Allaahumma shalli'alaa muhammad wa'aali muhammad.
  Tepat sekali harapan anda itu tapi di Acheh sekarang tidak ada  ulama 
representant macam Salahuddin Al Ayyubi yang brillian itu.  Mungkinkah model DR 
Muslim membuat seminar agar Acheh tidak kehilangan arah?    Selain Tgk Hasan 
Muhammad ditiro, kita belum melihat penampilan sosok ulama yang dapat membuat 
Acheh cemerlang dimasa yang akan datang. Andaikata kita memilikinya, pastikan 
di Acheh takkan berlaku syariat gadongan dibawah permainan penguasa Indonesia 
yang terkenal hipokrit itu. Persoalan ini tidak membuat kita pesimis andaikata 
perjanjian Helsinki itu berjalan dengan penuh kejujuaran kedua belah pihak tapi 
realitanya pihak Indonesia berdaya upaya untuk memaksakan Otonomi basi kepada 
bangsa Acheh. Disamping itu ketidak jujuran tentara Indonesia dan polisi juga 
menambah kesengsaraan bagi kita Acheh. Nampaknya pihak Internasional juga 
takdapat kita harapkan. Mereka tetap bungkem seribu satu bahasa ketika mereka 
melihat sandiwara yang di buat tentrara Indonesia itu. 
 Misalnya 4 orang tentara yang hendak menanam senjata seolah-olah senjata itu 
milik TNA. Terungkapnya kasus di Nisam itu besar kemungkinan banyak tempat lain 
yang dibuat praktek jahat seperti itu. Nampaknya pemerintah Acheh sekarang 
bukan ditangan Irwandi - Nazar tapi ditangan Kuntoro, tni dan polisi Indonesia.
   
  Andaikata self Government berjalan lancar, Acheh akan ada harapan untuk 
mencetak ulama brillian buat masa depan. Tapi proses pendidikan yang 
benar-benar Islami untuk masa depan Acheh masih dipertanyakan keberadaannya 
selagi kita berada dalam bingkai Indonesia. Lihatlah bagaimana pihak Indonesia 
itu bersikeras supaya agama ditangan mereka.   Bagaimana mungkin mereka yang 
tidak terbebas dari prangkap syirik (baca Taghut Pancasila) hendak memegang 
kendali agama, bukankah agama gadongan yang mereka tampilkan?  Islam yang 
sesungguhnya atau ulama yang sesungguhnya pantang tundukpatuh kepada penguasa 
tapi sebaliknya justru penguasa yang harus tunduk patuh kepada ulama.  Lihatlah 
Republik Islam Iran misalnya. Diiran lembaga tertinggi negara berada ditangan 
Ayatullah Ali Khamenei bukan ditangan DR Mahmudinejad.  Sementara di Indonesia 
dan juga Acheh dalam bingkai Otonomi Indonesia semua yang menamakan diri ulama 
berada dibawah ketiak Yudhoyono - Kalla. Itulah sebabnya semua ulama
 berubah otomatis menjadi "Bal'am", illa kalil.
   
  Justru itu hukum potong tangan yang hendak diterapkan pegawai tinggi yang 
korup akan dihalangi oleh Yudhoyono - Kalla dengan UUD 45 dan  KUHPnya.   
Lihatlah bagaimana mungkin Aburizal Bakrie bisa aman dari ketimpangannya hendak 
membunuh rakyat Acheh melalui kehadiran rumah asbesnya. Lihatlah bagaimana 
mungkin Kuntoro dapat hidup aman sampai hari ini di tanah rencong. Ini semua 
merupakan konspirasi jahat mereka dengan memanfaatkan ulama-ulama palsu untuk 
meninabobokkan rakyat jelata baik di Acheh - Sumatra maupun di Pulau  Jawa 
sendiri.
   
  Baarakallaahu lii walakum 
  Wassalaamu'alaikum wr wbr 
  Anwar Ali As Sumatrani
  

safriadi usman <[EMAIL PROTECTED]> skrev:
            Alasytar...
   
  Samakah persoalan yang terjadi dimasa Rasullah dengan yang sekarang? sehingga 
alangkah sayang bila kita lihat masyarakat Aceh seperti kehilangan arah.. 
seharusnya harus ada seminar diantara Ulama2 Aceh untuk mengambil sebuah 
kesimpulan agar kita semua dapat menuju jalan yang Rahmatil Allah ...Amin!
  

