu juga saudara Lamkaruna kuasai adalah mengenai
ilmu pengetahuan tentang bagaimana Rasulullah saw membangun ummat Islam
baik ketika di Mekkah dan setelah hijrah ke Yatsrib dikaitkan dengan
Negara Islam pertama yang dibangun Rasulullah saw. Apakah saudara
Lamkaruna ketika menggali ilmu pengetahuan di IAIN Arraniry Darussalam,
Banda Acheh pernah mendengar dan membicarakan serta menuliskan tentang
Rasulullah saw hubungannya dengan penegakkan hukum-hukum yang mengacu
kepada apa yang diturunkan Allah SWT dikaitkan dengan lembaga hukum yang
ada dibawah naungan Negara Islam pertama di Yatsrib?

Nah, kalau memang saudara Lamkaruna asing dengan apa yang telah
dicontohkan oleh Rasulullah saw kaitannya dengan Negara Islam pertama di
Yatsrib yang jelas batas-batas wilayah negaranya, maka akan sulit bagi
saudara Lamkaruna untuk mengerti dan memahami kaitannya dengan Acheh dan
hubungannya dengan RI.

Begitu juga, kalau saudara Lamkaruna tidak pernah menggali dan
membedakan perbedaan antara dakwah Islam dan membela Islam, ummat dan
Negara Islam pertama di Yatsrib yang dibangun Rasulullah saw, maka akan
sulit bagi saudara Lamkaruna, walaupun telah belajar di IAIN Arraniry
Darussalam, Banda Acheh untuk mengerti dan memahami kaitannya dengan
Acheh dan RI.

Hal ini memang terbukti, berdasarkan pada apa yang dituliskan oleh
saudara Lamkaruna bahwa "Islam didakwahkan ke timur sampai dengan Parsi,
ke arah barat sampai dengan Marocco dan bahkan Andalusia tanpa batas
negara dan tidak mempertentangkan antara berbilang suku bangsa yang ada
di wilayah tersebut."

Nah, bukti tersebut diatas menggambarkan betapa gersangnya pengetahuan
saudara Lamkaruna yang berkaitan dengan dakwah Islam dan Negara Islam
Pertama yang dibangun Rasulullah saw dan seterusnya dikembangkan dan
diluaskan oleh para Sahabatnya sampai berkembang, meluas dan hidup
ribuan tahun hingga tahun 1924 yang memiliki batas-batas wilayah
negara-nya yang jelas dan nyata.

Saran Ahmad Sudirman untuk saudara Lamkaruna adalah sebelum saudara
menceburkan diri untuk membicarakan masalah dakwah Islam dikaitkan
dengan Negara Islam Pertama yang dibangun oleh Rasulullah saw di Yatsrib
yang selanjutnya dikembangkan, diluaskan dan dihidupkan sampai tahun
1924, maka saudara Lamkaruna perlu mendalami dan menggali lebih dalam
tentang perjuangan Rasulullah saw dalam membangun ummat dan Negara Islam
pertama di Yatsrib.

Terakhir, saudara Lamkaruna jangan terus berkelit-kelit dengan berbagai
pertanyaan di mimbar bebas ini, melainkan cobalah tampilkan ilmu
pengetahuan saudara yang pernah saudara gali di IAIN Arraniry
Darussalam, Banda Acheh yang ada kaitannya dengan sejarah Acheh dan
jalur proses sejarah berdiri, hilang dan bangunnya RI. Tetapi, kalau
saudara memang kesulitan untuk menampilkan jalur sejarah tersebut, maka
diharapkan untuk mencari dan menggalinya dari sumber-sumber lainnya.

Ahmad Sudirman menunggu karya ilmiah saudara Lamkaruna tentang Acheh
yang dikaitkan dengan RI di mimbar bebas ini. Biar seluruh bangsa dan
rakyat di Acheh mengetahui dan bisa memahaminya. Dan tentu saja nantinya
dapat diuji kebenarannya, apakah memang masih ada pengaruh mitos
unitaris RI atau memang sudah bersih.

