PERSATUAN ISLAM YANG TERCETUS DI KTT LIGA ARAB KALI INI TEPAT SEKALI UNTUK 
MENGHADAPI KEMUNGKINAN SERANGAN AS -ISRAEL KE IRAN. SAYANGNYA KEBANYAKAN 
PENGUASA DI NEGARA-NEGARA MAYORITAS PENDUDUKNYA ISLAM, TIDAK MENGGALANGKAN 
PERSATUAN DENGAN RAKYATNYA MASING-MASING. HAL INI TERKESAN KALAU TIDAK 
DIKATAKAN REALITANYA, BAHWA NEGARA ITU MILIK PENGUASA BUKAN MILIK RAKYAT, 
KECUALI REPUBLIK ISLAM IRAN YANG LAINNYA MASIH DALAM TANDA TANYA. SEMOGA MEREKA 
PENGUASA-PENGUASA ITUY SADAR AKAN HAK RAKYAT JELATA. (ALI AL ASYTAR ACHEH - 
SUMATRA)

KTT Liga Arab dan Prospek Persatuan Islam
Menteri Luar Negeri Iran, Manochehr Mottaki, tiba di Riyadh, Arab Saudi, guna 
menghadiri KTT Liga Arab ke-19. Konferensi tersebut dihadiri para pejabat 
tinggi dari 23 negara Arab dan Islam, Sekjen PBB, Sekjen Organisasi Konferensi 
Islam (OKI), wakil dari Uni Eropa, serta para Menteri Luar Negeri Cina, Rusia, 
dan India. Krisis Lebanon dan Irak, transformasi di Palestina, dan kasus nuklir 
Iran, menjadi topik utama dalam agenda sidang. 
Mottaki dipastikan akan mengemukakan kembali kasus nuklir Iran bahwa Teheran 
tidak akan menganulir seluruh kebijakannya di sektor tersebut. Sangat irasional 
jika pada akhirnya Teheran harus menangguhkan program nuklirnya setelah seluruh 
langkah telah diupayakan Iran guna menunjukkan status damai dan transparansi 
pendayagunaan teknologi nuklirnya. Perkembangan Iran di sektor nuklir sudah 
sampai pada tahap yang tidak dapat dianulir lagi. Teheran juga mengimbau AS dan 
negara-negara lainnya secara lapang dada menerima Iran sebagai negara pemilik 
teknologi nuklir daripada harus mempolitisir masalah ini. Terkait resolusi 
nomor 1747 Dewan Keamanan PBB, Iran menyebutnya sarat muatan politis dan sangat 
arogan  
Di sela-sela sidang, Mottaki berdialog dengan Emit Qatar, Sheikh Muhammad bin 
Khalifah Aali Thani, dan PM Turki, Recep Tayyip Erdogan. Topik yang dibahas 
dalam pertemuan itu antara lain persatuan, kerjasama, kekompakan seluruh negara 
Islam. Sebenarnya masalah persatuan dunia Islam telah berulangkali ditekankan 
oleh para politisi Teheran dan merupakan elemen terpenting dalam politik luar 
negeri Iran. Selama ini, Iran adalah negara yang paling vokal mengkritisi 
pemanfaatan Rezim Zionis Israel, AS, dan Inggris, terhadap ketidakkompakan 
negara-negara Islam. Tak hanya itu, Iran selalu membunyikan lonceng bahaya atas 
segala bentuk upaya Tel Aviv melemahkan dunia Islam. 
Terkait masalah persatuan, sejumlah pemimpin Arab termasuk Raja Arab Saudi, 
Abdullah bin Abdul Aziz, dan Sekjen Liga Arab, Amr Mousa, sangat menyayangkan 
perpecahan dalam dunia Islam. Menurut mereka, ketidakompakan negara-negara 
Islam sebagai sebab mudahnya infiltrasi pihak asing. Kepongahan Barat dalam 
mendiktekan masa depan dunia Islam tidak akan terjadi jika umat Islam bersatu. 
Raja Arab Saudi bahkan secara tegas menyebut apa yang tengah berkecamuk di 
Afghanistan, Irak, dan Lebanon, sebagai imbas dari ketidakkompakan 
negara-negara regional. 
KTT Liga Arab di Riyadh diharapkan menjadi momen pemersatu kebijakan 
negara-negara Islam. Terlebih lagi, transformasi di Irak, Palestina, dan 
Lebanon, saat ini memasuki tahap yang paling sensitif.
 
 Ke Atas  (IRIB)


 
____________________________________________________________________________________
We won't tell. Get more on shows you hate to love 
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.
http://tv.yahoo.com/collections/265 

Kirim email ke