Ali Al Asytar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Gagasan Salahuddin Al Aiyubi membuat Maulid untuk menghidupkan 
semangat kaum Muslimin untuk berjihat di jalan Allah tapi para Kiyai dijaman 
sekarang ini membuat maulid untuk bersatupadu dalam ketiak penguasa Zalim.  
Justru itu Maulid sekarang inipun sudah dekaden di bawah ajaran Bal'am - bal'am 
Hindunesia. Andaikata kita konsiste3n dengan Maulid Inspirasi Salahuddin Al 
Ayyubi, pastinya kita juga akan terinspirasi untuk memperingati Kesyahidan cucu 
Rasulullah sendiri di Karbala yang dibantai bersama keturunan Rasulullah 
lainnya oleh orang - orang Islam munafiq sebagaimana A'lim palsu yang diketuai 
KH Syukri Zakrasyi, diam seribu satu bahasa ketika muslim Acheh - Sumatra di 
bantai oleh Tentara dan polisi Hindunesia.. Maaf ini bukan tanggapan terhadap 
yang menamakan diri Abu sisia tapi sebagai penjelkasan lanjutannya. Semoga kita 
tidak fanatik buta hingga kita terperangkap dibawah kesesatan Bal'am - Bal'am 
Hindunesia itu.
  alstr,-


  ----- Original Message ----
From: abusisia <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Saturday, March 31, 2007 3:36:59 PM
Subject: «PPDi» Peringatan Maulid Nabi

    Perang Salib, Shalahuddin dan Peringatan Maulid
Disadur dari Swaramuslim 30 Mar 2007 - 7:50 pm

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang 
baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan 
(kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS Al Ahzab 
[33]: 21). 

Setiap Rabi'ul Awwal, umat Muslim sibuk menyiapkan varian agenda 
dalam rangka memperingati kelahiran Rasulullah SAW yang jatuh pada 
tangal 12 Rabi'ul Awal. Namun tak ada yang tahu, apa semangat 
digagasnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang pertama kali 
dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi, panglima perang Mesir.

Ia mengusulkan ide itu pada Sultan Mesir, Muzaffar ibn Baktati, yang 
terkenal arif dan bijaksana. Ia sangat menghormati sosok 
Shalahuddin, yang di kemudian hari membawa kemenangan bagi tentara 
Muslim dalam Perang Salib. 

Shalahuddin juga merupakan panglima Islam di masa Khalifah Muiz 
Liddinillah dari dinasti Bani Fathimiyah di Mesir (berkuasa 365 
H/975 M). 

Gagasan Shalahuddin sederhana. Pada masa itu masjid Al Aqsha diambil 
alih dan diubah menjadi gereja. Kondisi tersebut diperparah oleh 
keadaan pasukan Islam yang mengalami penurunan ghirah perjuangan dan 
renggangnya ukhuwah Islamiyah.

Dari situlah Shalahuddin memiliki gagasan untuk menghidupkan kembali 
semangat juang dan persatuan umat dengan cara merefleksikan dan 
mempertebal kecintaan kepada Rasulullah. Selanjutnya digelarlah 
peringatan Maulid Nabi yang disambut luar biasa oleh seluruh kaum 
Muslimin kala itu. "Semangat Shalahuddin untuk memperingati Mauild 
Nabi dalam rangka mengajak ummat Islam untuk back to Quran dan 
Sunnah. Akhirnya peperangan dimenangkan oleh pasukan Islam. 
Peringatan Maulid ini banyak manfaatnya," jelas ketua Majelis Ulama 
Indonesia, KH Syukri Zakrasyi. 

Apa yang digelorakan Shalahuddin membuahkan hasil di kemudian hari. 
Jerusalem berhasil direbut. Di bawah kepemimpinannya, Perang Salib 
diakhiri dengan sedikit jumlah korban. Tak seperti saat tentara 
Kristen menduduki Jerusalem dan membunuh semua Muslim yang tersisa, 
pasukan Shalahuddin mengawal umat Kristen dan memastikan jiwa mereka 
selamat saat keluar dari Jerusalem. Begitulah akhlak Islam seperti 
yang dicontohkan Rasulullah SAW. Tidak mentang-mentang menang dan 
berkuasa, maka bebas melakukan penindasan. 

Muslim Indonesia pantas meniru sejarah Rasulullah dan sejarah 
lahirnya peringatan maulid Nabi. Sedikit banyak, situasi Muslim saat 
ini hampir sama dengan situasi umat Islam masa Shalahuddin Al-Ayubi. 
Selain terpuruk secara politik, ekonomi, sosial, budaya, dan akidah, 
juga tidak ada kebanggaan sebagai Muslim. 

Berkaca lagi pada pribadi Nabi SAW, itulah semangat yang diusung 
Shalahuddin. Itu pula agaknya yang harus kita lakukan saat 
ini. ''Dalam kondisi bangsa yang penuh ujian seperti sekarang ini, 
sangat pantas jika kita melihat figur Rasulullah SAW terutama dalam 
membangun masyarakatnya yang berlandaskan nilai-nilai Ilahi. Beliau 
itu memiliki akhlak yang sangat terpuji: jujur, tanggungjawab dan 
kebersamaan, '' ujar Prof Dr KH Didin Hafidhuddin Msc, direktur Pasca 
Sarjana Univeristas Ibnu Khaldun Bogor. (dam/RioL) 




  



  
---------------------------------
  Looking for earth-friendly autos? 
Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.   



  Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

         


                                
---------------------------------

Klaustrofobisk innboks? Få deg en Yahoo! Mail med 250 MB gratis lagringsplass 
http://no.mail.yahoo.com

Kirim email ke