Pastikan dulu bahwa membunuh itu lebih ngeri efeknya terhadap manusia daripada 
sombong, tapi kita jangan sampai lupa ada kecualinya ketika kita diperangi oleh 
komunitas lain seperti TNI membunuh TNA, TNA membunuh TNI. Dengan kata lain 
terjadilah proses bunuh membunuh yang dinamakan perang. Ketika Allah 
membatalkan perjanjian Hudaibiyah, berfirman: . . . . . . ."bunuhlah mereka 
dimana saja kamu jumpai. . . . . . . . . .(Q.S, 9:5). Allah juga menganjurkan 
agar orang mukmin menghindari peperangan: "Dan Allah menghalau orang-orang yang 
kafir itu yang keadaan mereka penuh kejenglelan, (lagi) mereka tidak memperoleh 
keuntungan apapun. Dan Allah menghindarkan orang-orang Mukmin dari 
peperangan..." (al-Ahzab: 25). Dari itu kita dapat menarik kesimpulan bakwa 
kita dilarang berperang atau membunuh kecuali kita sudah diperangi lebih dahulu 
atau ada pihak yang hendak membunuh kita (membela diri).
Nah dengan demikian kita dapat memahamipula bahwa kita dilarang menyombongkan 
diri kecuali terhadap pihak yang menzalimi kita. Sekarang ada topik yang 
seperti tidak habisnya di medan internet ini seolah olah orang Acheh itu 
sombong. Patut kita pertanyakan disini pihak mana yang mengklaim bahwa orang 
Acheh sombong. Kalau istilah itu muncul dari orang Acheh sendiri dapat 
dipastikan bahwa orang Acheh tersebut peranakan dari bangsa lain atau orang 
tuanya pernah berzina dengan bangsa pendatang. Kepada bangsa yang telah 
menzalimi kami berhak menyombongkan diri dengan kata-kata: "Hengkanglah kalian 
dari bumi Acheh" . Tapi terhadap bangsa yang tidak menzalimi kami, mustahil 
bagi kami untuk menyombongkan diri malah sebaliknya kami wajib melayani mereka 
dengan sopan santun. Kami harap jangan ada lagi pihak yang menuduh kami sombong 
tapi kutuklah bangsa anda sendiri yang telah menzalimi kami hingga kalian 
mendapatkan kutukan dari kami.
alsytar,-









ramzi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wah….wah….ada yang ngebelain kalo sombong itu pantas ada didunia? Gawat ni, 
lupa ya kalo setan  itu dikutuk karena sombong, Dan janganlah Engkau Berjalan 
di atas bumi Allah dengan Sombong (Ayat Qur’an)
Sombong itu Cuma milik Allah....Sadrlah saudaraku...., bisa-bisa kalo 
melegalkan kesombongan kita dilempar kemana lagi dari ini dunia ini. (Setan 
dilempar ke neraka, nah kalo kita bagaimana ?) mungkin karena itulah bencana 
ada dimana-mana. Maaf kalo ada yang tersinggung dengan tulisan saya. Saya hanya 
bermaksud mengingatkan, agar kita boleh saja menganalisa, tapi jangan lupa ilmu 
dasarnya juga harus kuat. Banyak sikap mental orang Aceh yang juga harus kita 
bicarakan disini (terlepas pro dan kontra; yang bertujuan agar sikap mental dan 
Akhlak kita lebih baik; bukankah Rasullulah diturunkan untuk memperbaiki Akhlak 
?) Nah in ada beberapa sikap mental orang aceh yang harus dibicarakan ;
Ku’eh (Iri Dengki; ga bisa liat orang senang)
Individualis (contoh:saya teringat sewaktu tsunami dulu saudara2 kita dari 
jawa, sumatera sulawesi banyak yang rela untuk jadi relawan mengangkut mayat 
korban,tanpa harus dibayar. tapi apa kenyataannya, banyak dari orang kita yang 
mau ngangkut mayat kalo dibayar (sehingga hari ketujuh tsunami dst ditetapkan 1 
mayat = 100 rb, supaya cepat selesai evakuasi,catatan; walaupun tidak semua 
orang Aceh yang seperti itu))
Mau menang sendiri, ga sabaran dan ga mau ikut aturan ; lihat budaya antri di 
Aceh dan budaya sopan berlalu lintas di Aceh.
Semuanya pengen jadi pemimpin dan pahlawan; akibatnya ga ada pemimpin yang kita 
anggap benar hari ini.
Malas dan nyantai ; dikit kerja uang pengen banyak.
kurang menghargai pendapat orang lain (misal dengan mengatakan orang lain 
berpikir picik; padahal kita sama-sama tahu, pola pikir masing-masing kita 
berbeda akibat ; tingkat pendidikan, lingkuIngan, wawasasan, keluarga, 
pengalaman, dan faktor lainnya)
Ga peduli lingkungan ; sampah dimana-mana.
Lebih menghargai output daripada proses; makanya KKN masih banyak. 
 
