"Perdana Menteri Perancis, dalam sebuah makalah yang ditulisnya di koran 
Lesechos, mengatakan bahwa tuntutan Barat terhadap Iran agar menunda pengayaan 
uranium adalah sebuah bentuk pelanggaran terhadap hak internasional bangsa 
Iran"(berita IRIB) 
Bertolak dari tulisan Perdana Menteri Prancis itu, penduduk dunia yang jujur, 
adil, sehat dan benar jalan pikirannya memahami pasti bahwa PBB itu masih 
dekaden sampai sekarang ini. Reformasi yang digembar-gemburkan pihak-pihak 
tertentu ternyata isapan jempol belaka. Buktinya sebagaimana alasan AS untuk 
menyerang Irak bahwa negara tersebut memiliki simpanan senjata berbahaya hingga 
mampu mempengaruhi lembaga Dunia itu ternyata nihil. Rakyat Irak sekarang 
menderita dalam segala hal kehidupan Dunia. Andaikata AS hanya bertujuan untuk 
menggulingkan Saddam, lalu keluar dari Irak setelah itu, masih ada pihak yang 
mendukung AS dalam kebijaksanaan itu. Namun bertahannya AS di Irak sampai hari 
ini secara tidak langsung AS telah "mencela" diri sendiri dimata Dunia 
Internasional. 
Penduduk Dunia yang jujur dan sehat pikirannya lahir batin memahami pasti kalau 
kebijaksanaan AS terhadap Afganistan juga keliru, dimana AS terlanjur menuduh 
bahwa Afganistan sarangnya teroris. Realitanya justru tuduhan AS itu kembali 
kepada mereka sendiri. 
Kekeliruan PBB dalam kasus Irak dan Afganistan sudah cukup beralasan kalau kita 
katakan bahwa lembaga Dunia itu masih dekaden. Ironisnya mengapa mereka 
takmampu berguru kepada pengalaman pahit kasus Irak dan Afganistan tersebut. 
Kenapa sampai hari ini PBB itu masih terperangkap dalam dekadensinya, hingga 
masih saja melanggar hukum yang telah mereka buat sendiri, yakni hak 
internasional bangsa Iran sebagaimana di tulis Perdana Mentri Perancis diatas. 
Pengalaman pahit di tingkat Internasional itu mengundang kita penduduk dunia 
untuk merenungkan bahwa Dunia ini sekarang benar-benar sudah edan. Mulai antar 
negara dengan negara seperti Indonesia menjajah Acheh - Sumatra dan West Papua, 
tidak diselesaikan dengan pikiran yang sehat dan jujur atau hukum yang benar 
tapi selalu dilibatkan kekerasan atau militer, ditingkat Internasional juga 
nampaknya demikian. Kenapa pihak AS dan PBB tidak membuat Konferensi para 
Ahli/Intelektual sedunia untuk membahas persoalan Nuklir Sipil Iran. Penguasa 
manapun yang tidak mau mendengar suara oposisi, pastinya negara tersebut 
kehilangan kontrol terhadap kebijakan politiknya. Demikian juga dengan AS yang 
tidak mau memperhatikan mayoritas suara rakyatnya sendiri, bukan oposisi. 
Betapapun penduduk Dunia yang tjinta damai dan sehat pikirannya menghimbau 
kepada Amerika Serikat agar mencabut kembali resolusi nomor 1747 yang 
menjatuhkan sejumlah sanksi atas Iran. Betapapun resolusi tersebut pasti 
merugikan AS serta menjejaskan kredibilitas PBB dimata penduduk Dunia yang anti 
arogansi tapi cinta damai dan berperadaban yang terpuji. 
Tulisan ini merupakan kepedulian saya yang kecil ini sebagai bahagian dari 
penduduk Dunia. Maafkan saya andaika 
terdapat kata yang tidak menyenangkan pihak manapun yang membacanya. 
Billahi fi sabililhaq 
Salamun 'alaikum wr wbr. 
alsytr,-


 
____________________________________________________________________________________
Don't get soaked.  Take a quick peek at the forecast
with the Yahoo! Search weather shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather

Kirim email ke