Bagi yang ada minat untuk menanggapi silahkan tujukan atau cc kan kepada
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  agar supaya sampai
kepada saya dan bagi yang ada waktu untuk membaca tulisan-tulisan saya
yang telah lalu yang menyinggung tentang Khilafah Islam dan Undang
Undang Madinah silahkan lihat di kumpulan artikel di HP
http://www.dataphone.se/~ahmad <http://www.dataphone.se/~ahmad>

Hanya kepada Allah kita memohon pertolongan dan hanya kepada Allah kita
memohon petunjuk, amin *.*

Wassalam.

Ahmad Sudirman

http://www.dataphone.se/~ahmad <http://www.dataphone.se/~ahmad>
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
----------

Received: from [202.147.193.42] by web90605.mail.mud.yahoo.com via HTTP;
Tue, 13 Mar 2007 00:33:49 PDT
Date: Tue, 13 Mar 2007 00:33:49 -0700 (PDT)
From: muhammad lamkaruna <[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> , [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> , [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> , [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> , [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>
Subject: cileuepeng

Terima kasih atas email anda yang menanggapi email saya menyikapi
prilaku anda yang aneh; menelusuri email-email anda dan juga saran dari
mail list lainnya kami memerlukan jawaban konkrit anda; apa sebenarnya
maksud dibalik dari tulisan anda di website mengupas masalah sejarah
Aceh, padahal anda bukan orang Aceh. Namun yang sangat kental isi dari
tulisan anda itu bernada dan terkontaminasi dengan hasutan dan
propaganda melawan RI-Jawa-Yogya.

Semua Ahli sejarah  tahu bahwa ibukota Indonesia itu dalam masa
perlawanan dengan Belanda sempat berpindah-pindah dari Jakarta, Yogya,
bahkan Koetaradja. Kalau orang Jawa dan Sunda berasumsi bahwa suku
tersebut masing-masing leboih tinggi dari suku lainnya adalah wajar,
karena memang demikian ajaran Hindu, ada kasta-kasta. Namun kalau anda
kaitkan sejarah Aceh agar bangkit melawan RI-Jawa Yogya dengan
perjuangan Nabi Muhammad SAW menegakkan Islam di Mekkah dan Madina;
sangat keliru. Rasulullah SAW tidak pernah mendakwahkan atau berjihat
untuk mencari kekuasaan atau wilayah atau penguasaan suku Arab atas suku
lainnya. Nabi Muhammad SAW dan Khulafaurrasyidin memperjuangkan
kesetaraan antara Arab dan Ajam; tidak mengkotak-kotak manusia pada
batas daerah, mempererat ukhuwah islamiyah. Islam didakwahkan ke timur
sampai dengan Parsi, ke arah barat sampai dengan Marocco dan bahkan
Andalusia tanpa batas negara dan tidak mempertentangkan antara berbilang
suku bangsa yang ada di wilayah tersebut.

Jadi sekali lagi saya mohon agar anda menjelaskan apa maksud dan tujuan
anda mengupas sejarah Aceh, Sunda dan lainnya dengan dengan logat
menghasut dan membangkitkan permusuhan.

Kalau anda bertujuan menjadi corong pihak tertentu dalam merebut
pengaruh dan kekuasaan, maka bertaubatlah, usia anda sudah uzur dan tak
pantas untuk kegiatan seperti itu. Photo yang saya sertakan
memperlihatkan betapa miskinnya orang Aceh di Nisam yang sangat parah
dilanda konflik akibat hasutan. Kalau tujuan tulisan anda untuk
menghasut, maka insaflah dengan sebenar-benar insaf. Anda memang senang
hidup di Swedia, namun masyarakat disini walaupun begitu miskin wajib
bayar pajak nanggroe yang dulu dipungut oleh TNA belakangan oleh KPA.

Saya tunggu jawaban anda, agar jelas indentitas anda yang pernah
bermukin dinegeri Firaun dan negeri-negeri lainnya.
----------


Kirim email ke