 
Dan banyak lagi yang lainnya yang mungkin juga menjadi bagian dari sikap mental 
kita orang Aceh (termasuk saya tentunya) so pasti pernyataan begini akan 
menimbulkan pro dan kontra, namun ini perlu dibicarakan karena sikap mental 
yang beginianlah yang mungkin membuat kita suka berperang. 
Kita ini orang Aceh lucu, Cinta Damai; Tapi suka Perang(hehehe) . Ingat dulu 
seblum tahun 1998, sewaktu perang iraq, iran, wah koran laku kayak kacang 
goreng di Aceh. Lihat juga kondisi koran harian kita sekarang ini, beritanya 
yang headline itu kekerasan melulu. Dan tanpa disadari kita pun suka membaca 
hal-hal seperti itu. 
Kita harus kembalikan semangat damai kita dengan berpegang teguh pada ACEH (A = 
tidak (latin), CEH = pecah) mungkin itu yang menjadi cita-cita negeri kita 
diberi nama Aceh



From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of ASF Media
Sent: Wednesday, March 28, 2007 5:12 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [FORBES Damai] Re: apakah orang Aceh hrs sombong? kalau tdk bukan 
orang Aceh
 
Saleum juang ke rakan mandum!
 
Weleh-weleh! Kami sangat paham dan berkeyakinan bahwa penyakit sombong bin 
angkuh itu bisa melekat di semua jiwa. Tidak kenal etnis, bangsa, status sosial 
dan jenis kelamin! Kalo ianya sempat berpandang bulu maka sudah barangjadi akan 
selalu menjangkiti kera dan sahabat karib sesilsilahnya. Bukan bermaksud untuk 
menengahi antara yang pro dan kontra... kami cuma ingin menerangi jiwa-jiwa 
kita yang terkadang bisa teramat kerdil dan picik. Lihatlah ke segala penjuru, 
dimana angin datang menerpa kita... kesombongan bisa terjadi dimana-mana...! 
 
Kenapa Aceh? Karena Aceh juga manusia bung! Karakter "kasar" seperti ungkapan 
Snourck "negeri perompak!" bagi sebuah wilayah semenanjung utara pulau sumatra, 
itulah Aceh! Tapi orientalis jempolan Belanda ini memang cukup punya bukti itu 
sebuah ungkapan jujur tersebut (minimal dari sudut pandang kolonialis-nya)! Tak 
terbayangkan bagi Belanda sebelumnya, bahwa Aceh memang susah "dikendalikan"! 
Perompakan terhadap kapal-kapal dagang di kawasan laut yang membelah sumatra & 
peninsular (malaysia barat) ditenggarai dilakukan oleh "pembajak-pembajak 
kawakan asal pesisir tanah rencong"! Tapi apakah, kita langsung dengan 
serta-merta mencap Aceh berikut lampiran-lampirannya adalah "sewenang-wenang 
dan tak berperadaban"! (catatan: penyakit sombong adalah penyakit bangsa yang 
tidak beradab!). Tidak!!! 
 
