HARIAN ANALISA
Edisi Jumat, 30 Maret 2007 

53 TKI di Malaysia Terancam Hukuman Mati 

Kuala Lumpur, (Analisa) 

Tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terancam hukuman mati di Malaysia mencapai 53 
orang dan bukan 16 orang sebagaimana dikemukakan INFID (International NGO Forum 
on Indonesia Development) dan Migran Care belum lama ini. 

"Ada 53 TKI terancam hukuman mati di Malaysia. Data ini kami dapat dari 
Kejaksaan Malaysia tiga hari lalu. Jadi bukannya 16 orang seperti dikemukakan 
oleh INFID dan Migrant Care dalam sidang Dewan Hak Asasi Manusia PBB 20 Maret 
2007," kata Direktur Indonesian Sociology Research Sdn Bhd, Khairudin Harahap 
di Kuala Lumpur, Kamis (29/3). 

Sebagian besar TKI itu kini ditahan di penjara Sungai Buluh Selangor, salah 
satu negara bagian Malaysia. Ada yang menunggu eksekusi hukuman mati, ada yang 
sedang jalani proses pengadilan dengan tuntutan oleh jaksa setempat, hukuman 
mati. 

Khairudin mencari dan mendapat data itu dari Kejaksaan Malaysia (Kantor Peguam 
Malaysia) karena ada rombongan AMPI (Angkatan Muda Pembangunan Indonesia) ke 
Kuala Lumpur dalam rangka membela TKI yang terancam hukuman mati. Setelah 
meminta informasi itu, ternyata ada 53 orang yang terancam mendapatkan hukuman 
mati di Malaysia. 

Dari 53 TKI itu, jumlah tertinggi berasal dari Aceh 37 orang, disusul Sumatera 
Utara tujuh orang, Madura dua orang, Riau satu orang, Tulungagung Jawa Timur 
satu orang, Bali satu orang, NTB satu orang dan tak jelas asalnya tiga orang. 

"Diduga ada dua orang wanita yakni Maria Palo kemungkinan asal Sulawesi dan 
Mariana Mariaji asal Tulung Agung Jawa Timur," kata Khairudin. 

Dari 53 TKI, maka 43 orang di antaranya terancam hukuman mati karena ditangkap 
dan dituduh telah menjadi pengedar narkoba pasal 39 B, dan 10 orang lainnya 
dituduh telah melakukan pembunuhan berdasarkan pasal 302. 

Daftar nama TKI yang terancam hukuman mati karena dituduh menjadi pengedar 
Narkoba itu ialah Mardani Husein (Aceh), Tarmizi Yakob (Aceh), Bustami Bukhari 
(Aceh), Parlan Bukhari (Aceh), Nasarudin Daud (Aceh), Azhari Nordin (Aceh), 
Mustakim Hanafi (Aceh), Agus Salim (Bali), Faisal Nordin (Aceh), Mahyudin 
Mohammad (Aceh), Zaki Nordin (Aceh), Maulana Hasbi (Aceh), Zainuddin (Aceh), 
Raja Syarif (Aceh), Zulkarnain (Aceh), Azahari Malik (Aceh), Bustami Abdul 
Majid (Aceh), Rosli (Medan), Heno Sibuea (Tanjung Balai Asahan Sumut), Hasbi 
Kasumi (Aceh), Baihaki Hamdan (Aceh), Faisal Ibrahim (Aceh), Sandri Bachtiar 
(Aceh), Mahrizal Mahdani (Aceh), Armiyadi (Aceh), Nasir Kahar (Aceh), Nizam 
(Aceh), Ismail Darmansyah (Aceh), Rusdi Ahmad (Aceh), Iskandar (Aceh), Azmir 
Mustafa (Aceh), Suraidi Hasbi (Aceh), Mohammad Rizal Ishak (Aceh), Subir Abdul 
Jalil (Aceh), Nor Binti Syed Ahmad tidak jelas asalnya, Sofyan Abdullah (Aceh), 
Fitriadi Luthan (Aceh), Mohammad Fais (Medan Sumut), Usman Hasan (Aceh), Barni 
Ali (Aceh), Amri Ibrahim (Aceh), Misliadi (Aceh), Azhari Mohammad Nor (Aceh). 

Sedangkan TKI yang terancam hukuman mati karena tuduhan pembunuhan ialah Adi 
Asnawi (Lombok NTB), Erik Kartim (Medan Sumut), Wahyuni Boeni (Medan Sumut), 
Haliman Sihombing (Medan Sumut), Sahlan (Madura), Syaputra Salidin (Madura). 

Kemudian Lili Ardi Sinaga (Pematang Siantar Sumut), Maria Palo, Mariana Mariaji 
(Tulung Agung Jatim), Junaidi (Riau). 

"TKI yang terancam hukuman mati karena pembunuhan, bagi TKI non Madura, 
biasanya membunuh karena majikannya tidak membayar gajinya bertahun-tahun atau 
berbulan-bulan. Mereka sudah minta baik-baik, agak keras, hingga keras sekali 
tidak dibayar juga maka tidak ada jalan lain kecuali membunuh majikannya," kata 
Khairudin. 

Sedangkan, bagi orang Madura umumnya membunuh karena perempuan. Istrinya digoda 
sesama TKI. Orang Madura biasanya membawa istrinya ketika kerja ke luar negeri. 
Istrinya membantu masak. Hidup dalam bedeng dengan jumlah TKI puluhan orang. 

TKI lelaki tidak berani menggoda wanita Malaysia karena dipandang "sebelah 
mata" sehingga akhirnya cuma berani menggoda istri TKI, termasuk orang Madura. 
Budaya orang Madura jika istri diganggu maka ia akan membunuhnya. Mereka selalu 
bawa clurit. (Ant) 

Kirim email ke