Supaya analisa komparatif ini seimbang, ayolah kita tinggalkan masa lampau Aceh 
ke masa jinoe (sekarang)! Katanya orang Aceh mentang-mentang jadi "supir" di 
NGO lantas sombong "ngebut-ngebut tak kenal toto-kromo"! Katanya orang Aceh 
mentang-mentang jadi "kuli" NGO gaji gede lantas angkuh "cem dia aja yang 
paling hebat!". Katanya lagi, orang Aceh tak tahu diri "karena dah kaya" jadi 
lupa ama sodara sendiri! Masih katanya lagi, orang aceh gimanapun tetap sombong 
"dulu manggul senjata" kini "nyetir innova"! Walah-walah... katanya dan 
katanya... 
 
Ayo sekarang kita putar koordinat lepas, kita bisa sampai ke Malaysia, apakah 
disana tidak terjadi kesombongan (Ungkapan Indonesia, Negeri Kuli euy!!!)? 
Putar lagi  ampe Jakarte... apakah disana tidak terjadi keangkuhan (Lu lu... 
gue-gue, siapa lu siapa gue, mampos lo, EGP (emang gue pikiren), Modar lu, 
Najis lu). Putar lagi koordinat agak lama sampailah kita negeri Paman Sam, 
Amerika, disana ada tokoh paling arogan sedunia (GWB-jr). Putar lagi ampe ke 
Jazirah Arab: Masyaallah-Astaghfirullah! "Ente budak dari Indonesia, ente seksi 
syahwat ane melambung tinggi, ente tolak ane sekap, la fulus, la tak pulang 
kampung!, yang terjadi di tanah Arab adalah kesombongan telah melahirkan 
kesemenang-menangan!!! Nah... Catatanbagi kita! Itu semua cokas (Contoh 
Kasus)!!! Semua bisa terjadi dimana aja... kapan aja... kepada siapa aja... 
Lalu... Apakah kita lantas langsung cap-merah ini itu sombong?!!! 
 
Kembali ke konteks Aceh, kenapa Aceh bisa ini dan itu juga tidak terlepas dari 
ini dan itu. Hukum kasualitas akan selalu lebih kontras dalam mengungkap sebuah 
realitas. Aceh "sombong"... ada tapi tidak semua-lah! Aceh "angkuh" ada, tapi 
segelintir-lah! "Na bacut-bacut tapi han mandum"! begitu juga untuk semua 
tempat di bumi yang "fana" ini! 
 
Nah! bagi teman-teman yang udah kelanjur termakan isu Aceh "sombong" dan sulit 
untuk terlepas dari anggapan(asumsi) itu, jangan kuatir. Ada tips kok untuk 
menghadapi awak nanggore yang sombong (ini tips laku keras lo!): "jangan berat 
hati mengangkat-ngangkat ureung aceh, karena biasanya ureueng aceh kalo 
diangkat-angkat (ya, mantap dan setuju-kan aja semua pernyataannya!), 
sombongnya jadi positif juga (1) Anda akan gratis dibayarin minum kupi dan bisa 
tidur gratis di balee, he he he ... (udah terbukti lo!) Tapi ibarat wacana 
"sombong", maka tidak semuanya bisa diangkat-diangkat, bisa-bisa lupa diri dan 
jadi lupa bayarin kupi kita... he he he (udah kejadian juga!). 
 
So mari kita objektif dan progresif!
 
& Let's rebuild the state together!
 
Aceh Solidarity Forum (ASF/FoSA-NGO)
Komentator: Arifsyah
 


 
On 3/17/07, frida al jamalulail <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
Dear Rauyani, anak Aceh yg di luar Aceh... :)
 
Aku setuju kalo kita gak boleh sombong karena gak ada alasan kenapa jadi orang 
Aceh harus sombong. Tapi, sepertinya, konteks yang Rauyani bahas jadi keluar 
jalur. Menurut ku seharusnya bukan mengenai: "orang Aceh harus sombong", 
tetapi:  "orang Aceh cenderung/kelihatan sombong". Dua hal yang sangat kontras.
 
Buat yg lain: maaf sedikit diinterupsi, biar alur diskusi kita sedikit lebih 
jelas. terus terang, diskusi mengenai "orang Aceh sombong-sombong" ini, sangat 
menarik! Apakah ini sudah menjadi budaya orang Aceh dewasa ini? dan apa 
penyebab timbulnya rasa sombong dalam masyarakat kita ini? masih menjadi bahan 
pemikiran buat saya... 
 
Chuus,
Frida 

 
On 3/16/07, Rauyani Djamil <[EMAIL PROTECTED] > wrote: 


dear all juga!!

saya selaku orang aceh sangat tersinggung dengan ungkapan bahwa kita orang
aceh harus sombong. tapi bagi saya tidak harus begitu. karena saya merasa
tidak sombong dengan apapun.untuk apa bersombong diri, lagian saya tidak
pantas untuk sombong dan apa yang harus saya sombongkan.
jadi bagi anak2 aceh bersombonglah kau bila ingin bencana yang super maha 
dahsyat akan Allah turunkan lagi di negeri kita.
thanks
by anak aceh yang di luar aceh



>From: oky spinola < [EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [FORBES Damai] Re: apakah orang Aceh hrs sombong? kalau tdk bukan 
>orang Aceh ?
>Date: Thu, 15 Mar 2007 23:07:13 -0700 (PDT)
>
>dear all,
>
>   setau gw  kebanyakan emang bener orang aceh sombong2, kaga tau kenapa,
>padahal sama2 orang indonesia....byk orang aceh sombong2 sama saudara 
>sendiri...why?tanyakan kenapa?
>
>Otodidak < [EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.acehinstitute.org 
>
>SEORANG teman yang sedang mengabdi di salah satu
>lembaga rehabilitasi Aceh berkomentar santai, setengah
>berkelakar, "Orang Aceh harus sombong, kalau tidak 
>sombong bukan orang Aceh". Sebuah ungkapan yang cukup 
>menghenyak, terutama karena karakter sombong itu
>dinisbahkan kepada "orang Aceh", termasuk saya, kita
>dan mereka para abu dan nyak-nyak di meunasah sana. 
>Saya tidak mau menjebak diri terlalu jauh pada 
>komentar sahabat saya yang senang berseloroh itu. Saya
>percaya dia mencoba menghibur kita, agar jangan
>terlalu cemas dengan fakta yang ada, minimal dia 
>sedang menghibur diri sendiri. Konon lagi, kita tidak 
>bisa mengukur ungkapan itu secara empiris, berapa
>persen kelakarnya dan berapa persen seriusnya. Tetapi,
>apa yang tersisa di balik ungkapan tersebut adalah 
>satu refleksi tentang kekeliruan kita dalam 
>meng-atribusikan karakter diri!.
>
>..........Untuk konteks BRR misalnya, kita tidak
>pernah tahu apakah karena bergaji besar mereka
>kehilangan sensitivitas, atau karena tidak punya 
>sensitivitas maka harus digaji besar. Kita tidak 
>pernah tahu siapa menyebabkan apa, lagi-lagi keduanya
>saling memberi stimulus.
>
>Lengkapnya di OASE website Aceh Institute hari ini
>160307: Karakter Oleh Fajran Zain > 
> http://www.acehinstitute.org
>
>
>
>
>____________________________________________________________________________________
> 
>Food fight? Enjoy some healthy debate
>in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. 
> http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367
>
>
>
>
>
>---------------------------------
>Sucker-punch spam with award-winning protection.
>  Try the free Yahoo! Mail Beta. 
>>

_________________________________________________________________
Express yourself instantly with MSN Messenger! Download today it's FREE! 
http://messenger.msn.click-url.com/go/onm00200471ave/direct/01/






[EMAIL PROTECTED]
Aceh Solidarity Forum
Rebuild the State Together 


--
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.20/736 - Release Date: 3/27/2007 4:38 
PM

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"FORBES Damai Aceh" group. 
To post to this group, send email to [EMAIL PROTECTED] 
To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] 
For more options, visit this group at 
http://groups.google.com/group/forbesdamai?hl=en 
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---


--
No virus found in this outgoing message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.23/740 - Release Date: 3/30/2007 1:15 
PM


 
____________________________________________________________________________________
TV dinner still cooling? 
Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
http://tv.yahoo.com/

Kirim email ke